Connect with us

Viral

Viral! Wanita Ini Curhat Harus Tutup Rekening karena Donasi Autodebit

Seorang pengguna TikTok mengaku harus menutup rekening bank setelah mengalami pemotongan saldo otomatis akibat sistem donasi autodebit.

Logompn

Published

on

Viral! Wanita Ini Curhat Harus Tutup Rekening karena Donasi Autodebit
Viral! Wanita Ini Curhat Harus Tutup Rekening karena Donasi Autodebit. Gambar: TikTok/@nurulwulan50

MPN Indonesia 19 April 2026 - Seorang pengguna TikTok dengan akun @nurulwulan50 mengaku harus menutup rekening bank miliknya setelah mengalami pemotongan saldo otomatis akibat sistem donasi berjenis autodebit.

“Sedikit cerita mba mba pinter dan ga enakan ini yang bertemu kaka kaka minta waktunya sebentar,” demikian keterangan unggahan tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Minggu (19/4).

Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut bermula ketika korban sedang beraktivitas di mal dan dihentikan oleh petugas penggalang donasi.

Petugas kemudian memberikan penjelasan mengenai tujuan penggalangan dana. Karena merasa tersentuh dan tidak enak untuk menolak, ia pun menyetujui untuk memberikan donasi.

Namun, menurut pengakuannya, tidak ada penjelasan rinci bahwa sistem donasi yang digunakan merupakan sistem autodebit yang akan memotong saldo secara otomatis setiap bulan.

Ia pun baru menyadari bahwa donasi awal yang ia setujui sebesar Rp200.000 ternyata menjadi pemotongan rutin melalui sistem autodebit dengan nominal yang sama setiap bulannya.

“Aku tuh enggak ngeh. Ternyata udah beberapa bulan. Nah, pas malam kayak udah tengah malam kayak gitu, aku lihat kayak kok ada pemotongan. Pemotongan dari mana? Aku cek email, aku cek mutasi dan lain-lain. Ternyata udah beberapa kali dan itu kayak enggak ngeh gitu karena tengah malam kan,” tuturnya.

Tutup Akun Bank

Setelah mengetahui adanya pemotongan saldo berkala tersebut, korban segera mendatangi pihak bank untuk menghentikan sistem autodebit yang terhubung dengan rekeningnya.

Namun, menurut keterangannya, pihak bank menyampaikan bahwa penghentian tidak dapat dilakukan secara sepihak apabila penyelenggara donasi tidak memberikan respons.

“Ternyata enggak bisa untuk penghentian itu. Bahkan katanya udah banyak banget kasus yang kayak gini dan mereka bahkan sudah menyurat ke orang yang donasi-donasi itu tapi tidak digubris sama sekali,” kata korban.

Baca Juga:  Disperindag Tangsel Buka Suara usai Warga Diduga Beli Beras Oplosan di Supermarket

Karena tidak menemukan solusi untuk menghentikan autodebit tersebut, ia akhirnya memilih untuk memindahkan seluruh dana yang tersisa dan menutup rekening bank miliknya secara permanen.

Di akhir videonya, ia menyampaikan pesan kepada warganet agar lebih berhati-hati terhadap sistem donasi yang ditawarkan secara langsung di tempat umum.

“Semoga ini menjadi pembelajaran untuk teman-teman semua, kayak yang pasti-pasti aja kalau misalkan donasi gitu. Jangan juga enggak enak kan kayak gue,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending