Connect with us

Internasional

Presiden Filipina Teken UU Pemakaman Islam yang Layak

Presiden Filipina menandatangani Undang-Undang Pemakaman Islam Filipina untuk memastikan pemakaman sesuai dengan tradisi Islam.

Logompn

Published

on

Presiden filipina teken uu pemakaman islam yang layak
Presiden Filipina menandatangani Undang-Undang Pemakaman Islam. Gambar : REUTERS/Athit Perawongmetha

MPN Indonesia 28 April 2025 - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pada Jumat (11/4) menandatangani Undang-Undang Pemakaman Islam Filipina yang bertujuan untuk memastikan proses pemakaman yang layak dan sesuai dengan tradisi Islam. 

Undang-undang tersebut diunggah ke laman resmi Lembaran Negara pada awal pekan ini. Filipina, sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik, kini secara hukum mengakui prosedur pemakaman Islam, termasuk penyelenggaraan pemakaman dalam jangka waktu yang cepat.

Isi dan Ketentuan Undang-Undang

Berdasarkan ketentuan dalam undang-undang tersebut, dikutip dari Anadolu, pemakaman jenazah Muslim harus dilakukan sesegera mungkin, bahkan jika surat keterangan kematian belum tersedia. 

Tindakan ini sesuai dengan ajaran Islam yang mengatur agar jenazah dimakamkan maksimal dalam waktu 24 jam setelah kematian.

Undang-undang tersebut juga mengharuskan pihak rumah sakit, klinik medis, rumah duka, kamar mayat, fasilitas tahanan dan penjara, serta fasilitas serupa lainnya, untuk menyerahkan jenazah Muslim dalam waktu 24 jam.

“Untuk tujuan pemakaman, sesuai dengan ritual Islam, jenazah (warga) Muslim harus diserahkan dalam waktu 24 jam oleh rumah sakit, klinik medis, rumah duka, kamar mayat, fasilitas tahanan dan penjara, atau fasilitas serupa lainnya, atau orang yang benar-benar merawat atau menjaga jenazah,” demikian bunyi ketentuan dalam UU tersebut.

Selain itu, undang-undang ini mewajibkan keluarga terdekat almarhum untuk melaporkan kematian kepada petugas kesehatan setempat dalam waktu paling lambat 14 hari. 

Petugas kesehatan bertanggung jawab untuk memverifikasi penyebab kematian sebelum menerbitkan surat keterangan kematian resmi.

Sanksi atas Pelanggaran

Dalam upaya menegakkan ketentuan ini, undang-undang menetapkan hukuman bagi siapa saja yang menolak menyerahkan jenazah Muslim dengan alasan biaya rumah sakit atau pemakaman yang belum dibayar, atau alasan lain yang tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga:  Apa Perbedaan Rukyat Hilal & Hisab dalam Penentuan Awal Ramadan 2026?

Sanksi yang dikenakan berupa hukuman penjara antara satu hingga enam bulan dan/atau denda sebesar 50.000 hingga 100.000 peso Filipina.

Latar Belakang Sosial dan Demografi Filipina

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari data Asia Society, lebih dari 86 persen populasi Filipina beragama Katolik Roma, sedangkan sekitar 6 persen menganut berbagai aliran Kristen nasional, dan 2 persen mengikuti lebih dari 100 denominasi Protestan.

Meski umat Muslim hanya berjumlah sekitar 4 persen dari total penduduk, mereka membentuk komunitas yang kuat, terutama di wilayah Mindanao, Sulu, dan Palawan. 

Selain itu, 2 persen sisanya terdiri dari penganut kepercayaan dan praktik adat non-Barat yang tersebar di daerah pegunungan terisolasi.

Minoritas Tionghoa di Filipina, walaupun jumlahnya tidak signifikan secara statistik, juga memiliki pengaruh budaya besar, terutama dalam mewarnai praktik Katolik dengan unsur Buddhisme, Taoisme, dan Konfusianisme.

(ELG/NID/RAD)

Trending