Connect with us

Internasional

Dilarang Pakai Blouse Bendera Palestina, Anggota DPR Belanda Ganti dengan Kemeja Motif Semangka

Anggota DPR Belanda ngotot pakai baju bersimbol Palestina meski telah diminta berganti pakaian saat menghadiri sidang parlemen Belanda.

Logompn

Published

on

Dilarang pakai blouse bendera palestina, anggota dpr belanda ganti dengan kemeja motif semangka
Dilarang Pakai Blouse Bendera Palestina, Anggota DPR Belanda Ganti dengan Kemeja Motif Semangka | Gambar: Kolase Instagram/@landpalestine

MPN Indonesia 23 September 2025 - Esther Ouwehand, anggota DPR Belanda dari Partai untuk Hewan (Partij voor de Dieren), diminta berganti pakaian saat menghadiri sidang parlemen Belanda yang membahas anggaran nasional pada Kamis (18/9).

Permintaan itu muncul karena Ouwehand mengenakan blus bermotif bendera Palestina (merah, hijau, putih, dan hitam) yang dinilai sebagai keberpihakan politik.

Melihat sikap itu, Ketua DPR Belanda Martin Bosma menyampaikan keberatan secara langsung dalam sidang.

“Saya merasa keberatan Anda sekarang berdiri di sini dengan bendera ini,” ujarnya seperti dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, Selasa (23/9).

Namun, Ouwehand menolak anggapan tersebut dan menyatakan bahwa apa yang dipakainya saat itu tidak tertulis dalam larangan.

“Saya membaca aturan dan tidak melihat yang menyatakan larangan menyampaikan pidato hari ini saat mengenakan blus berwarna merah, hijau, putih, dan hitam,” katanya.

Ngotot Pakai Simbol Palestina

Setelah perdebatan, Bosma tetap meminta Ouwehand berganti pakaian. Ia pun meninggalkan ruang parlemen dan kembali dengan mengenakan kemeja merah muda bercorak bintik hitam serta celana hijau.

Bukan tanpa makna, pakaian tersebut merupakan simbol solidaritas Palestina melalui motif buah semangka yang digunakan sejak pemerintah Israel melarang pengibaran bendera Palestina pada masa Perang Enam Hari tahun 1967.

Semangka diadopsi sebagai simbol karena warnanya menyerupai bendera Palestina dan digunakan untuk menyampaikan dukungan secara tidak langsung terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dalam pernyataannya di dalam sidang, Ouwehand menyampaikan solidaritas terhadap Palestina dan menyebut pentingnya menempatkan warga Gaza sebagai perhatian utama.

“Kami berdiri di sini sebagai bentuk solidaritas untuk Palestina, tapi yang paling penting adalah semua nilai yang tidak berdaya, dan kita hanya bisa maju jika kita berani menempatkan kelompok yang paling rentan sebagai pusatnya jika berani memiliki nalar dari sudut pandang kepentingan mereka tidak bisa membela diri,” ucapnya.

Baca Juga:  Trump dan Netanyahu Umumkan Proposal Damai untuk Akhiri Perang Gaza

Ia juga menegaskan keinginannya untuk tetap berkontribusi dalam sidang tanpa harus berganti pakaian.

“Saya akan sangat menghargai jika saya dapat memberikan kontribusi tanpa harus berganti pakaian,” tambah Ouwehand.

Profil Esther Ouwehand, Keras Suarakan Dukungan terhadap Palestina

Esther Ouwehand lahir di Katwijk pada 10 Juni 1976 dan tinggal di ‘s-Gravenhage atau Den Haag yang telah menjadi anggota DPR Belanda selama 6.423 hari.

Ia mengenyam pendidikan di Universitas Amsterdam dengan jurusan Kebijakan, Komunikasi, dan Organisasi, meski belum menyelesaikannya. Di masa mudanya, ia pernah bekerja sebagai manajer pemasaran junior di majalah remaja Sanoma Uitgevers.

Ouwehand dikenal sebagai salah satu politikus Belanda yang vokal menyuarakan dukungan terhadap Gaza.

Partai tempat ia bernaung, PvdD, secara konsisten menyerukan gencatan senjata di Gaza, mencerminkan sikap politik mereka terhadap konflik internasional yang berlangsung di wilayah tersebut.

(ADN/NID/RAD)

Trending