Connect with us

Internasional

Gempa M 6,9 Guncang Filipina, 69 Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka

Gempa 6,9 SR mengguncang Cebu, Filipina. Sedikitnya 69 orang tewas, 150 lebih luka-luka, dan puluhan bangunan rusak. Pemerintah salurkan bantuan darurat.

Logompn

Published

on

Korban tewas akibat gempa m 6,9 di filipina bertambah jadi 69 orang
Korban Tewas akibat Gempa M 6,9 di Filipina Bertambah jadi 69 Orang. Gambar : Reuters/Adrian Portugal

MPN Indonesia 2 Oktober 2025 - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang wilayah utara Pulau Cebu, Filipina pada Selasa malam (30/9).

Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, bencana alam ini menewaskan sedikitnya 69 orang, melukai lebih dari 150 orang, serta merusak 22 bangunan.

Gempa terjadi pukul 21.59 waktu setempat dengan pusat gempa berada di lepas pantai utara Kota Bogo, menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Lokasi Terdampak dan Kerusakan

Kota Bogo, yang berpenduduk sekitar 90.000 jiwa, menjadi wilayah terdampak paling parah.

Kota San Remigio juga mengalami kerusakan signifikan hingga ditetapkan dalam status bencana alam untuk mempercepat proses tanggap darurat.

Kerusakan yang dilaporkan meliputi 22 bangunan rusak, runtuhnya menara lonceng gereja Katolik tua di Pulau Bantayan, kerusakan ruas jalan di Kota Bogo, serta terganggunya pasokan air bersih akibat rusaknya jalur distribusi.

Di Jembatan Cebu, guncangan gempa memicu kepanikan. Sejumlah pengendara sepeda motor turun dan berpegangan pada pagar pembatas demi keselamatan.

Korban Jiwa dan Luka-Luka

Data awal Dewan Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nasional (NDRRMC) mencatat 26 orang tewas.

Namun, data terbaru dari Kantor Bencana Provinsi Cebu menyebutkan jumlah korban mencapai 69 orang. Lebih dari 150 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seorang pejabat lokal mengungkapkan rumah sakit di Bogo kewalahan menangani banyaknya korban luka yang berdatangan.

Upaya Penyelamatan dan Gempa Susulan

Upaya pencarian korban masih dilakukan di sejumlah titik terdampak, termasuk San Remigio dan Bogo.

Proses evakuasi terkendala gempa susulan dan kondisi gelap pada malam hari.

Baca Juga:  Wapres Gibran Rakabuming Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

“Mungkin ada orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan,” ujar Wilson Ramos, pejabat penyelamat provinsi, dikutip dari AFP.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina melaporkan sedikitnya 379 gempa susulan terjadi sejak gempa utama.

Selain itu, aliran listrik sempat terputus di Cebu dan beberapa pulau sekitarnya, namun National Grid Corp.

Filipina menyatakan listrik kembali normal tak lama setelah tengah malam di Cebu dan empat pulau besar lainnya.

Respons Pemerintah dan Bantuan

Presiden Ferdinand Marcos Jr menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan bantuan segera disalurkan.

Sejumlah sekretaris kabinet diterjunkan langsung untuk mengoordinasikan bantuan kemanusiaan.

Pemerintah Provinsi Cebu mengumumkan mobilisasi relawan medis melalui media sosial resmi.

Di San Remigio, Wakil Wali Kota Alfie Reynes mengimbau pengiriman bantuan makanan, air bersih, serta alat berat.

“Hujan deras dan listrik padam, jadi kami sangat membutuhkan bantuan, terutama di wilayah utara karena terjadi kelangkaan air setelah jalur pasokan rusak akibat gempa bumi,” jelas Reynes.

Meski kerusakan meluas, Bandara Internasional Mactan-Cebu tetap beroperasi normal.

Kesaksian Warga

Joey Leeguid, petugas pemadam kebakaran di Kota San Fernando, Cebu, menceritakan kuatnya guncangan saat gempa terjadi.

“Kami melihat loker kami bergerak dari kiri ke kanan. Kami sempat merasa pusing untuk beberapa saat, tetapi kami semua baik-baik saja sekarang,” pungkasnya kepada AFP.

(ADN/NID/RAD)

Trending