Entertainment
Ramai, Netizen Indonesia Mau Boikot Drakor ‘When The Phone Rings’ karena Disebut Singgung Konflik Israel-Palestina
Drakor When The Phone Rings menuai kontroversi setelah diduga menyindir konflik Israel-Palestina. Netizen serukan boikot usai tayangan episode terakhir.
MPN Indonesia 6 Januari 2025 - Drama Korea (drakor) When The Phone Rings menuai kontroversi setelah menayangkan episode terakhirnya pada Sabtu (4/1).
Penonton mengecam keras adegan dalam drama tersebut yang dianggap menyindir konflik antara Israel dan Palestina.
Kritik terhadap serial ini beredar luas di media sosial, bahkan memunculkan seruan boikot dari netizen.
Adegan Kontroversial dalam Episode Terakhir
Dalam episode terakhir When The Phone Rings, sebuah dialog yang disampaikan oleh karakter Na Yu Ri (diperankan Jang Gyu Ri) menjadi sorotan.
Na Yu Ri melaporkan insiden yang melibatkan dua negara fiksi, “Paltima” dan “Izmael.”
“Serangan udara Paltima berlangsung di Izmael, di mana warga negara Korea diculik oleh militan bersenjata,” ungkap dialog dalam drama tersebut.
Penonton dengan cepat mengaitkan dua negara fiksi tersebut dengan Palestina dan Israel.
Mereka menduga bahwa Paltima menggambarkan Palestina, sedangkan Izmael merepresentasikan Israel.
Netizen menilai penggambaran konflik dalam When The Phone Rings memutarbalikkan fakta sejarah dan realitas politik di Timur Tengah.
Banyak yang menyebut adegan tersebut sebagai bentuk propaganda yang mendukung narasi Zionis.
Media sosial pun dibanjiri kritik, termasuk dari pengguna X.
“Sengaja banget zionis menyimpan adegan ini di episode terakhir karena kalau ditaruh di tengah sudah langsung diboikot,” tulis unggahan di akun X @tanyarlfes.
“Licik banget, mereka sengaja nyimpen di episode akhir. Padahal kata yang baca novel atau webtoon-nya enggak ada tuh nyinggung-nyinggung soal ini,” komentar akun @no***.
“Kenapa harus nyenggol Palestina sish, mereka udah kesakitan di sana, tanahnya diambil, warga sipilnya disakiti, banyak anak kecil yang gak berdosa dibunuh,” komentar lainnya dari akun @be***.
Kritik dari Media dan Penonton
Situs berita hiburan internasional Koreaboo melaporkan bahwa penggunaan elemen-elemen konflik nyata di Timur Tengah sebagai bagian dari alur cerita telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi penonton.
Konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan, khususnya serangan udara brutal di Gaza yang berlangsung lebih dari setahun, dianggap terlalu sensitif untuk dijadikan bahan cerita fiksi.
Lebih lanjut, laporan Koreaboo menyebutkan pernyataan dari badan internasional seperti Pengadilan Internasional (ICJ) dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
ICJ sebelumnya menyebut situasi di Gaza berpotensi sebagai genosida.
Penonton merasa bahwa penderitaan nyata masyarakat Timur Tengah tidak seharusnya dijadikan alat untuk kepentingan hiburan.
Seruan boikot terhadap When The Phone Rings mencuat sebagai bentuk protes terhadap adegan yang dinilai tidak sensitif tersebut.
Beberapa penonton juga mengungkapkan rasa kecewa atas langkah tim produksi yang dianggap tidak menghormati isu-isu kemanusiaan.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
