Connect with us

Internasional

Menteri Transportasi Korea Selatan Dikabarkan Akan Mundur Imbas Kecelakaan Jeju Air

Menteri Transportasi Korea Selatan, Park Sang-woo, mengundurkan diri usai kecelakaan Jeju Air yang menewaskan 179 orang. Simak kronologinya di sini.

Actress 1299250

Published

on

Menteri Transportasi Korea Selatan Dikabarkan Akan Mundur Imbas Keecelakaan Jeju Air
Menteri Transportasi Korea Selatan Dikabarkan Akan Mundur Imbas Keecelakaan Jeju Air. Gambar: Dok. The New York Times

MPN Indonesia 8 Januari 2025 - Menteri Transportasi Korea Selatan, Park Sang-woo, menyatakan niat untuk mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas kecelakaan pesawat Jeju Air pada 29 Desember 2024 yang menewaskan 179 orang.

“Saya merasakan tanggung jawab yang besar atas bencana ini,” ungkap Park Sang-woo.

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa (7/1), di mana ia menegaskan akan memilih waktu yang tepat untuk mengundurkan diri setelah memastikan situasi darurat yang tengah berlangsung dapat diatasi.

Kronologi Kecelakaan Jeju Air

Pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 mengalami kecelakaan serius saat melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan.

Pesawat yang berangkat dari Bangkok, Thailand, tergelincir setelah bagian bawahnya menyentuh landasan pacu.

Insiden ini disebabkan oleh kegagalan roda pendaratan untuk aktif, yang membuat pesawat melampaui landasan hingga menabrak tanggul.

Tak lama setelah benturan, pesawat terbakar hebat.

Ahli keselamatan penerbangan menyebutkan bahwa tanggul yang menopang antena localizer (alat bantu navigasi untuk pendaratan dalam cuaca buruk) didesain terlalu kaku dan jaraknya terlalu dekat dengan landasan.

Faktor ini dianggap memperparah dampak kecelakaan.

Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan

Investigasi terkait kecelakaan pesawat ini terus berlanjut. Pekan lalu, kantor Jeju Air dan operator Bandara Internasional Muan digeledah oleh kepolisian untuk mencari bukti terkait pembangunan tanggul tersebut.

Wakil Menteri Transportasi untuk penerbangan sipil, Joo Jong-wan, mengakui adanya kekurangan dalam langkah keselamatan saat membangun tanggul, meskipun secara formal proses itu dinyatakan sesuai regulasi domestik dan internasional.

Dua penyelidik Korea Selatan telah dikirim ke Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB).

Baca Juga:  11 Tahun Hilang, Malaysia akan Kembali Lanjutkan Pencarian Pesawat MH370

Mereka akan menganalisis perekam data penerbangan (flight data recorder) yang rusak akibat kecelakaan.

Selain itu, perekam suara kokpit (cockpit voice recorder) sedang ditranskripsikan untuk memperoleh informasi lebih rinci mengenai kondisi di dalam pesawat sebelum kecelakaan terjadi.

Faktor Penyebab Kecelakaan

Hasil awal penyelidikan menunjukkan adanya tabrakan burung (bird strike) dengan salah satu mesin pesawat. Bulu burung ditemukan pada mesin yang diambil dari lokasi kecelakaan.

Namun, para ahli menyatakan bahwa tabrakan burung biasanya tidak menyebabkan kegagalan pada roda pendaratan.

Hingga kini, penyebab utama kegagalan roda pendaratan dan keputusan pilot untuk melakukan pendaratan darurat kedua masih dalam tahap investigasi.

Sistem pendaratan di bandara menjadi fokus utama dalam evaluasi keselamatan yang direncanakan oleh Kementerian Transportasi.

Park Sang-woo menegaskan pentingnya peningkatan standar keselamatan penerbangan guna mencegah tragedi serupa.

Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab teknis kecelakaan sekaligus menjadi pedoman untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Trending