Connect with us

Internasional

Donald Trump Terpilih Menjadi Presiden AS yang ke-47

Donald Trump memenangkan pemilu AS 2024 dengan 270 suara elektoral, mengalahkan Kamala Harris. Kemenangan ini menandai kembalinya Trump sebagai presiden AS.

Adinda

Published

on

Donald Trump Terpilih Menjadi Presiden AS yang ke
Donald Trump Terpilih Menjadi Presiden AS yang ke-47. Gambar : REUTERS/Brian Snyder

MPN Indonesia 6 November 2024 - Donald Trump dari Partai Republik berhasil memenangkan kursi kepresidenan Amerika Serikat dalam pemilu 2024 setelah memperoleh 270 suara elektoral, mengalahkan kandidat Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris, yang hanya meraih 213 suara elektoral.

Hasil ini menjadikan Trump presiden terpilih ke-47 untuk masa jabatan 2024-2028.

Donald Trump resmi terpilih sebagai presiden AS berdasarkan hitung cepat yang dilaporkan situs pemantauan suara 270toWin pada Rabu (6/11).

Dengan sisa 55 suara elektoral yang masih dalam proses penetapan, perolehan Trump telah melewati ambang batas minimum 270 dari total 538 suara elektoral yang diperlukan.

Kemenangan ini mengakhiri proses pemilu yang sarat dengan kampanye intens serta persaingan ketat, terutama di negara bagian “swing” yang krusial dalam menentukan hasil pemilihan.

Kemenangan Trump

Keunggulan Donald Trump ditentukan oleh keberhasilannya menguasai suara di tiga negara bagian utama atau “swing states,” yakni Georgia, North Carolina, dan Pennsylvania.

Trump memenangkan 16 suara elektoral di Georgia, 16 di North Carolina, dan 19 di Pennsylvania.

Ketiga negara bagian ini sebelumnya menjadi medan persaingan penting pada Pilpres 2020, di mana Pennsylvania dan Georgia sempat dimenangkan oleh Joe Biden dari Partai Demokrat.

Keberhasilan Trump merebut kembali suara di negara-negara bagian ini menjadi faktor kunci dalam keunggulannya atas Kamala Harris.

Sistem Electoral College dalam Pemilu AS

Berbeda dengan sistem pemilu langsung yang diterapkan di banyak negara, pemilihan presiden di AS menggunakan mekanisme electoral college.

Dalam sistem ini, pemenang tidak ditentukan oleh suara populer dari pemilih, melainkan melalui suara anggota electoral college.

Baca Juga:  Rombongan Trump Buang Semua Barang dari China sebelum Naik Pesawat Pulang ke AS

Sistem electoral college ini mengandalkan perwakilan tidak langsung, di mana pemilih di setiap negara bagian memilih anggota electoral college yang nantinya akan memberikan suara untuk calon presiden pilihan mereka.

Proses electoral college terdiri dari tiga tahap utama, yakni pemilihan anggota electoral college oleh masyarakat, pemilihan presiden oleh electoral college, dan penghitungan suara elektoral oleh Kongres.

Pada pemilu 5 November, pemilih Amerika tidak secara langsung memilih presiden, melainkan memilih perwakilan yang duduk di electoral college dan akan mewakili pilihan mereka dalam pemilihan presiden.

Komposisi dan Peran Electoral College

Setiap negara bagian memiliki jumlah anggota electoral college yang bervariasi, disesuaikan dengan populasi di wilayah tersebut.

Totalnya, electoral college terdiri dari 538 anggota, dan setiap anggota memiliki satu suara.

Untuk memenangkan pemilihan presiden, kandidat harus mengumpulkan setidaknya 270 suara elektoral dari total 538.

Anggota electoral college dipilih dan diajukan oleh partai politik di tingkat negara bagian, umumnya tokoh partai atau orang dengan afiliasi kuat terhadap calon presiden partainya.

Meskipun nama anggota electoral college jarang tercantum dalam surat suara, para pemilih memberikan suara untuk kandidat presiden sekaligus memilih anggota electoral college yang mewakili pilihan tersebut.

Dampak Kemenangan Trump pada Politik Internasional

Kemenangan Donald Trump diperkirakan akan memberikan dampak signifikan pada politik internasional, terutama dalam kebijakan luar negeri.

Trump, yang pernah menjabat sebagai presiden pada periode 2017-2021, dikenal dengan kebijakan “America First” yang berfokus pada kepentingan domestik AS.

Dalam periode sebelumnya, pendekatan ini memengaruhi hubungan AS dengan berbagai negara, termasuk sekutu-sekutu tradisional di Eropa dan Asia.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending