Connect with us

Politik

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani jadi Pimpinan Penggalangan Dana untuk Negara Miskin

Sri Mulyani ditunjuk Bank Dunia sebagai Independent Co-Chair IDA22 untuk memimpin penggalangan dana bagi negara berpendapatan rendah

Logompn

Published

on

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani jadi Pimpinan Penggalangan Dana untuk Negara Miskin
Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani jadi Pimpinan Penggalangan Dana untuk Negara Miskin. Gambar: Instagram/@smindrawati

MPN Indonesia 5 Agustus 2026 - Mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dipilih oleh perwakilan negara donor dan negara peminjam International Development Association (IDA) sebagai Independent Co-Chair dalam proses pengisian kembali sumber daya IDA putaran ke-22 atau IDA22.

Penunjukan tersebut diumumkan pada Senin (3/8) waktu Washington, Amerika Serikat.

Sri Mulyani ditunjuk oleh perwakilan negara donor dan peminjam anggota International Development Association (IDA), bagian dari Bank Dunia, untuk memimpin penghimpunan dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara berpendapatan rendah.

Proses ini menjadi bagian dari siklus tiga tahunan untuk menentukan besaran pembiayaan lunak bagi negara miskin hingga tahun 2031.

Dalam perannya, Sri Mulyani akan memimpin proses replenishment IDA22 bersama Managing Director dan Chief Knowledge Officer Bank Dunia, Paschal Donohoe.

“Sri Mulyani terpilih melalui proses seleksi oleh komite pencarian yang terdiri dari perwakilan negara donor dan negara peminjam, setelah masuk dalam daftar pendek kandidat,” tulis Bank Dunia dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (5/8).

“Dia akan memperjuangkan dukungan kebijakan dan pendanaan yang lebih kuat untuk IDA22 di kalangan negara donor dan negara peminjam,” sambungnya.

Peran IDA dan Mekanisme Penggalangan Dana

International Development Association merupakan bagian dari Bank Dunia yang menyediakan pembiayaan berupa pinjaman berbunga sangat rendah atau tanpa bunga serta hibah bagi negara-negara berpendapatan rendah.

Lembaga ini berperan sebagai salah satu sumber pembiayaan terbesar untuk mendukung pengurangan kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejak dibentuk pada 1960, International Development Association telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS kepada 115 negara.

Baca Juga:  Purbaya Tuntut Bank Dunia Minta Maaf ke RI, Ini Penyebabnya

Pada siklus IDA22, hasil penggalangan dana akan menentukan besarnya pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga tahun 2031.

Proses ini menjadi forum bagi negara donor untuk menyampaikan komitmen pendanaan baru sekaligus menetapkan arah kebijakan dan prioritas pembiayaan ke depan.

Replenishment IDA Dilaksanakan Setiap Tiga Tahun

Penggalangan dana IDA22 dilakukan setiap tiga tahun sekali melalui serangkaian pertemuan resmi.

Rangkaian kegiatan IDA22 akan dimulai pada pertemuan Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026, sementara pertemuan akhir untuk pengumpulan komitmen pendanaan dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Sejak siklus IDA18, proses ini dipimpin oleh dua ketua bersama, yaitu tokoh independen berpengalaman di bidang bank pembangunan multilateral dan pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk langsung oleh Presiden Bank Dunia.

Pengalaman Sri Mulyani

Bank Dunia menilai Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh dengan pengalaman luas dalam pembiayaan pembangunan internasional.

Ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama Indonesia serta pernah menduduki posisi Managing Director sekaligus Chief Operating Officer Bank Dunia.

Saat ini, Sri Mulyani juga tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford.

Selain itu, ia pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.

(AKM/NID/RAD)

Trending