Internasional
MBS Tegas Tolak Bujukan Trump untuk Normalisasi Hubungan Saudi-Israel
Mohammed bin Salman menolak tegas permintaan Donald Trump untuk menormalisasi hubungan diplomatik Arab Saudi dengan Israel.
MPN Indonesia 28 November 2025 - Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menolak tegas permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menormalisasi hubungan diplomatik Arab Saudi dengan Israel.
Mengutip laporan Axios, penolakan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan mereka di Gedung Putih pada Selasa (18/11).
Dalam pertemuan tersebut, Trump secara eksplisit meminta Arab Saudi untuk bergabung dalam Perjanjian Abraham, yang merupakan inisiatif perdamaian regional pro-Israel.
Namun, MBS menegaskan bahwa Arab Saudi tetap berpegang pada posisinya, yakni bahwa normalisasi hanya dapat terjadi jika Israel menerima solusi dua negara dan pendirian negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
“Putra Mahkota Saudi menanggapi permintaan Trump dengan tegas dan memegang teguh posisinya,” demikian laporan Axios dikutip MPN Indonesia, Jumat (28/11).
Saudi Tegaskan Posisinya
Penolakan MBS juga didasarkan pada sikap publik Arab Saudi yang menentang langkah normalisasi dengan Israel, terutama soal agresi yang masih berlangsung di Gaza meski telah tercapai kesepakatan gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025.
MBS mengatakan kepada Trump bahwa situasi saat ini tidak memungkinkan untuk langkah tersebut.
Meski menolak permintaan Trump saat ini, MBS menyatakan bahwa pada prinsipnya ia tidak menentang normalisasi hubungan.
Namun, ia menekankan bahwa hal itu hanya bisa dilakukan melalui “jalur yang tidak dapat diubah, kredibel, dan terikat waktu” menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Posisi ini secara langsung bertentangan dengan kebijakan pemerintah Israel saat ini yang menolak proses pendirian negara Palestina.
Dalam konferensi pers usai pertemuan, MBS menegaskan bahwa perdamaian dengan Israel dan kawasan hanya dapat dicapai melalui “rencana yang jelas” menuju solusi dua negara.
Ketegangan soal Jet Tempur F-35
Kunjungan resmi Mohammed bin Salman ke Washington pada Selasa dilakukan atas arahan Raja Salman bin Abdulaziz, setelah menerima undangan dari Trump.
Dalam pertemuan tersebut, ketegangan lain muncul dalam pembahasan terkait dukungan militer AS kepada Arab Saudi.
Trump menyatakan kesiapan AS untuk memasok jet tempur F-35 kepada Arab Saudi, sebagaimana telah diberikan kepada Israel.
Namun, keesokan harinya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengklarifikasi bahwa Arab Saudi hanya akan menerima versi F-35 dengan spesifikasi lebih rendah.
Rubio juga meyakinkan Netanyahu bahwa AS tetap berkomitmen untuk menjaga keunggulan militer kualitatif (Qualitative Military Edge/QME) Israel, sebagaimana diatur dalam hukum AS.
“Kami memberi tahu Israel bahwa kami berkomitmen pada QME dan kami tidak akan melanggarnya,” ujar seorang pejabat.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
