Connect with us

Berita

Wakil Walkot Bogor Desak Kemenhub Percepat Perbaikan Bekas Longsor di Batutulis

Wakil Walkot Bogor minta Dirjen Perkeretaapian Kemenhub percepat pengerjaan bekas longsor di Batutulis.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 05t135229.660
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat memberikan keterangan ke media, Rabu (4/6) | Gambar: MPN Indonesia/Dimas

Jawa Barat, MPN Indonesia 5 Juni 2025 - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meminta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat pengerjaan bekas longsor di Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.

Pasalnya hingga hari ini, pengerjaan perbaikan longsor turap yang mengarah ke underpass belum selesai.

Sehingga rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk membangun akses sementara di jalur tersebut belum bisa terlaksana.

Desak Kerja Cepat Dirjen Perkeretaapian

Desakan itu disampaikan Jenal Mutaqin saat mendampingi Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono tinjau lokasi longsor Jalan Saleh Danasasmita Batutulis, Rabu (4/6) siang.

“Bahwa kami butuh percepatan. Pemkot hari ini tidak bisa apa-apa, bahkan untuk membangun jembatan sementara untuk dilintasi roda dua,” kata Jenal kepada wartawan.

“Karena turap dan tanah itu belum diperbaiki yang itu memang tanggung jawab Balai Teknik Perkeretaapian wilayah 1 Jabar,” imbuhnya.

Dari informasi Dirjen Perkeretaapian, mereka menyanggupi dua bulan pengerjaan perbaikan. Namun, Jenal Mutaqin kembali menegaskan bahwa lebih cepat pengerjaan lebih baik.

“Ada warga juga yang menyampaikan keluhannya terutama saat ada yang sakit. Itu mereka sulit ambulans masuk dan seolah-olah terisolir,” ungkap Jenal.

Muncul Opsi Proyek di Waktu Bersamaan

Percepatan yang bisa dilakukan, menurut Jenal Mutaqin atas dasar perencanaan DED, timeline yang jelas, dan kajian. Semua itu pun diharapkan juga diketahui oleh Pemkot Bogor.

“Tadinya hari ini mau bangun jalan untuk akses motor. Minimal yang terisolir ini tidak lewat jalan underpass yang tadi kita lihat kondisi turapnya menghawatirkan,” kata Jenal.

“Lagi-lagi benturan dengan skema yang akan dilakukan oleh pihak KAI yang memang itu akan lakukan pekerjaan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tertibkan PKL, Wali Kota Bekasi Ditodong Golok oleh Pedagang Es Kelapa

Bahkan muncul opsi untuk melakukan pengerjaan di waktu yang sama. Dengan skema Balai Teknik Perkeretaapian melakukan pekerjaan di sisi satu, Pemkot Bogor mengerjakan di sisi lainnya.

“Jembatan sementara untuk motor kita siap, trase baru jangka panjangnya kita juga siap. Sekarang warga sehari-hari butuh akses dan tidak bisa ditunda. Mereka harus aktivitas, ke sekolah, ke pasar dan lain-lain,” tutupnya.

(DIM/NID/RAD)

 

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending