Connect with us

Internasional

Mark Zuckerberg Akui Kesuksesan TikTok bikin Meta Ketar-ketir!

Zuckerberg sebut TikTok ancaman utama Meta dalam sidang antimonopoli, ungkap strategi Reels dan potensi pemisahan Instagram-WhatsApp dari Meta.

Logompn

Published

on

Mark zuckerberg akui kesuksesan tiktok bikin meta ketar ketir!
Mark Zuckerberg Akui Kesuksesan TikTok bikin Meta Ketar-ketir! Gambar : Instagram/@zuck

MPN Indonesia 21 April 2025 - Mark Zuckerberg, CEO Meta, menyatakan bahwa keberhasilan TikTok telah menjadi ancaman utama bagi bisnis Meta.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kesaksiannya pada sidang antimonopoli antara Meta dan Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat yang berlangsung pada Rabu (16/4).

Dalam kesempatan itu, Zuckerberg menjelaskan secara terbuka mengenai tekanan kompetitif yang dihadapi Meta, khususnya dari platform media sosial seperti TikTok, YouTube, iMessage, dan LinkedIn.

Zuckerberg mengungkap bahwa sejak kemunculan TikTok pada 2018, pertumbuhan Meta mengalami perlambatan signifikan.

Aplikasi berbasis video pendek tersebut dinilainya sebagai pesaing paling dominan dalam industri media sosial sejak awal kemunculannya.

Ia menyebut bahwa persaingan ini mendorong Meta untuk melakukan sejumlah penyesuaian strategis guna mempertahankan daya saing.

Persaingan Ketat dengan TikTok dan Langkah Strategis Meta

Menurut Zuckerberg, meningkatnya popularitas TikTok memaksa Meta untuk mengembangkan fitur serupa, seperti Reels.

Fitur ini dirancang untuk bersaing secara langsung dengan konten video pendek yang menjadi ciri khas TikTok dan kini telah menghasilkan lalu lintas video dalam jumlah besar untuk Meta.

Strategi ini dianggap sebagai prioritas utama dalam beberapa tahun terakhir dalam menghadapi dominasi TikTok.

“Kami mengamati bahwa pertumbuhan kami melambat secara drastis (seiring dengan kenaikan popularitas TikTok),” kata Zuckerberg, dikutip MPN Indonesia dari laman Bloomberg, pada Senin (21/4).

“Hal ini sangat mendesak, dan telah menjadi prioritas utama perusahaan selama beberapa tahun,” tambahnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berhasil menarik perhatian pengguna, tetapi juga memaksa perusahaan sebesar Meta untuk berinovasi lebih cepat.

Baca Juga:  TikTok Dikabarkan sedang Siapkan Fitur Kirim Uang Lewat DM, bakal Pakai TikTok Pay?

Kesaksian ini juga digunakan oleh Zuckerberg dan tim hukumnya untuk menegaskan bahwa Meta tidak mendominasi pasar secara mutlak, mengingat kuatnya persaingan dari para kompetitor.

Implikasi Hukum dan Potensi Dampaknya terhadap Meta

Sidang antimonopoli ini penting karena jika FTC memenangkan perkara, Meta dapat diharuskan untuk memisahkan kepemilikan atas Instagram atau WhatsApp.

Ini berarti kedua platform tersebut akan beroperasi secara mandiri dan tidak lagi berada di bawah naungan Meta.

ByteDance, perusahaan induk TikTok, diketahui mengakuisisi Musical.ly pada 2017 dan menggabungkannya dengan TikTok pada 2018.

Pada periode yang sama, Meta yang saat itu masih bernama Facebook berhenti melaporkan jumlah pengguna Facebook secara terpisah dalam laporan kuartalannya.

Sebagai pengganti, Meta mulai menggunakan metrik “keluarga aplikasi” yang mencakup Instagram dan WhatsApp.

Langkah ini diduga bertujuan menyamarkan perlambatan pertumbuhan pengguna di aplikasi utamanya.

Perubahan Fungsi Media Sosial Menurut Zuckerberg

Selama proses persidangan, Zuckerberg juga memberikan pandangannya terkait transformasi fungsi media sosial.

Ia menilai bahwa saat ini aplikasi media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana untuk menjalin hubungan sosial, melainkan telah beralih fungsi menjadi mesin penelusuran konten.

“Aplikasi (media sosial) kini berfungsi sebagai mesin penelusuran. Orang-orang dapat membawa konten itu ke mesin perpesanan,” ujar Zuckerberg saat menjawab pertanyaan mengenai efek jaringan yang dimiliki oleh platform media sosial.

Pernyataan ini menyoroti perubahan perilaku pengguna dalam mengakses dan mendistribusikan konten di era digital.

Fungsi media sosial kini semakin meluas, tidak terbatas hanya sebagai alat komunikasi personal tetapi juga sebagai sumber informasi dan hiburan yang dapat dikonsumsi serta disebarkan melalui berbagai saluran.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending