Connect with us

Internasional

Israel dan Lebanon bakal Negosiasi Pekan Depan di AS

Israel dan Lebanon dijadwalkan menggelar negosiasi gencatan senjata pada Selasa (14/4) di Washington, Amerika Serikat.

Logompn

Published

on

Israel dan Lebanon bakal Negosiasi Pekan Depan di AS
Israel dan Lebanon bakal Negosiasi Pekan Depan di AS. Gambar: Reuters

MPN Indonesia 11 April 2026 - Israel dan Lebanon dijadwalkan menggelar negosiasi gencatan senjata pada Selasa (14/4) di Washington, Amerika Serikat.

Pertemuan ini melibatkan perwakilan resmi kedua negara dengan tujuan membahas deklarasi gencatan senjata serta menentukan jadwal dimulainya negosiasi.

Kepresidenan Lebanon menyatakan bahwa kesepakatan untuk mengadakan pertemuan tersebut dicapai melalui komunikasi antara duta besar Lebanon dan Israel untuk Washington bersama duta besar AS untuk Lebanon.

“Selama panggilan telepon, disepakati untuk mengadakan pertemuan pertama Selasa depan di Departemen Luar Negeri untuk membahas deklarasi gencatan senjata dan tanggal dimulainya negosiasi antara Lebanon dan Israel di bawah naungan AS,” tulis pernyataan Kepresidenan Lebanon, dikutip MPN Indonesia dari CNA.

Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter, menegaskan bahwa pembicaraan akan dilakukan langsung dengan pemerintah Lebanon tanpa melibatkan Hizbullah.

“Israel menolak untuk membahas gencatan senjata dengan organisasi teroris Hizbullah, yang terus menyerang Israel dan merupakan penghalang utama perdamaian antara kedua negara,” kata Leiter.

Negosiasi Difasilitasi Amerika Serikat

Amerika Serikat bertindak sebagai tuan rumah sekaligus fasilitator dalam upaya diplomatik ini.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS kepada Anadolu mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari negosiasi gencatan senjata.

Delegasi AS akan dipimpin oleh Duta Besar untuk Lebanon Michel Issa, sementara Israel diwakili Yechiel Leiter dan Lebanon oleh Duta Besar Nada Hamadeh-Moawad.

Presiden Lebanon Joseph Aoun sebelumnya menyatakan bahwa gagasan gencatan senjata yang diikuti negosiasi langsung mulai mendapatkan momentum di tingkat internasional.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam juga menegaskan posisi negaranya dengan mengatakan “Tidak ada yang bernegosiasi atas nama Lebanon kecuali negara Lebanon”.

Baca Juga:  Eks Presiden Iran, Ahmadinejad Dikabarkan Masih Hidup

Hampir Dua Ribu Orang Meninggal

Negosiasi ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan militer. Serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 1.888 orang dan melukai 6.092 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Dalam salah satu serangan terbesar, lebih dari 100 target dihantam dalam waktu 10 menit, menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 lainnya.

Militer Israel menyatakan telah “menghilangkan lebih dari 180 militan” Hizbullah dalam salah satu gelombang serangan tersebut.

Pertempuran terus berlanjut meskipun terdapat pengumuman gencatan senjata antara AS dan Iran, yang memicu perbedaan pandangan mengenai apakah kesepakatan tersebut juga mencakup Lebanon.

Washington dan Tel Aviv menyatakan bahwa gencatan senjata itu tidak berlaku untuk Lebanon, sementara Iran dan Pakistan menyatakan sebaliknya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending