Connect with us

Internasional

Memanas! Militer Guinea-Bissau Kuasai Negara, Presiden Ditangkap-Pemilu Dihentikan

Militer Guinea-Bissau menggulingkan Presiden Umaro Sissoco Embalo, menghentikan pemilu, dan menahan sejumlah tokoh politik hingga memicu keprihatinan internasional.

Logompn

Published

on

Militer guinea bissau kuasai negara, presiden ditangkap pemilu dihentikan
Militer Guinea-Bissau Kuasai Negara, Presiden Ditangkap-Pemilu Dihentikan | Gambar: AFP/Patrick Meinhardt

MPN Indonesia 28 November 2025 - Ketegangan politik di Guinea-Bissau memuncak ketika militer mengumumkan telah mengambil alih kekuasaan penuh di negara Afrika Barat tersebut.

Mengutip informasi dari Al Jazeera, para militer yang menyebut dirinya sebagai “Komando Tinggi Militer untuk pemulihan ketertiban” membacakan pernyataan di televisi pada Rabu (26/11).

Mereka mengumumkan bahwa proses pemilu telah ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Tak hanya itu, militer juga memerintahkan untuk menutup semua perbatasan darat, udara, dan laut, serta pemberlakuan jam malam.

Presiden Embalo Ditangkap

Hasil pemungutan suara presiden hari Minggu (23/11), yang mempertemukan Presiden Umaro Sissoco Embalo dengan penantang utamanya, Fernando Dias, diperkirakan akan diumumkan pada hari Kamis (27/11) di negara Afrika Barat tersebut.

Namun, kudeta justru dilakukan tak lama setelah suara tembakan terdengar di sekitar markas besar komisi pemilu, istana kepresidenan, dan Kementerian Dalam Negeri di Ibu Kota Bissau.

“Saya telah digulingkan,” kata Embalo kepada penyiar Prancis France24 melalui panggilan telepon, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera pada Jumat (28/11).

Ia juga menambahkan bahwa dirinya “saat ini berada di markas besar staf umum”.

Jurnalis Al Jazeera, Nicolas Haque, juga melaporkan bahwa Ketua partai oposisi utama PAIGC, Domingos Simoes Pereira, pun telah ditangkap.

Ia menyebut perwira militer yang memimpin kudeta, Denis N’Canha, menjabat sebagai kepala pengawal presiden. 

“Orang yang seharusnya melindungi presiden sendiri telah menahan presiden,” kata Haque.

Militer Ungkap Alasan Kudeta

Militer menyatakan tindakan ini merupakan respons atas rencana yang disebut sebagai upaya memanipulasi hasil pemilu yang melibatkan politisi nasional, bandar narkoba, serta warga asing dan domestik.

Baca Juga:  Trump Bakal Umumkan "Tarif Tinggi" untuk Produk Farmasi Asing

“Komando Tinggi Militer untuk pemulihan ketertiban nasional dan publik memutuskan untuk segera menggulingkan presiden republik,” ujar juru bicara militer Denis N’Tchama, dikutip dari AP News.

Selain Embalo dan Pereira, militer juga menangkap beberapa tokoh lain, yaitu Fernando Dias yang merupakan kandidat oposisi, kepala staf angkatan bersenjata, Menteri Dalam Negeri, dan Ketua Komisi Pemilihan Nasional (CNE).

Militer Tangguhkan Seluruh Aktivitas Negara

Pengambilalihan kekuasaan oleh militer Guinea-Bissau dilakukan oleh komando gabungan seluruh matra angkatan bersenjata.

Selain menutup seluruh perbatasan dan menerapkan jam malam, militer juga menangguhkan seluruh siaran media dan seluruh proses elektoral juga dihentikan.

Kantor CNE juga dikabarkan diserang oleh pria bersenjata tak dikenal.

Menurut pejabat komunikasi CNE Abdourahmane Djalo, insiden tersebut terjadi pada hari yang sama dengan penangkapan para tokoh politik.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending