Selebriti
Akun Threads Anonim Ini Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual oleh Artis Muda Inisial EJR
Unggahan anonim di Threads mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh artis berinisial EJR.
MPN Indonesia 20 Agustus 2026 - Media sosial Threads diramaikan unggahan akun anonim @ajsbsbwas yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang artis muda berinisial EJR.
Unggahan yang dipublikasikan pada Rabu (19/8) itu menceritakan kronologi peristiwa yang dialaminya.
Ia mengaku pergi bersama EJR dan seorang teman berinisial NB ke kawasan Senayan, Jakarta Pusat, sebelum berakhir di sebuah rumah di kawasan Pondok Indah.
“Kalian mungkin mengenalnya sebagai artis muda yang kalian idolakan sejak kecil sampai saat ini. Saya mengenalnya sebagai seseorang yang pernah membuat saya kehilangan kendali atas tubuh saya sendiri—dan kemudian melakukan sesuatu kepada saya ketika saya berada dalam kondisi tersebut,” tulis akun tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (20/8).
Pengunggah menegaskan dirinya membuka cerita tersebut bukan untuk mencari perhatian.
Ia menyebut pengalaman yang dialaminya masih membekas hingga saat ini sehingga memutuskan untuk menyampaikannya kepada publik.
“Saya menulis ini bukan untuk mencari perhatian. Saya menulis karena saya ingin menceritakan apa yang terjadi kepada saya, karena sampai hari ini saya masih tidak menerima apa yang dilakukan kepada saya malam itu,” tulisnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula ketika dirinya pergi bersama EJR dan seorang teman berinisial NB ke kawasan Senayan sekitar pukul 20.00 WIB.
Menurut pengakuannya, setelah berada di Senayan mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman EJR di kawasan Pondok Indah.
Korban mengaku awalnya dijanjikan akan diantar pulang oleh EJR. Namun, menurut pengakuannya, situasi berubah ketika berada di perjalanan.
Ia menyebut EJR beberapa kali menghembuskan asap vape ke arah mulutnya dan memintanya menghirup asap tersebut hingga batuk.
Pengunggah kemudian mengaku baru mengetahui bahwa vape tersebut diduga mengandung THC.
“Pelaku mengatakan akan mengantar saya pulang. Namun di perjalanan, pelaku justru meniupkan asap vape berulang kali ke arah mulut saya dan menyuruh saya untuk menghirupnya sampai saya batuk-batuk yang pada saat itu saya tidak tahu bahwa vape tersebut mengandung THC,” tulisnya.
Dalam unggahan itu, ia juga menjelaskan THC merupakan singkatan dari tetrahydrocannabinol, senyawa psikoaktif utama dalam tanaman cannabis atau ganja.
Menurut penjelasan yang dituliskannya, THC dapat memengaruhi fungsi otak dan kesadaran, antara lain:
- Mengantuk atau sangat lemas.
- Perubahan persepsi dan koordinasi.
- Sulit berpikir atau berkonsentrasi.
- Gangguan ingatan.
- Pada dosis tertentu dapat menyebabkan kebingungan atau penurunan kemampuan mengendalikan diri.
Setelah itu, korban mengaku mengalami perubahan kondisi secara drastis.
Korban Sulit Mengendalikan Tubuh
Pengunggah menyebut dirinya mulai merasakan mual, sangat lemas, serta kehilangan kemampuan mengendalikan tubuh.
Ia menggambarkan kondisinya saat itu membuat dirinya sulit membuka mata, berjalan, maupun berpikir secara normal.
“Saya kehilangan kendali atas diri saya sendiri. Saya tidak bisa merasakan badan saya. Mata saya sangat sulit dibuka. Saya bahkan kesulitan berjalan dan mengontrol tubuh saya. Pikiran saya terasa seperti tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” tulisnya.
Menurut pengakuannya, beberapa jam kemudian ia terbangun sekitar pukul 03.00 WIB karena ibunya mencari keberadaannya.
Dalam kondisi yang disebut belum sepenuhnya pulih, ia memilih pulang menggunakan taksi.
“Saya bangun pukul 03.00 pagi karena ibu saya mencari saya, saya panik dan bergegas pulang. Pelaku sempat menyuruh saya untuk stay agar besok pagi saat kesadaran saya sudah kembali akan mengantar pulang,” ungkapnya.
Ia juga menyebut EJR sempat mengantarnya hingga depan rumah dan berpesan kepada sopir taksi agar berhati-hati selama perjalanan.
Menghubungi NB saat Perjalanan Pulang
Korban mengatakan dirinya merasa ada sesuatu yang tidak normal ketika berada di perjalanan pulang.
Karena itu, ia menghubungi NB melalui aplikasi WhatsApp untuk menanyakan kondisi yang dialaminya.
Menurut pengakuannya, NB kemudian menjelaskan vape yang digunakan EJR sangat berbahaya.
“NB kemudian mengonfirmasi bahwa vape tersebut sangat berbahaya dan bahkan menyebut vape yang digunakan pelaku sudah ‘dosis gorilla’,” tulis akun tersebut.
Korban menyebut percakapan tersebut masih disimpannya hingga sekarang.
Mengaku menjadi Korban Tindakan Seksual
Setelah mengingat kembali rangkaian peristiwa yang dialaminya, pengunggah mengaku menduga dirinya menjadi korban tindakan seksual.
Ia menyatakan tindakan seksual itu terjadi ketika dirinya berada dalam kondisi yang menurutnya tidak mampu memberikan persetujuan.
“Percakapan itu masih saya simpan. Dan dalam kondisi saya yang sudah tidak mampu mengendalikan diri seperti itu, pelaku melakukan tindakan seksual terhadap saya tanpa persetujuan saya. Saya ingin menegaskan satu hal: saya tidak memberikan persetujuan,” tulisnya.
Pengunggah juga mengatakan dirinya telah menyimpan sejumlah bukti yang diklaim berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Bukti yang disebut dimiliki meliputi:
- Percakapan dengan NB saat perjalanan pulang.
- Keterangan orang tua yang melihat kondisinya ketika tiba di rumah.
- Bukti komunikasi lain yang menurutnya berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Ia mengaku sempat berharap pengalaman tersebut dapat dilupakan seiring berjalannya waktu.
Namun, menurut pengakuannya, pengalaman tersebut terus menjadi beban psikologis hingga akhirnya ia memutuskan untuk berbicara.
“Saya kira saya akan lupa seiring berjalannya waktu dan berusaha memaafkan, tapi hal ini terus mengganjal dari hari ke hari menjadi bayang-bayang buruk untuk saya,” tulisnya.
Ia juga menyebut masih mengalami trauma dan beberapa kali berkonsultasi dengan psikiater.
Memberi Tenggat Tujuh Hari kepada EJR
Dalam unggahan itu, pengunggah menyatakan telah menghubungi pihak yang disebut sebagai pelaku melalui WhatsApp.
Namun, ia mengaku belum memperoleh respons.
Karena itu, ia memberikan tenggat waktu selama tujuh hari.
“Karena saya sudah memberanikan diri membuka luka lama saya dan menghubungi pelaku secara baik-baik via WhatsApp mengenai kejadian ini tapi tidak ada respon, akan saya share buktinya jika 7 hari ke depan masih tidak ada respon,” tulisnya.
Ia juga menyampaikan alasan mengungkap cerita tersebut.
“Saya tidak butuh permintaan maaf, saya butuh efek jera karena sampai saat ini dari pelaku tidak ada itikad baik kepada saya dan keluarga saya. Saya hingga saat ini masih trauma dan beberapa kali konsul ke psikiater. Saya butuh keadilan dan pelaku mendapat balasan yang setimpal,” tulisnya.
Hingga Kamis (20/8), belum ada tanggapan dari pihak yang dikaitkan dengan inisial tersebut terkait unggahan yang viral di Threads.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya

