Internasional
AS Bombardir Iran, Sebut Teheran Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Helikoper Apache
Militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada Selasa (9/6) sore waktu setempat, setelah helikopter Apache milik Angkatan Darat AS jatuh di Selat Hormuz.
MPN Indonesia 10 Juni 2026 - Militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada Selasa (9/6) sore waktu setempat, setelah helikopter Apache milik Angkatan Darat AS jatuh di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan itu sebagai serangan pertahanan diri yang menjadi respons proporsional atas dugaan agresi Iran.
Presiden AS Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter tersebut pada Senin (8/6).
“Tadi malam, Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang sangat canggih saat berpatroli di Selat Hormuz,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social, dikutip MPN Indonesia dari The Jerusalem Post.
Serangan ini menambah ketegangan dalam konflik internasional antara Washington dan Teheran, di tengah upaya kedua pihak menegosiasikan akhir perang.
CENTCOM menyatakan pasukan AS mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran pada pukul 17.00 ET atau 04.00 WIB atas arahan Panglima Tertinggi.
AS Sebut Serangan sebagai Respons Proporsional
CENTCOM menyebut misi tersebut sebagai “respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan.”
Serangan dilakukan menggunakan amunisi presisi dari jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS.
Beberapa jam setelah putaran pertama serangan, media Iran melaporkan ledakan terdengar di kota Jask dan Bandar Abbas.
Kantor berita Mehr, mengutip laporan warga setempat, menyebut ledakan juga terdengar di Pulau Qeshm, Iran selatan.
Pejabat AS menyatakan pasukan Amerika menyerang beberapa sistem pertahanan udara dan sistem radar Iran di sekitar Selat Hormuz.
Menurut seorang pejabat AS, helikopter Apache itu ditembak jatuh oleh drone serang satu arah Iran.
Trump sebelumnya mengatakan dua pilot di helikopter tersebut selamat dan tidak terluka.
Iran Bantah Terlibat dalam Jatuhnya Helikopter
Pihak Iran membantah terlibat dalam jatuhnya helikopter Apache milik Amerika Serikat.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan kepada Al Jazeera bahwa Iran tidak berada di balik insiden tersebut.
Media pemerintah Iran juga mengutip seorang sumber militer yang mengetahui peristiwa itu.
Sumber tersebut menyatakan tidak ada operasi militer ofensif udara di Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tidak secara langsung menanggapi insiden jatuhnya helikopter Apache.
Namun, ia menegaskan pasukan asing di wilayah tersebut menghadapi risiko kecelakaan maupun baku tembak.
“Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi,” kata Araghchi dalam cuitan di media sosial.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
