Connect with us

Entertainment

Ramai, Netizen Indonesia Mau Boikot Drakor ‘When The Phone Rings’ karena Disebut Singgung Konflik Israel-Palestina

Drakor When The Phone Rings menuai kontroversi setelah diduga menyindir konflik Israel-Palestina. Netizen serukan boikot usai tayangan episode terakhir.

Pexels photo

Published

on

Ramai, Netizen Indonesia Mau Boikot Drakor 'When The Phone Rings' karena Disebut Singgung Konflik Israel Palestina
Ramai, Netizen Indonesia Mau Boikot Drakor 'When The Phone Rings' karena Disebut Singgung Konflik Israel-Palestina. Gambar: Dok. Netflix

MPN Indonesia 6 Januari 2025 - Drama Korea (drakor) When The Phone Rings menuai kontroversi setelah menayangkan episode terakhirnya pada Sabtu (4/1).

Penonton mengecam keras adegan dalam drama tersebut yang dianggap menyindir konflik antara Israel dan Palestina.

Kritik terhadap serial ini beredar luas di media sosial, bahkan memunculkan seruan boikot dari netizen.

Adegan Kontroversial dalam Episode Terakhir

Dalam episode terakhir When The Phone Rings, sebuah dialog yang disampaikan oleh karakter Na Yu Ri (diperankan Jang Gyu Ri) menjadi sorotan.

Na Yu Ri melaporkan insiden yang melibatkan dua negara fiksi, “Paltima” dan “Izmael.”

“Serangan udara Paltima berlangsung di Izmael, di mana warga negara Korea diculik oleh militan bersenjata,” ungkap dialog dalam drama tersebut.

Penonton dengan cepat mengaitkan dua negara fiksi tersebut dengan Palestina dan Israel.

Mereka menduga bahwa Paltima menggambarkan Palestina, sedangkan Izmael merepresentasikan Israel.

Netizen menilai penggambaran konflik dalam When The Phone Rings memutarbalikkan fakta sejarah dan realitas politik di Timur Tengah.

Banyak yang menyebut adegan tersebut sebagai bentuk propaganda yang mendukung narasi Zionis.

Media sosial pun dibanjiri kritik, termasuk dari pengguna X.

“Sengaja banget zionis menyimpan adegan ini di episode terakhir karena kalau ditaruh di tengah sudah langsung diboikot,” tulis unggahan di akun X @tanyarlfes.

“Licik banget, mereka sengaja nyimpen di episode akhir. Padahal kata yang baca novel atau webtoon-nya enggak ada tuh nyinggung-nyinggung soal ini,” komentar akun @no***.

“Kenapa harus nyenggol Palestina sish, mereka udah kesakitan di sana, tanahnya diambil, warga sipilnya disakiti, banyak anak kecil yang gak berdosa dibunuh,” komentar lainnya dari akun @be***.

Baca Juga:  Pemerintah Tolak Terbitkan Visa Atlet Senam Israel yang Akan Tanding di Jakarta

Kritik dari Media dan Penonton

Situs berita hiburan internasional Koreaboo melaporkan bahwa penggunaan elemen-elemen konflik nyata di Timur Tengah sebagai bagian dari alur cerita telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi penonton.

Konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan, khususnya serangan udara brutal di Gaza yang berlangsung lebih dari setahun, dianggap terlalu sensitif untuk dijadikan bahan cerita fiksi.

Lebih lanjut, laporan Koreaboo menyebutkan pernyataan dari badan internasional seperti Pengadilan Internasional (ICJ) dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

ICJ sebelumnya menyebut situasi di Gaza berpotensi sebagai genosida.

Penonton merasa bahwa penderitaan nyata masyarakat Timur Tengah tidak seharusnya dijadikan alat untuk kepentingan hiburan.

Seruan boikot terhadap When The Phone Rings mencuat sebagai bentuk protes terhadap adegan yang dinilai tidak sensitif tersebut.

Beberapa penonton juga mengungkapkan rasa kecewa atas langkah tim produksi yang dianggap tidak menghormati isu-isu kemanusiaan.

Trending