Connect with us

Internasional

FIFA Gandeng Board of Peace untuk Bangun Stadion Baru di Gaza

FIFA dan Board of Peace bangun stadion nasional Gaza senilai 75 juta dolar untuk pemulihan pascakonflik Palestina.

Logompn

Published

on

FIFA Gandeng Board of Peace, Kucurkan Rp844 Miliar untuk Bangun Stadion Baru di Gaza
FIFA Gandeng Board of Peace, Kucurkan Rp844 Miliar untuk Bangun Stadion Baru di Gaza. Gambar: Instagram/@gianni_infantino

MPN Indonesia 1 Maret 2026 - FIFA dan Dewan Perdamaian (Board of Peace) resmi menandatangani perjanjian kemitraan strategis pada Kamis (19/2) di Markas Besar Institut Perdamaian Donald J. Trump, Amerika Serikat, untuk mendukung proses rekonstruksi di Jalur Gaza, Palestina.

Inisiatif ini akan merealisasikan pembangunan stadion nasional baru berkapasitas hingga 25.000 tempat duduk dengan total anggaran sebesar 50 juta dolar AS (sekitar Rp784 miliar), serta akademi FIFA senilai 15 juta dolar AS dan infrastruktur pendukung lainnya.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Presiden FIFA Gianni Infantino, anggota Dewan Eksekutif Perdamaian Gaza Yakir Gabay, Perwakilan Tinggi untuk Gaza Yang Mulia Nickolay Mladenov, dan Ketua Komisioner Komite Nasional untuk Administrasi Gaza Dr. Ali Shaath.

Proyek ini merupakan bagian dari program pemulihan pascakonflik di Gaza yang dilaksanakan oleh FIFA bersama Board of Peace (BoP), lembaga yang didirikan oleh Presiden AS Donald Trump pada Januari 2026.

“Hari ini, FIFA dan Dewan Perdamaian telah menandatangani perjanjian kemitraan penting yang akan mendorong investasi ke dalam sepak bola untuk tujuan membantu proses pemulihan di daerah pascakonflik,” tulis Gianni dalam unggahan Instagramnya @gianni_infantino, dikutip MPN Indonesia pada Minggu, (1/3).

“Kita tidak hanya perlu membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit, atau jalan. Kita juga harus membangun kembali dan mengembangkan orang, emosi, harapan, dan kepercayaan. Melalui kemitraan ini, FIFA akan membantu memulihkan dan mengembangkan ekosistem sepak bola di Gaza sebagai langkah awal, menciptakan ruang aman untuk bermain dan jalur bagi kaum muda untuk merasakan kebahagiaan dan harapan yang dibawa oleh sepak bola,” jelas Gianni di unggahan lain.

Rencana Pembangunan Sepak Bola Gaza

Program kerja sama ini terdiri dari empat fase pengembangan yang mencakup rekonstruksi fisik dan aktivasi sosial serta ekonomi. FIFA menargetkan untuk:

  • Membangun 50 lapangan mini FIFA Arena, masing-masing senilai 50.000 dolar AS (total sekitar 2,5 juta dolar AS), yang berlokasi di dekat sekolah dan kawasan permukiman.
  • Mendirikan lima lapangan berukuran penuh, dengan biaya 1 juta dolar AS per lapangan, tersebar di berbagai distrik di Gaza.
  • Mengembangkan Akademi FIFA berstandar internasional senilai 15 juta dolar AS untuk pembinaan talenta lokal dan pelatihan kejuruan.
  • Membangun stadion nasional baru berkapasitas antara 20.000 hingga 25.000 penonton dengan anggaran 50 juta dolar AS.
Baca Juga:  UEA Berencana Bangun Hunian Sementara untuk Warga Gaza di Wilayah Israel

Fase implementasi proyek dirancang sebagai berikut:

  • Fase I (3–6 bulan): Aktivasi komunitas melalui pembangunan 50 lapangan mini, program Football for Schools, dan distribusi perlengkapan.
  • Fase II (12 bulan): Pengembangan lima lapangan profesional sebagai basis pembentukan klub lokal.
  • Fase III (18–36 bulan): Pembangunan Akademi FIFA untuk integrasi olahraga, pendidikan, dan akomodasi.
  • Fase IV (18–36 bulan): Konstruksi stadion nasional sebagai pusat kegiatan olahraga dan budaya di Gaza.

Keseluruhan proyek ini bernilai 75 juta dolar AS (sekitar Rp1,17 triliun) dan dimaksudkan untuk memperkuat ekosistem sepak bola di Palestina melalui penguatan infrastruktur, pengembangan SDM, serta peningkatan peluang ekonomi masyarakat.

Dukungan Politik dan Kritik Terhadap FIFA

Proyek ini diumumkan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang diselenggarakan di Washington pada Kamis (19/2), yang juga menghasilkan komitmen pendanaan sebesar 7 miliar dolar AS dari sembilan negara untuk mendukung pemulihan Gaza.

Dalam acara tersebut, Infantino tampil mengenakan topi merah bertuliskan “USA” dan angka “45-47” sebagai simbol dukungan terhadap dua masa kepresidenan Donald Trump.

Keterlibatan FIFA dalam forum politik ini menuai kritik dari sejumlah pihak yang menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap prinsip netralitas politik federasi olahraga internasional.

Namun, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberikan pembelaan, menyatakan bahwa dukungan FIFA terhadap pembangunan infrastruktur olahraga di Gaza selaras dengan peran federasi olahraga internasional dalam pengembangan kawasan.

“IOC telah berhubungan dengan FIFA. Kami memahami bahwa FIFA mendukung, melalui sepak bola, program investasi pemulihan olahraga yang komprehensif di Gaza,” kata juru bicara IOC dalam keterangannya.

Meskipun tidak memiliki tim sepak bola nasional sendiri, Gaza tergabung dalam tim gabungan Palestina bersama Tepi Barat yang telah diakui oleh FIFA sejak 1998.

Baca Juga:  Mungkinkah Persib Rekrut Luka Menalo, Winger Bosnia di Tengah Sanksi FIFA?

Dalam video promosi yang ditayangkan pada acara tersebut, FIFA menekankan bahwa proyek ini akan menciptakan ekosistem sepak bola lengkap yang dirancang untuk mendukung komunitas dan generasi mendatang.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending