Connect with us

Berita

Waspada Megathrust, Pusat Survei Geologi Imbau Kesadaran Masyarakat di Jawa Barat

Pusat Survei Geologi mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa megathrust.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 17t115516.553
Pusat Survei Geologi imbau masyarakat Jawa Barat waspada soal gempa megathrust | Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 17 April 2025 - Pusat Survei Geologi mengimbau kepada masyarakat Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa megathrust di wilayah tersebut.

Fokus utama dari upaya waspada ini meliputi peningkatan kesadaran, keterlibatan institusi pendidikan, peran pemerintah, serta kontribusi media dan teknologi dalam menekan dampak bencana alam yang mungkin terjadi.

Masyarakat Masih Awam tentang Megathrust

Pusat Survei Geologi mengungkapkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Jawa Barat mengenai potensi gempa megathrust masih tergolong rendah.

Edukasi dan sosialisasi terkait ancaman ini belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Oleh sebab itu, lembaga tersebut menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan seperti pelatihan kebencanaan, sosialisasi langsung, dan simulasi evakuasi sebagai bentuk upaya peningkatan kesiapsiagaan.

“Masyarakat masih kurang memahami terkait potensi megathrust. Kesadaran masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui sosialisasi, simulasi, pelatihan, dll,” ujar perwakilan Pusat Survei Geologi saat dihubungi MPN Indonesia, Kamis (17/4).

Pemda Harus Berperan dalam Upaya Mitigasi

Pemerintah daerah memegang peranan penting dalam mendukung penyebaran informasi serta pelaksanaan mitigasi terhadap bencana alam.

Menurut Pusat Survei Geologi, salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah penyusunan peraturan daerah (Perda) yang memperhitungkan potensi bencana dalam penataan ruang.

Pelaksanaan kegiatan simulasi secara berkala juga dinilai sebagai sarana efektif dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.

“Pemda dapat menyusun Perda terkait penataan ruang yang mempertimbangkan potensi bencana serta mengadakan kegiatan simulasi secara rutin,” ucap perwakilan lembaga tersebut.

Ancaman Megathrust

Sebelumnya, masyarakat sempat dihebohkan dengan ancaman megathrust yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset Intelijen Negara (BRIN).

Baca Juga:  Ingin Bertemu Adik-Adik Yatim, Influencer Jennifer Sarnest Ikut Tanggapi Konten Destimar yang Ajak Nginap Anak Yatim di Vila

Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma mengatakan gempa megathrust di Selatan Jawa bisa terjadi kapan saja dan bisa memicu tsunami dengan skala serupa di Aceh.

Rahma menyebutkan segmen megathrust di selatan Jawa, termasuk Selat Sunda, menyimpan energi tektonik yang signifikan dan berpotensi melepaskan gempa berkekuatan magnitudo 8,7 hingga 9,1.

“Potensi megathrust ini dapat memicu goncangan gempa yang besar dan tsunami, yang menjalar melalui Selat Sunda hingga ke Jakarta dengan waktu tiba sekitar 2,5 jam,” kata Rahma pada akhir Desember 2024, dikutip MPN Indonesia dari brin.go.id.

Menurut simulasi yang telah dilakukan BRIN bersama tim peneliti dari berbagai institusi, jika tsunami terjadi, ketinggian gelombang dapat mencapai 20 meter di pesisir selatan Jawa, 3–15 meter di Selat Sunda, dan 1,8 meter di pesisir utara Jakarta. 

(AKM/NID/RAD)

Trending