Connect with us

Internasional

Keji! Israel Langgar Gencatan Senjata Hampir 500 Kali dalam 44 Hari

Pemerintah Gaza menyatakan bahwa Israel telah melakukan 497 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata sejak diberlakukan pada 10 Oktober 2025.

Logompn

Published

on

Israel langgar gencatan senjata hingga 500 kali dalam 44 hari
Israel Langgar Gencatan Senjata hingga 500 Kali dalam 44 Hari | Gambar: Reuters/Dawoud Abu Alkas

MPN Indonesia 24 November 2025 - Pemerintah Gaza menyatakan bahwa Israel telah melakukan 497 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata sejak diberlakukan pada 10 Oktober 2025.

Gaza Government Media Office dalam keterangannya mengungkap setidaknya 342 warga sipil Palestina tewas dan 875 lainnya terluka atas serangkaian serangan tersebut.

Dalam satu hari saja, terjadi 27 pelanggaran yang mengakibatkan 24 warga Palestina tewas dan 87 lainnya terluka.

Kantor media Gaza menyebut pelanggaran ini sebagai tindakan sistematis yang merusak perjanjian gencatan senjata.

“Kami mengecam sekeras-kerasnya pelanggaran serius dan sistematis atas perjanjian gencatan senjata oleh otoritas pendudukan Israel,” demikian pernyataan Gaza Government Media Office, dikutip MPN Indonesia dari Al-Jazeera pada Senin (24/11).

Rincian Serangan

Berdasarkan laporan, pelanggaran sejak dimulainya gencatan senjata mencakup beberapa bentuk serangan, meliputi penembakan terhadap warga sipil, penyerangan rumah tinggal dan tenda pengungsi, serangan udara dan artileri ke permukiman, serbuan darat melewati batas garis kuning, hingga penghancuran bangunan sipil.

Militer Israel diketahui masih menduduki lebih dari separuh wilayah Gaza, dengan garis kuning sebagai batas reposisi pasukan.

Serangan yang terjadi di sekitar garis tersebut meningkat dan menciptakan ketegangan di permukiman warga.

Laporan Gaza Civil Defense terbaru juga menyebut setidaknya 22 warga Palestina tewas dalam serangan udara yang menghantam rumah dan kendaraan.

Ketegangan Meluas ke Lebanon

Pada Selasa (18/11), Al Jazeera melaporkan serangan pesawat tanpa awak Israel menghantam kamp pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di Lebanon selatan hingga menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 4 lainnya.

Militer Israel mengklaim serangan itu menargetkan anggota Hamas yang berada di kompleks pelatihan dalam kamp tersebut.

Baca Juga:  Merasa Berjasa Damaikan Thailand-Kamboja, Trump: Saya Presiden Perdamaian

“Ketika kami mengatakan tidak akan mentolerir ancaman di perbatasan utara, itu berarti semua kelompok yang beroperasi di wilayah ini,” ujar juru bicara militer Israel, Avichay Adraee.

Tuduhan dari Hamas

Hamas menuduh Israel melanggar gencatan senjata “dengan dalih-dalih yang dibuat-buat” dan meminta mediator dari Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar untuk segera bertindak.

Kelompok tersebut menuding Israel berupaya mengubah batas yang telah disepakati dan mendorong pasukannya bergerak melewati garis kuning ke arah barat.

“Israel sedang mencari-cari alasan untuk menghindari kesepakatan dan kembali melancarkan perang pemusnahan, padahal mereka sendiri yang setiap hari dan secara sistematis melanggar perjanjian,” ungkap Anggota biro politik Hamas, Izzat al-Risheq, kepada Quds News Network.

(ADN/NID/RAD)

Trending