Connect with us

Berita

Warga Keluhkan Proyek Galian PAM Jaya di Lubang Buaya: Macet, Jalan Licin, hingga Banyak Pengendara Jatuh

Proyek galian air PAM Jaya di Lubang Buaya dikeluhkan warga akibat kemacetan, jalan licin, dan rawan kecelakaan. Warga minta pengawasan dan solusi cepat.

Logompn

Published

on

Warga keluhkan proyek galian pam jaya di lubang buaya macet, jalan licin, hingga banyak pengendara jatuh
Proyek Galian PAM Jaya di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 23 April 2025 - Proyek galian saluran air oleh PAM Jaya di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan akibat kemacetan, jalan licin, dan kondisi infrastruktur yang dinilai membahayakan pengendara.

Pekerjaan galian yang berlangsung di Jalan Raya Pondok Gede ini telah dimulai sejak beberapa waktu lalu dan diperkirakan rampung pada November mendatang, namun pelaksanaannya dinilai mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Lokasi Proyek dan Dampak Langsung

Galian dilakukan tepat di depan Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya serta di depan markas satuan pemeliharaan landasan milik TNI AU.

Aktivitas proyek yang melibatkan alat berat dan material konstruksi menyita sebagian besar badan jalan.

Hal ini menyisakan ruang terbatas untuk kendaraan roda empat maupun roda dua, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Sejumlah titik galian tampak tidak dilengkapi dengan rambu lalu lintas atau petunjuk yang memadai.

Kondisi ini memperparah kemacetan serta menyebabkan kebingungan bagi pengendara, terlebih di kawasan pertigaan yang padat kendaraan.

Keluhan Warga Terkait Keselamatan Jalan

Virda, seorang warga Lubang Buaya, menyatakan bahwa proyek ini tidak hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga menjadikan jalan licin karena banyaknya tanah galian yang berserakan. Ia menyoroti risiko kecelakaan yang meningkat ketika turun hujan.

“Wah, banyak banget yang jatuh, di tempat ini kalau sedang hujan. Selain macet, jalan ini juga licin. Kebanyakan yang jatuh itu yang naik motor,” ujar Virda kepada MPN Indonesia di Jakarta Timur, pada Rabu (23/4). 

Baca Juga:  Pemprov Jakarta akan Buat Lapangan Padel Gratis untuk Warga

Virda juga menambahkan bahwa penutupan galian yang telah selesai dikerjakan dilakukan secara asal-asalan.

Hal ini membuat permukaan jalan menjadi bergelombang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Ada beberapa galian yang sudah kelar tapi ditutupnya kayaknya ngasal. Pas sudah kering, jalan jadi bergelombang. Itu juga menurut saya bahaya karena sebelumnya jalan rata,” tambahnya.

Korban Kecelakaan dan Harapan Pengawasan

Bowo, warga lainnya, mengaku pernah menjadi korban kecelakaan akibat jalan licin dan bergelombang yang dihasilkan oleh proyek tersebut.

“Saya pernah jadi korbannya. Saya jatuh karena licin saat akan pulang ke rumah,” ungkap Bowo.

Ia juga menyampaikan harapannya agar ada pengawasan lebih lanjut terhadap lokasi galian, terutama karena letaknya berada di area pertigaan yang padat dan rawan kecelakaan.

Proyek Infrastruktur untuk Perluasan Jaringan Air

Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif PAM Jaya dalam memperluas jaringan distribusi air bersih di wilayah Jakarta Timur.

Informasi ini tercantum dalam spanduk proyek yang terpasang di lokasi, menyebutkan bahwa pekerjaan akan selesai pada bulan November.

Meski proyek ini memiliki tujuan jangka panjang untuk peningkatan layanan infrastruktur air bersih, warga menyayangkan kurangnya koordinasi antara pelaksana proyek dengan Dinas Perhubungan, serta minimnya sosialisasi kepada masyarakat.

Kurangnya langkah antisipatif inilah yang dinilai menjadi penyebab utama terganggunya arus lalu lintas.

(ARI/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending