Connect with us

Internasional

Kapal di Kongo Ludes Terbakar, 148 Orang Dikabarkan Tewas

Kecelakaan kapal di Sungai Kongo tewaskan 148 orang, lebih dari 100 hilang. Insiden dipicu kebakaran saat memasak di atas kapal kayu bermotor HB Kongolo.

Logompn

Published

on

Kapal di kongo ludes terbakar, 148 orang dikabarkan tewas
Kapal di Kongo Ludes Terbakar, 148 Orang Dikabarkan Tewas. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 20 April 2025 - Sebuah kecelakaan kapal terjadi di Republik Demokratik Kongo pada (15/4), menewaskan sedikitnya 148 orang, dengan lebih dari 100 orang lainnya dilaporkan masih hilang.

Kecelakaan ini terjadi ketika sebuah kapal kayu bermotor yang mengangkut sekitar 500 penumpang terbakar dan terbalik di Sungai Kongo, wilayah barat laut negara tersebut.

Kapal bernama HB Kongolo itu berangkat dari pelabuhan Matankumu menuju wilayah Bolomba dan mengalami insiden saat berada di dekat kota Mbandaka.

Api Bermula dari Kompor Saat Memasak di Atas Kapal

Menurut Komisioner Sungai, Compétent Loyoko, kebakaran bermula ketika seorang perempuan sedang memasak di atas kapal.

“Bencana ini bermula ketika api muncul saat seorang perempuan sedang memasak di atas kapal,” ujar Loyoko kepada The Associated Press, dikutip MPN Indonesia dari abcnews.go.com, pada Sabtu (19/4).

Api dengan cepat menyebar, memicu kepanikan di antara penumpang.

Banyak dari mereka, termasuk perempuan dan anak-anak, melompat ke sungai dalam upaya menyelamatkan diri meskipun tidak bisa berenang.

“Beberapa penumpang, termasuk perempuan dan anak-anak, meninggal setelah melompat ke air tanpa bisa berenang,” ungkap Loyoko.

Senator Jean-Paul Boketsu Bofili dari Provinsi Equateur menyampaikan bahwa lebih dari 150 orang selamat, namun banyak di antara mereka mengalami luka bakar tingkat tiga dan belum mendapatkan bantuan kemanusiaan.

“Saat ini, lebih dari 150 orang yang selamat dan mengalami luka bakar derajat tiga belum mendapatkan bantuan kemanusiaan,” kata Senator Jean-Paul Boketsu Bofili.

Beberapa korban selamat dilarikan ke rumah sakit terdekat, sementara lainnya ditempatkan di tempat penampungan sementara di balai kota setempat.

Baca Juga:  Kronologi Kapal Pinisi Hantam Karang di Labuan Bajo, 13 Wisatawan Dievakuasi

Proses Pencarian Korban Masih Berlangsung

Proses pencarian terhadap korban yang hilang masih berlangsung dengan melibatkan tim penyelamat dari Palang Merah dan otoritas provinsi.

Kondisi geografis serta keterbatasan fasilitas pencarian menyulitkan proses evakuasi.

Jumlah korban tewas awalnya diperkirakan sebanyak 50 orang, namun kemudian meningkat drastis menjadi 148 seiring berjalannya pencarian dan evakuasi.

Kecelakaan kapal ini menjadi salah satu dari serangkaian insiden serupa yang kerap terjadi di negara tersebut.

Sungai dan danau di Kongo merupakan jalur transportasi utama bagi penduduk, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur darat.

Namun, penggunaan kapal kayu tua dan pemuatan melebihi kapasitas sering kali menyebabkan kecelakaan fatal.

Kapal Padat Penumpang Jadi Risiko Kecelakaan

Menurut laporan, kapal HB Kongolo mengangkut sekitar 500 penumpang dalam satu perjalanan.

Praktik ini umum terjadi di Kongo, di mana kapal-kapal tradisional kerap digunakan untuk perjalanan antar desa meskipun melampaui batas kapasitas aman.

Kejadian serupa sebelumnya terjadi pada 2024, ketika 78 orang tewas dalam kecelakaan kapal di Danau Kivu, dan 22 orang meninggal dalam insiden tenggelam di bagian barat Kongo pada Desember.

Senator Bofili menyoroti kondisi transportasi air di negara tersebut dengan menyatakan, “Sungai Kongo yang luar biasa dan danau-danau yang melimpah di negara kita telah menjadi kuburan massal bagi rakyat Kongo. Ini tidak bisa diterima,” merujuk pada tingginya angka korban dalam kecelakaan kapal.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending