Internasional
Kim Jong Un Desak Percepatan Kekuatan Nuklir di Korea Utara
Kim Jong Un sebut latihan militer Amerika Serikat dan Korea Selatan sebagai ancaman perang dan serukan nuklirisasi cepat.
MPN Indonesia 20 Agustus 2025 - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menyerukan percepatan ekspansi kekuatan senjata nuklir negaranya sebagai respons terhadap latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Pernyataan ini disampaikan Kim Jong Un pada Senin (18/8), saat meninjau kapal perusak angkatan laut Korea Utara bernama Choe Hyon.
Menurut kantor berita resmi Korea Utara (KCNA), Kim Jong Un menyebut bahwa latihan militer AS-Korsel dapat memicu terjadinya perang.
“Penguatan aliansi militer AS-ROK (Korea Selatan) dan unjuk kekuatan adalah bukti paling nyata dari niat mereka menyalakan perang,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari Channel News Asia, Rabu (20/8).
Desak Perluasan Nuklir
Kim menyatakan bahwa situasi geopolitik saat ini menuntut adanya perubahan signifikan dalam kebijakan pertahanan.
“Situasi yang ada saat ini mengharuskan kita untuk membuat perubahan radikal dan cepat dalam teori dan praktik militer yang ada serta perluasan nuklirisasi yang cepat,” katanya.
Dalam inspeksi terhadap Choe Hyon, Kim menerima laporan teknis mengenai sistem persenjataan kapal perang tersebut.
Ia menyatakan kepuasannya atas perkembangan upaya untuk menjadikan angkatan laut Korea Utara lebih maju secara teknologi dan dipersenjatai nuklir.
Target penilaian terhadap kemajuan ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Latihan Militer AS-Korea Selatan Ulchi Freedom Shield
Latihan gabungan tahunan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan dimulai pada Senin (18/8) di bawah tajuk Ulchi Freedom Shield.
Latihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama sebelas hari, mencakup beberapa skenario ancaman termasuk serangan nuklir dan latihan tembak langsung berskala besar.
Menurut pernyataan dari militer Amerika Serikat, kegiatan ini berorientasi pada pertahanan dan bertujuan untuk menghadapi potensi ancaman dari Korea Utara yang telah bersenjata nuklir.
Respons Korea Selatan
Di tengah meningkatnya ketegangan militer, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan niatnya untuk membangun kembali hubungan dengan Korea Utara.
Pada Jumat (15/8), Lee berjanji untuk menghormati sistem politik Korea Utara dan membangun kepercayaan militer, meski sehari sebelumnya Pyongyang menyatakan tidak berminat memperbaiki hubungan dengan Seoul.
Lee, yang terpilih pada bulan Juni lalu telah menyampaikan komitmennya untuk membuka dialog dengan Korea Utara tanpa syarat, berbeda dari kebijakan pendahulunya yang lebih konfrontatif.
Namun demikian, Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, menegaskan bahwa Korea Utara tidak memiliki kehendak untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan.
Ia juga membantah kabar yang menyebut bahwa Pyongyang telah mencabut pengeras suara propaganda di perbatasan antar-Korea.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
