Connect with us

Internasional

Bayi Mammoth Berusia 50 Ribu Tahun Ditemukan, Tubuhnya Terawetkan dengan Baik

Bayi mammoth berusia 50.000 tahun ditemukan terawetkan sempurna di Yakutia. Simak selengkapnya di sini!

Logompn

Published

on

Bayi Mammoth Berusia 50 Ribu Tahun Ditemukan, Tubuhnya Terawetkan dengan Baik
Bayi Mammoth Berusia 50 Ribu Tahun Ditemukan, Tubuhnya Terawetkan dengan Baik. Gambar: Dok. AFP

MPN Indonesia 31 Desember 2024 - Ilmuwan di Siberia menemukan bangkai bayi mammoth yang terawetkan dengan sangat baik di wilayah Yakutia.

Pada musim panas 2024, ilmuwan Rusia menemukan bangkai bayi mammoth betina berusia sekitar 50.000 tahun di bawah lapisan es Yakutia, wilayah terpencil di Rusia yang berbatasan dengan Samudra Arktik.

Bayi mammoth ini dijuluki “Yana,” sesuai nama sungai tempat penemuannya.

Yana menjadi salah satu dari tujuh mumi mammoth yang pernah ditemukan di dunia dan disebut sebagai salah satu yang paling terawetkan sejauh ini.

Penemuan ini dilakukan di dekat stasiun penelitian Batagaika, lokasi yang sebelumnya juga mengungkap sisa-sisa hewan prasejarah lain seperti kuda, bison, dan lemming.

Kondisi permafrost di Yakutia bertindak seperti lemari es alami, menjaga sisa-sisa hewan purba tetap utuh selama ribuan tahun.

Kondisi Fisik Bayi Mammoth Yana

Bayi mammoth ini memiliki berat sekitar 180 kilogram dengan tinggi 120 sentimeter dan panjang sekitar 200 sentimeter.

Para ilmuwan memperkirakan Yana mati pada usia sekitar satu tahun.

Meski telah terkubur selama ribuan tahun, tubuhnya terawetkan dengan baik, memungkinkan penelitian mendalam terhadap anatominya.

Penemuan ini dipamerkan di Federal University of the North East di Yakutsk, ibu kota Yakutia.

Anatoly Nikolayev, rektor universitas tersebut, menyatakan kekaguman atas kondisi tubuh Yana yang luar biasa.

“Kami semua terkejut dengan tubuh mammoth yang terawetkan secara luar biasa,” ungkapnya kepada AFP.

Kontribusi Penemuan terhadap Studi dan Konservasi

Para ilmuwan kini memusatkan perhatian pada usia pasti kematian Yana dan mempelajari lebih dalam bagaimana mammoth bertahan di lingkungan ekstrem.

Baca Juga:  Gelar Acara Sarasehan Lingkungan, PT Pradana Sukses Prima & Padepokan Ciliwung Ajak Warga Peduli Lingkungan

Penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan lebih jauh alasan kepunahan mereka.

Penemuan ini juga memiliki dampak penting pada isu lingkungan sosial dan konservasi satwa liar.

Analisis bangkai mammoth seperti Yana membantu ilmuwan memahami dampak perubahan iklim pada spesies purba, yang relevan dengan ancaman serupa yang dihadapi oleh spesies modern.

Penemuan Sebelumnya di Wilayah Yakutia

Sebelum Yana, sudah ditemukan enam bangkai mammoth lainnya—lima di Rusia dan satu di Kanada.

Namun, Yana dianggap salah satu penemuan terpenting berkat kondisi tubuhnya yang hampir sempurna.

Stasiun penelitian Batagaika, lokasi ditemukannya Yana, dikenal sebagai pusat studi prasejarah karena seringnya penemuan hewan purba.

Potensi besar Yakutia dalam mengungkap kehidupan prasejarah didukung oleh kondisi permafrost yang menjaga kelestarian sisa-sisa hewan.

Trending