Connect with us

Internasional

Jurnalis Al Jazeera Tinggalkan Surat Wasiat usai Gugur dalam Serangan Udara Israel, Begini Isinya

Jurnalis Al Jazeera, Anas Al Sharif, meninggalkan wasiat sebelum tewas akibat serangan Israel.

Logompn

Published

on

Jurnalis al jazeera tinggalkan surat wasiat usai gugur dalam serangan udara israel, begini isinya
Jurnalis Al Jazeera, Anas Al Sharif. Gambar: Kolase Tangkapan Layar X/@AnasAlSharif0

MPN Indonesia 12 Agustus 2025 - Jurnalis Al Jazeera, Anas Al Sharif, meninggalkan pesan terakhir sebelum tewas akibat serangan pasukan Israel di Kota Gaza pada Minggu (10/11).

Wasiat tersebut ditulis Anas pada 6 April 2025 dan dipublikasikan oleh tim adminnya melalui akun resmi X @AnasAlSharif0 pada Senin (11/8).

Dalam pesan tersebut, Al Sharif menyatakan tekadnya untuk tetap menjadi suara rakyat Gaza hingga akhir hayat.

Pembuka Wasiat

Dalam pesan terakhirnya, Anas al-Sharif menyampaikan bahwa jika kata-kata tersebut sampai kepada publik, itu berarti ia telah dibunuh oleh Israel dan suaranya telah dibungkam.

“Ini adalah wasiat dan pesan terakhirku. Jika kata-kata ini sampai kepadamu, ketahuilah bahwa Israel telah berhasil membunuhku dan membungkam suaraku,” tulisnya, dikutip MPN Indonesia, Selasa (12/8).

Ia menuliskan bahwa sejak kecil di kamp pengungsi Jabalia, ia telah memberikan seluruh tenaga untuk menjadi penopang rakyatnya.

Harapannya adalah dapat kembali bersama keluarga ke kota asalnya, Asqalan (Al-Majdal), namun ia menerima takdir Tuhan.

“Aku telah menjalani rasa sakit dalam segala detailnya, merasakan penderitaan dan kehilangan berkali-kali, namun aku tak pernah ragu menyampaikan kebenaran sebagaimana adanya… agar Allah menjadi saksi atas mereka yang diam, mereka yang menerima pembunuhan kami,” tulisnya.

Pesan untuk Palestina dan dunia

Dalam tulisannya, Al Sharif menitipkan tanah airnya kepada masyarakat dunia.

“Aku titipkan padamu Palestina — permata mahkota dunia Islam, detak jantung setiap orang merdeka di dunia ini,” ungkapnya.

Ia menggambarkan penderitaan anak-anak Gaza yang menurutnya tidak sempat bermimpi atau hidup dalam damai, dan mengimbau agar perjuangan tidak terhenti oleh batas wilayah atau tekanan politik.

Baca Juga:  Keji! Israel Langgar Gencatan Senjata Hampir 500 Kali dalam 44 Hari

Pesan untuk Keluarga

Al Sharif menuliskan pesan khusus untuk keluarganya.

“Kupercayakan kepadamu putriku tercinta, Sham, cahaya mataku, yang tak pernah kulihat tumbuh dewasa seperti yang kuimpikan,” tulisnya untuk putrinya.

“Kupercayakan kepadamu putraku tersayang, Salah, yang ingin kudukung dan dampingi sepanjang hidup hingga ia cukup kuat untuk memikul bebanku dan melanjutkan misi,” tulisnya untuk putranya.

Ia juga menulis untuk ibunya yang disebutnya sebagai pelindung melalui doa, dan untuk istrinya, Umm Salah (Bayan), yang tetap setia meski terpisah lama akibat perang.

“Aku mohon kalian untuk mendukung mereka, untuk menjadi penopang mereka setelah Allah Yang Maha Kuasa,” sambungnya.

Penutup Wasiat

Al Sharif mengakhiri pesannya dengan pernyataan bahwa ia wafat dalam keadaan teguh pada prinsip-prinsipnya dan memohon agar darahnya menjadi penerang perjuangan rakyat Gaza.

“Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan aku dalam doa-doa tulus kalian untuk pengampunan dan penerimaan,” tutup Anas Al Sharif.

Pesan itu ditandatangani dengan nama lengkapnya, Anas Jamal Al-Sharif, serta tanggal (6 April 2025).

(ADN/NID/RAD)

Trending