Connect with us

Internasional

PM Polandia Minta Warganya Tinggalkan Iran di Tengah Ancaman Konflik AS

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk meminta warganya segera meninggalkan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Logompn

Published

on

PM Polandia Minta Warganya Tinggalkan Iran di Tengah Ancaman Konflik AS
PM Polandia Minta Warganya Tinggalkan Iran di Tengah Ancaman Konflik AS. Gambar: Politico

MPN Indonesia 22 Februari 2026 - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk meminta seluruh warga negaranya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut, menyusul ancaman konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat terjadi dalam waktu dekat.

Tusk menyatakan, potensi konflik bersenjata di kawasan tersebut sangat tinggi, sehingga opsi evakuasi mungkin tidak lagi memungkinkan dalam hitungan jam.

“Mohon segera tinggalkan Iran dan jangan sekali-kali pergi ke negara ini. Saya tidak ingin membuat siapa pun khawatir, tetapi semua tahu apa yang saya maksud. Kemungkinan konflik sangat nyata,” kata Tusk dalam konferensi pers, dikutip MPN Indonesia melalui Politico pada Minggu, (22/2).

Pernyataan ini disampaikan setelah muncul informasi bahwa serangan militer AS terhadap Iran bisa saja diluncurkan dalam hitungan jam atau hari ke depan.

Ia juga menambahkan bahwa permintaan ini bukan untuk menimbulkan kepanikan, tetapi karena situasi di Iran dinilai sangat tidak stabil.

Ketegangan antara AS dan Iran

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat tajam sejak awal tahun, ditandai dengan pengerahan kapal perang, pesawat tempur, dan pesawat pengisi bahan bakar AS ke kawasan sekitar Iran.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi potensi kekerasan dari Iran terhadap pengunjuk rasa serta memberikan tekanan terhadap Teheran terkait program nuklirnya.

Menurut laporan CBS, rencana serangan AS ke Iran telah dipertimbangkan sejak Januari ketika armada militer AS mulai dikerahkan ke Timur Tengah.

Salah satu sumber yang mengetahui rencana tersebut menyatakan kepada CNN bahwa Presiden Donald Trump telah diberi informasi namun belum memberikan persetujuan akhir.

Iran merespons situasi ini dengan mengeluarkan pemberitahuan kepada para penerbang (NOTAM) bahwa negara tersebut berencana meluncurkan roket di sejumlah wilayah selatan pada Kamis (19/2) mulai pukul 03.30 GMT hingga 13.30 GMT, sebagaimana ditunjukkan di situs Administrasi Penerbangan Federal AS.

Baca Juga:  Komdigi Klarifikasi Isu Transfer Data Pribadi Indonesia ke AS, Negosiasi Masih Berjalan

Langkah ini dinilai sebagai bentuk persiapan Iran menghadapi kemungkinan serangan.

Sementara itu, Iran telah menyampaikan peringatan akan membalas serangan jika fasilitas militer AS di kawasan tersebut diserang.

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan antara melanjutkan jalur diplomatik atau menggunakan opsi lain terhadap Teheran.

Amerika Serikat diketahui menuntut agar Iran menghentikan program nuklirnya. Namun, Iran secara tegas membantah sedang mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Teheran pada Desember lalu dan menyebabkan ribuan korban jiwa turut memperburuk ketegangan.

Pemerintah Polandia sebelumnya juga telah mengeluarkan imbauan serupa dalam beberapa bulan terakhir, namun situasi terbaru dinilai lebih genting.

(ADN/NID/RAD)

Trending