Connect with us

Internasional

Harga BBM Naik Drastis di 15 Negara Ini, Ada Indonesia?

Berikut 15 negara dengan kenaikan harga BBM tertinggi dunia per April 2026. Setengah negara Asia Tenggara masuk daftar.

Logompn

Published

on

Harga BBM Naik Drastis di 15 Negara Ini, Ada Indonesia?
Harga BBM Naik Drastis di 15 Negara Ini, Ada Indonesia? Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 27 April 2026 - Harga BBM melonjak drastis di berbagai negara dalam periode Februari hingga 13 April 2026 setelah pecahnya konflik Iran yang memicu kenaikan harga minyak mentah global hingga di atas US$100 per barel.

Data yang dipetakan Visual Capitalist berdasarkan Global Petrol Prices di 128 negara menunjukkan sejumlah negara mengalami lonjakan signifikan, bahkan lebih dari dua kali lipat dalam beberapa minggu.

Lonjakan tersebut mencerminkan respons pasar energi terhadap guncangan geopolitik sejak akhir Februari 2026.

Kondisi ini menunjukkan struktur ketergantungan impor energi mempercepat transmisi kenaikan harga global ke pasar domestik.

Negara dengan Kenaikan Harga BBM Tertinggi

Sejak akhir Februari 2026 sejumlah negara mencatat lonjakan harga bensin tertinggi.

Dikutip MPN Indonesia melalui laman Visual Capitalist pada Senin (27/4) berikut 15 negara dengan kenaikan harga BBM paling tinggi di Dunia.

  1. Myanmar 101,1%
  2. Filipina 72,6%
  3. Malaysia 68,1%
  4. Laos 45,6%
  5. Zimbabwe 42,9%
  6. Pakistan 42,0%
  7. Uni Emirat Arab 40,8%
  8. Kamboja 40,4%
  9. Nepal 39,5%
  10. Panama 38,5%
  11. Guatemala 37,7%,
  12. Tanzania 37,0%,
  13. Peru 35,6%,
  14. Amerika Serikat 35,1%, 
  15. Malawi 34,4%

Indonesia tercatat hanya mengalami kenaikan sebesar 2,8% menjadikannya sebagai salah satu negara dengan kenaikan terkecil per 13 April 2026.

Faktor Ketergantungan Impor Energi

Lonjakan harga BBM di Asia Tenggara berkaitan dengan ketergantungan kawasan terhadap impor minyak mentah yang melewati Selat Hormuz, salah satu jalur utama distribusi energi global.

Gangguan pasokan di wilayah tersebut berdampak langsung pada negara-negara pengimpor di Asia.

Kerentanan kawasan ini terkait dengan impor minyak yang mengalir melalui Selat Hormuz.

Gangguan distribusi di jalur tersebut dapat cepat menyebar ke pasar Asia.

Baca Juga:  Filipina Resmi Deklarasikan Darurat Energi Nasional Imbas Konflik di Timur Tengah

Selain itu, sejumlah negara di Asia Tenggara tidak memiliki cadangan energi domestik yang memadai sehingga rentan terhadap volatilitas harga dan risiko pengiriman.

Jika gangguan berlanjut, tekanan terhadap energi dan harga bahan bakar berpotensi meningkat, terutama di negara-negara yang bergantung pada impor.

Struktur pasokan yang minim diversifikasi membuat transmisi kenaikan harga minyak mentah global berlangsung lebih cepat di tingkat domestik.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending