Connect with us

Internasional

Meksiko Catat Kasus Manusia Terinfeksi Belatung Pertama

Meksiko mencatat kasus pertama infeksi myiasis atau belatung pada manusia, menyerang seorang wanita lanjut usia di Chiapas.

Logompn

Published

on

Meksiko catat kasus manusia terinfeksi belatung pertama
Infeksi belatung ‘pemakan daging’ serang manusia untuk pertama kalinya di Meksiko. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 21 April 2025 - Pemerintah Meksiko mengkonfirmasi kasus pertama infeksi myiasis atau belatung pada manusia, dengan korban seorang wanita berusia 77 tahun yang tinggal di Acacoyagua, negara bagian Chiapas, wilayah selatan negara tersebut. 

Kasus ini diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Meksiko dan merupakan yang pertama tercatat terjadi pada manusia. Pasien saat ini dirawat di rumah sakit Ciudad Salud di Tapachula dan telah diberi antibiotik. 

“Pemerintah Meksiko memastikan nenek tersebut berada dalam kondisi yang baik dan menerima perawatan antibiotik,” dikutip MPN Indonesia dari Reuters pada Senin (21/4).

Infeksi ini menarik perhatian otoritas kesehatan setempat karena penyakit menular ini sebelumnya hanya diketahui menyerang hewan ternak. 

Kementerian Kesehatan Meksiko menyatakan, “Penyakit belatung ‘pemakan daging’ umumnya hanya menyerang ternak,” dan belum ada kasus lain yang dilaporkan hingga saat ini.

Karakteristik Infeksi Myiasis

Myiasis merupakan infeksi parasit akibat serangan larva lalat yang memakan jaringan tubuh inangnya. Infeksi ini dapat terjadi jika larva menyerang luka terbuka atau area tubuh lain seperti telinga atau tali pusar, dan umumnya ditandai oleh lesi besar serta larva yang menyerupai krim atau cacing. 

Myiasis adalah infeksi parasit yang terjadi ketika larva lalat menyerang luka terbuka, memakan jaringan hidup.

Kasus di Meksiko ini diduga disebabkan oleh lalat Cochliomyia hominivorax, spesies lalat asal Amerika yang larvanya dikenal menyerang hewan berdarah panas, termasuk manusia. 

Larva lalat ini berbentuk seperti sekrup dan terpilin, dan biasanya masuk melalui luka terbuka, telinga, atau tali pusar inang yang baru lahir. Infeksi ini bersifat kontaminasi dan patogen, yang berarti dapat menimbulkan kerusakan serius jika tidak segera diobati.

Baca Juga:  Usai Tangkap Maduro, Trump Ancam Kolombia-Kuba-Meksiko

Respon Kesehatan dan Tindakan Pengendalian

Menanggapi kasus ini, otoritas kesehatan Meksiko segera melakukan tindakan preventif dan pengawasan epidemiologi. Langkah ini bertujuan mengendalikan potensi penyebaran penyakit yang selama ini belum pernah terjadi pada manusia di negara tersebut. 

“Otoritas kesehatan Meksiko segera melakukan tindakan preventif atau pencegahan dan pengawasan epidemiologi untuk mengendalikan kemungkinan penyebaran penyakit,” jelas laporan dari Kementerian Meksiko.

Perawatan terhadap pasien mencakup pengangkatan larva secara medis dan perawatan lokal untuk mencegah infeksi sekunder. Prosedur ini penting karena, dalam kasus yang parah, larva dapat menembus jaringan terdalam dan menyebabkan kegagalan organ atau bahkan kematian.

Penemuan Serupa pada Hewan Ternak

Sebelumnya, Meksiko juga telah melaporkan infeksi screwworm pada hewan ternak. Dua bulan sebelum kasus ini, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) menerima laporan tentang parasit Cochliomyia hominivorax pada peternakan sapi di negara bagian Tabasco. 

Pada November 2024, Amerika Serikat pun sempat menghentikan sementara impor sapi dari Meksiko setelah mendeteksi infeksi lalat pemakan daging di negara bagian Chiapas. 

Laporan tersebut mencatat, “Seekor sapi di sebuah peternakan negara bagian Chiapas (dekat perbatasan dengan Guatemala) terinfeksi parasit dari lalat daging.”

Myiasis di Wilayah Lain dan Aspek Penyakit Menular

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa infeksi myiasis tidak menular antar manusia. Infeksi hanya bisa terjadi melalui kontak dengan lalat, kutu, atau nyamuk yang membawa larva. 

CDC menyebut, “Orang yang memiliki luka yang belum diobati atau terbuka memiliki risiko lebih tinggi terkena myiasis saat tinggal atau bepergian di daerah tropis dan subtropis.”

Jenis lalat penyebab infeksi myiasis juga bervariasi menurut wilayah geografis. Selain Cochliomyia hominivorax di Amerika, spesies Chrysomya bezziana umum ditemukan di Asia dan Afrika, termasuk di Indonesia. 

Baca Juga:  Ledakan Kembang Api di Festival Meksiko, 10 Orang Dikabarkan Tewas dan 60 Lainnya Luka

Penelitian terdahulu oleh S. Partoutomo dalam Jurnal Wartazoa pada 2000 mencatat bahwa “Kasus myiasis di Indonesia terjadi pada ternak hewan yang disebabkan oleh lalat C. bezziana.”

Relevansi Terhadap Penyakit Menular dan Virus

Meskipun tidak disebabkan oleh virus, kasus infeksi belatung di Meksiko menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit menular yang muncul dari vektor lingkungan. 

Penularan tidak terjadi secara langsung dari manusia ke manusia, namun risiko infeksi meningkat di wilayah dengan kondisi tropis yang mendukung keberadaan vektor.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending