Connect with us

Berita

Walkot Bogor Tanggapi soal Puluhan Pelajar dan Guru yang Diduga Keracunan MBG

Wali Kota Bogor menanggapi insiden dugaan keracunan MBG yang dialami sejumlah pelajar dan guru di Bogor.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 08t132607.025
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat memberikan pernyataan pers terkait keracunan puluhan siswa di sekolah Bina Insani pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) | Gambar: MPN Indonesia/Dimas

MPN Indonesia 8 Mei 2025 - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menanggapi insiden dugaan keracunan program makan bergizi gratis (MBG) yang dialami sejumlah pelajar dan guru di Kota Bogor.

Makanan tersebut diketahui berasal dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani di wilayah Sukadamai, Tanah Sareal.

Dedie meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan pemantauan ketat terhadap proses pemeriksaan sampel sisa makanan dari isi perut siswa, serta aspek kebersihan nampan makanan.

“Saya menekankan agar proses persiapan bahan dan pengolahan dilaksanakan secara aman, bersih, dan higienis,” ujar Dedie kepada MPN Indonesia pada Rabu malam(7/5).

Imbauan Evaluasi

Dedie juga menginstruksikan pihak SPPG Bina Insani agar meningkatkan kewaspadaan dalam penyajian makanan.

Ia menyoroti bahwa kebersihan peralatan makanan seperti tray dan ompreng harus menjadi bagian penting dari evaluasi menyeluruh.

“Kadang-kadang kita harus memperhatikan kebersihan dari tray-nya, dari ompreng-nya, dan ini juga harus menjadi bahan evaluasi,” kata Didie.

“Ke depan nggak boleh terjadi lagi ya, karena anak-anak ini sudah merasa senang, gembira menerima makanan bergizi gratis, tapi juga harus kita bisa pastikan bahwa makanan yang mereka terima itu memenuhi syarat-syarat selain gizi juga kebersihan dan kesehatan,” imbuhnya.

Jumlah Korban

Berdasarkan data yang diterima MPN Indonesia, total korban yang mengalami gejala keracunan mencapai 36 orang.

Keluhan yang dilaporkan antara lain mencret, pusing, muntah, demam, serta sakit perut.

Adapun yang dirawat inap sebanyak 5 orang, rawat jalan 7 orang, dan keluhan ringan 24 orang.

Pasien yang dirawat inap adalah 2 siswa dan 3 guru dari TK Bina Insani. Sementara pasien rawat jalan terdiri dari 2 siswa dan 5 guru TK Bina Insani.

Baca Juga:  Suhu Capai 464 Derajat Celcius, Pendakian Gunung Slamet Ditutup

Pasien dengan keluhan ringan berjumlah 24 orang, terdiri dari 5 murid SMP Bina Insani, 18 guru SMP Bina Insani, dan 1 office boy SMP Bina Insani.

Sebagai informasi, SPPG Bina Insani mengelola 13 sekolah dengan total 2.977 porsi makanan di seluruh Kota Bogor.

(DIM/NID/RAD)

Trending