Connect with us

Internasional

Donald Trump Targetkan Perang dengan Iran Selesai sebelum Bertemu dengan Xi Jinping

Donald Trump menargetkan perang AS dan Iran selesai dalam 4–6 minggu sebelum bertemu Xi Jinping di Beijing.

Logompn

Published

on

Donald Trump Targetkan Perang dengan Iran Selesai sebelum Bertemu dengan Xi Jinping
Donald Trump Targetkan Perang dengan Iran Selesai sebelum Bertemu dengan Xi Jinping. Gambar: Instagram/@realdonaldtrump

MPN Indonesia 27 Maret 2026 - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menargetkan perang antara AS dan Iran dapat diselesaikan dalam waktu empat hingga enam minggu sebelum pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping, yang dijadwalkan berlangsung di Beijing pada pertengahan Mei 2026.

Menurut laporan Wall Street Journal, sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran pada Sabtu (28/2), Trump secara pribadi menyampaikan kepada para ajudannya bahwa ia meyakini konflik ini telah memasuki tahap akhir.

Tujuannya adalah agar perang tidak berlangsung berkepanjangan dan tidak mengganggu agenda diplomatik penting antara AS dan China.

Sumber yang mengetahui langsung persoalan ini menyebutkan bahwa Trump secara konsisten menekan para penasihatnya agar berpegang pada jadwal penyelesaian konflik dalam kurun waktu empat hingga enam minggu.

Ia menyampaikan keinginannya agar konflik internasional ini tidak mengalihkan perhatian dari isu-isu domestik menjelang pemilihan sela.

Pertemuan puncak dengan Xi Jinping menjadi pertimbangan utama dalam menyusun langkah penyelesaian konflik ini, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal pada Kamis (26/3).

“Presiden fokus penuh untuk mencapai tujuan militer melawan Iran. Fokus tunggal Presiden adalah kemenangan,” ujar Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam keterangannya.

“Presiden Trump sangat terampil dalam multi-tasking dan menangani berbagai tantangan pada saat yang bersamaan,” tambahnya.

Tensi Militer dan Upaya Diplomatik Berjalan Seiring

Meskipun keinginan untuk menyelesaikan konflik sebelum Mei telah ditegaskan, negosiasi perdamaian antara AS dan Iran masih berada pada tahap awal.

Para perantara dari Timur Tengah dilaporkan mulai menyampaikan proposal awal kepada kedua belah pihak.

Baca Juga:  Iran Batasi Akses Internet Usai Serangan Udara Besar dari Israel

Di sisi lain, meskipun Trump menunjukkan ketertarikan terhadap pendekatan diplomatik, AS tetap meningkatkan tekanan militer dengan pengerahan tambahan pasukan ke kawasan Timur Tengah.

Trump juga dilaporkan telah menarik kembali ancamannya untuk menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran.

Salah satu ide yang sempat disampaikan Trump kepada para pejabatnya adalah kemungkinan mengamankan akses AS terhadap sebagian minyak Iran sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Namun, menurut seorang pejabat senior, belum ada rencana konkret yang sedang disusun terkait gagasan tersebut.

Di dalam lingkup internal pemerintahan AS, terdapat perbedaan pandangan.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dikabarkan menentang penyelesaian konflik yang dianggap terlalu dini.

“Kami melihat diri kami sebagai bagian dari negosiasi ini juga. Kami bernegosiasi dengan bom,” ujar Hegseth dalam sebuah acara bersama Trump.

Fokus Domestik dan Tekanan Politik Internal

Secara domestik, Trump juga dihadapkan pada tekanan politik dari Partai Republik yang khawatir konflik dengan Iran akan berdampak negatif terhadap elektabilitas partai menjelang pemilihan sela.

Beberapa isu dalam negeri yang menjadi perhatian Trump saat ini mencakup:

  • Strategi legislasi aturan kelayakan pemilih di Kongres
  • Pengiriman agen imigrasi ke bandara
  • Kesiapan menjelang pemilihan sela

Seorang rekan dekat Trump mengungkapkan bahwa sang presiden merasa perang ini telah mengganggu fokus terhadap agenda-agenda domestik yang lebih mendesak.

Korban Konflik dan Strategi Militer AS

Pejabat AS melaporkan jumlah korban warga Amerika dari operasi militer terhadap Iran hingga saat ini mencakup 13 orang tewas dan hampir 300 orang lainnya luka-luka.

Trump disebut tetap enggan mengerahkan pasukan darat secara besar-besaran karena kekhawatiran terhadap jumlah korban jiwa yang mungkin ditimbulkan.

Baca Juga:  Usai Dilantik, Donald Trump Berencana Pindahkan Warga Gaza ke Indonesia

Meski begitu, Trump telah memberikan arahan agar militer AS tetap menekan Iran sembari membuka opsi untuk penyelesaian damai.

Sikap ini menunjukkan bahwa langkah militer dan diplomasi dijalankan secara paralel sebagai bagian dari strategi politik internasional pemerintahannya.

(ADN/NID/RAD)

Trending