Connect with us

Berita

Wali Kota Surabaya Bertemu dengan 31 Karyawan Korban Dugaan Penahanan Ijazah

Wali Kota Surabaya dampingi 31 karyawan lapor polisi soal dugaan penahanan ijazah, tegaskan komitmen hukum demi iklim kerja dan investasi yang sehat.

Logompn

Published

on

Wali kota surabaya bertemu dengan 31 karyawan korban dugaan penahanan ijazah
Wali Kota Surabaya Bertemu dengan 31 Karyawan Korban Dugaan Penahanan Ijazah. Gambar : Dok. Pemerintah Kota Surabaya

MPN Indonesia 19 April 2025 - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah cepat menanggapi laporan dugaan penahanan ijazah oleh perusahaan terhadap 31 karyawan di wilayahnya.

Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pertemuan dengan para korban, Wali Kota Eri langsung mengawal mereka melaporkan kasus tersebut ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Tindak Lanjut Cepat Usai Pertemuan di Balai Kota

Pertemuan antara Wali Kota Eri Cahyadi dan 31 karyawan korban dugaan penahanan ijazah berlangsung pada Rabu petang (16/4) di ruang sidang Balai Kota Surabaya.

Pertemuan tersebut menjadi awal dari upaya penyelesaian hukum kasus yang mencuat ini.

Kurang dari sehari setelah pertemuan itu, pada Kamis (17/4), Wali Kota Eri mendampingi langsung proses pelaporan ke pihak kepolisian.

Di kantor Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Wali Kota Eri berdialog langsung dengan Wakapolres Kompol Bayu Ari Aji.

Dalam pertemuan itu, Eri menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif dan keberlanjutan iklim investasi di Surabaya.

Pemkot Surabaya Ingin Penyelesaian Hukum

Menurut Wali Kota Eri Cahyadi, langkah mendampingi para karyawan melapor ke polisi adalah bentuk dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya untuk menuntaskan dugaan kasus penahanan ijazah ini melalui jalur hukum.

Ia menyampaikan bahwa penanganan hukum akan memberi kepastian kepada para korban serta menjadi pelajaran bagi dunia kerja di masa mendatang.

“Yang kita (Pemkot Surabaya) jaga adalah suasana kondusif, iklim investasi yang bagus. Kalau ada yang melanggar ditindak, karena yang bisa menentukan ada atau tidaknya tindak pidana adalah polisi. Sehingga masalah tuntas, solutif, tidak mengambang,” ujar Wali Kota Eri, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi surabaya.go.id, pada Sabtu (19/4).

Baca Juga:  Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa saat Ada Rapat Paripurna, 3 Orang Tewas

Wali Kota Eri juga menginstruksikan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Achmad Zaini, untuk terus mendampingi dan mengawal proses hukum yang berjalan agar para karyawan memperoleh kejelasan status atas ijazah mereka.

Dorongan Kepatuhan dan Sinergi untuk Surabaya

Dalam pernyataan lanjutannya, Wali Kota Eri menyampaikan harapan agar perusahaan yang beroperasi di Surabaya ikut serta menjaga iklim usaha dan taat terhadap aturan ketenagakerjaan.

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus turut menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

“Saya memberi support ke teman-teman (karyawan) agar nyaman kerja di Surabaya. Begitu juga perusahaan, kalau masuk Surabaya ya harus baik. Harus menjaga iklim investasi, harus patuh aturan. Titip agar betul-betul diikawal sesuai aturan,” tambahnya.

Sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Eri juga meminta kepolisian memberi perhatian khusus agar permasalahan ini segera terselesaikan.

Ia menyatakan keyakinannya terhadap kinerja aparat kepolisian, baik Polrestabes Surabaya maupun Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Dukungan dari Kepolisian untuk Surabaya yang Kondusif

Menanggapi permintaan tersebut, Wakapolres Kompol Bayu Ari Aji menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang telah diambil Wali Kota Surabaya.

Ia menegaskan komitmen kepolisian untuk menindaklanjuti laporan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kita dukung iklim investasi di Surabaya, dalam rangka situasi Kamtibmas. Kita tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku. Supaya masyarakat juga bisa adem ayem,” ungkap Bayu.

Sementara itu, Wali Kota Eri mengingatkan pentingnya kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan kota yang sejahtera. Ia mengajak semua pihak bersinergi untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan warga.

“Aku nggak isok jogo sendiri. Kota ini milik bersama. Ketika semua bekerja bersama, bersinergi, akan terjadi kemakmuran dan kesejahteraan. Ayo kita tata Surabaya dengan hati jernih, pikiran bersih, akhirnya kita bisa menentukan Surabaya tetap kondusif,” pungkasnya.

Baca Juga:  Viral! Satpam SMPN 3 Bogor Meninggal Sujud Saat Salat Zuhur

(AKM/NID/RAD)

Trending