Internasional
Bos Softbank Umumkan Investasi AI Rp1,6 Kuadriliun di Amerika Serikat
Bos Softbank Masayoshi Son umumkan investasi USD 100 miliar di AI AS, janjikan 100.000 kerja.
MPN Indonesia 18 Desember 2024 - Masayoshi Son, pendiri sekaligus bos Softbank asal Jepang, mengumumkan rencana investasi besar-besaran di bidang Kecerdasan Buatan (AI) di Amerika Serikat.
Dalam pengumuman yang disampaikan pada konferensi pers bersama Presiden terpilih Donald Trump, Son berkomitmen menggelontorkan dana sebesar USD 100 miliar atau setara Rp1,6 kuadriliun untuk mendukung perkembangan AI.
Investasi ini diharapkan menciptakan 100.000 lapangan kerja baru di Amerika Serikat.
Komitmen Investasi Berskala Besar
Son menyampaikan rencana investasi tersebut pada konferensi pers yang berlangsung pada Selasa (17/12).
Dalam kesempatan tersebut, Son memuji Trump sebagai “seorang negosiator hebat” sambil berdiri di samping presiden terpilih.
Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait sumber pendanaan investasi tersebut.
Donald Trump menyambut baik komitmen ini, menyebutnya sebagai tanda kepercayaan besar terhadap masa depan Amerika Serikat.
“Investasi bersejarah ini merupakan demonstrasi monumental kepercayaan terhadap masa depan Amerika,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut juga mencerminkan optimisme bisnis yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Tantangan di Balik Investasi
Meski menarik perhatian besar, rencana investasi ini menimbulkan sejumlah pertanyaan.
Salah satunya adalah minimnya detail mengenai pendanaan, terutama mengingat kondisi keuangan Softbank.
Hingga awal tahun ini, grup tersebut hanya memiliki sekitar USD 30 miliar atau Rp482,1 triliun dalam bentuk tunai, jauh di bawah jumlah investasi yang direncanakan.
Selain itu, reputasi global Softbank sempat terguncang akibat kegagalan investasi besar di perusahaan WeWork, platform kerja bersama yang sempat menjanjikan tetapi gagal memenuhi ekspektasi.
Rencana ini juga bukan kali pertama Son membahas peluang investasi besar di bidang teknologi.
Pada Februari lalu, Bloomberg melaporkan bahwa ia berencana mendirikan usaha patungan chip dengan nilai investasi serupa, yakni USD 100 miliar.
Namun, hingga kini, belum ada kepastian realisasi dari proyek-proyek tersebut.
Kebijakan Ekonomi dan Diplomasi Trump
Rencana investasi ini berkaitan erat dengan kebijakan ekonomi Donald Trump, yang berjanji memberikan insentif bagi perusahaan asing yang berinvestasi di Amerika Serikat.
Trump mengungkapkan akan memangkas pajak bagi perusahaan yang memproduksi di AS serta mempercepat proses perizinan untuk investasi bernilai lebih dari USD 1 miliar.
Langkah ini bertujuan menarik lebih banyak investor demi mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Namun, terdapat sejumlah tantangan terkait kebijakan Trump yang dapat memengaruhi keberhasilan investasi ini.
Kebijakan ketat terhadap imigrasi, misalnya, dapat memengaruhi pasokan tenaga kerja di sektor teknologi.
Selain itu, rencana Trump untuk menaikkan tarif impor dari negara-negara seperti China, Meksiko, dan Kanada dapat memicu ketidakpastian di kalangan pelaku bisnis global.
Beberapa kebijakan ini juga bertentangan dengan insentif manufaktur dan energi yang diterapkan oleh pemerintahan sebelumnya.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
