Connect with us

Internasional

Presiden Venezuela Ditangkap AS, Diseret dari Kamar Mandi dan Dibawa ke Kapal

Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan Cilia Flores ditangkap pasukan elite AS dalam operasi militer di Caracas. Trump mengonfirmasi keduanya ditahan di kapal induk menuju New York.

Logompn

Published

on

Presiden venezuela ditangkap as, diseret dari kamar mandi dan dibawa ke kapal
Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Gambar : Reuters/Handout/Venezuelan Presidency

MPN Indonesia 5 Januari 2026 - Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap pasukan elite Delta Force dari Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) dalam operasi militer tengah malam di Caracas, Sabtu (3/1).

Dua sumber yang mengetahui jalannya operasi menyebutkan, keduanya disergap saat tidur dan diseret keluar dari kamar tanpa perlawanan.

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari Operasi Just Cause dan menjadi awal proses hukum terhadap pemimpin negara penghasil minyak itu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengonfirmasi bahwa Maduro dan istrinya kini berada di atas kapal induk USS Iwo Jima dalam perjalanan menuju New York.

“Ya, Iwo Jima, mereka berada di atas kapal. Helikopter membawa mereka keluar, dan mereka pergi dalam penerbangan yang menyenangkan, saya yakin mereka menyukainya. Tapi mereka, mereka membunuh banyak orang, ingat itu,” ujar Donald Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News, Sabtu (3/1) pagi waktu setempat, dikutip MPN Indonesia pada Senin (5/1).

Donald Trump menyatakan telah mengultimatum Maduro sebelum operasi dijalankan.

“Pada dasarnya saya bilang, Anda harus menyerah. Anda harus tunduk,” jelasnya, dikutip dariCNN.

Ia menegaskan menyaksikan langsung jalannya operasi dari ruang kendali di resor pribadinya, Mar-a-Lago, Florida.

“Saya diberitahu oleh orang-orang militer bahwa tidak ada negara lain di dunia ini yang bisa melakukan manuver seperti itu,” katanya.

“Kalau Anda lihat kecepatan dan kekerasannya, begitulah istilahnya, itu sungguh luar biasa. Pekerjaan luar biasa dari orang-orang ini,” tambah Donald Trump.

Ia juga menjelaskan bahwa operasi tersebut dipantau bersama para jenderal militer AS melalui sistem pemantauan langsung.

“Kami menontonnya, dikelilingi banyak orang, termasuk para jenderal, dan mereka tahu semua yang terjadi. Itu sangat kompleks,” ucapnya.

Dakwaan Narkoterorisme terhadap Nicolás Maduro

Dikutip dari The Guardian, dakwaan Departemen Kehakiman AS yang baru dibuka menyebut Maduro menjalankan “pemerintahan korup dan tidak sah” yang dibiayai oleh “operasi perdagangan narkoba berskala besar yang membanjiri Amerika Serikat dengan ribuan ton kokain.”

Baca Juga:  Ribuan Warga Turki Demo Tuntut Erdogan Mundur

Maduro didakwa atas empat tuduhan, yakni konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur.

Jaksa Agung Pam Bondi menyatakan melalui unggahan di platform X, “Maduro dan istrinya akan segera menghadapi murka penuh keadilan Amerika di tanah Amerika dan di pengadilan Amerika.”

Dalam dakwaan tersebut, Maduro disebut bermitra dengan sejumlah pengedar narkoba dan narkoteroris paling kejam di dunia untuk mengirim ribuan ton kokain ke Amerika Serikat.

Organisasi seperti kartel Sinaloa, geng Tren de Aragua, dan Cartel de los Soles disebut bekerja sama langsung dengan pemerintah Venezuela.

Maduro dan keluarganya diduga memberikan perlindungan aparat penegak hukum serta dukungan logistik kepada kartel sebagai imbalan, yang mengakibatkan sekitar 250 ton kokain diselundupkan melalui Venezuela setiap tahun pada 2020.

Narkoba tersebut diangkut menggunakan kapal cepat, kapal nelayan, kapal kontainer, serta pesawat dari landasan udara rahasia.

“Siklus korupsi berbasis narkotika ini mengisi kantong para pejabat Venezuela dan keluarga mereka, sekaligus menguntungkan para narkoteroris kejam yang beroperasi tanpa hukuman di wilayah Venezuela dan yang membantu memproduksi, melindungi, serta mengangkut berton-ton kokain ke Amerika Serikat,” demikian bunyi dakwaan tersebut.

Peran Keluarga dan Lingkaran Terdekat Maduro

Maduro dan Cilia Flores juga dituduh memerintahkan penculikan, pemukulan, serta pembunuhan terhadap pihak-pihak yang berutang uang narkoba atau merusak operasi perdagangan narkoba mereka, termasuk pembunuhan seorang bos narkoba lokal di Caracas.

Flores dituduh menerima ratusan ribu dolar suap pada 2007 untuk mengatur pertemuan antara seorang pengedar besar dan Direktur Kantor Anti-Narkoba Nasional Venezuela.

Dalam kesepakatan itu, pengedar menyetujui pembayaran suap bulanan kepada direktur serta sekitar US$100.000 untuk setiap penerbangan pembawa kokain guna menjamin perjalanan aman. Sebagian dana tersebut disebut mengalir ke Flores.

Baca Juga:  Sara Duterte Siap Maju Pilpres Filipina 2028 di Tengah Ancaman Pemakzulan

Pada 2015, dua keponakan Flores terekam bertemu dengan sumber rahasia pemerintah AS.

Keduanya menyetujui pengiriman ratusan kilogram kokain dari hanggar kepresidenan Maduro di sebuah bandara di Venezuela.

Dalam rekaman itu, mereka menyatakan sedang berperang dengan Amerika Serikat.

Kedua keponakan tersebut dijatuhi hukuman 18 tahun penjara pada 2017 karena bersekongkol mengirim kokain ke AS, lalu dibebaskan pada 2022 dalam pertukaran tahanan dengan tujuh warga AS.

Sikap Resmi Pemerintah dan Parlemen Amerika Serikat

Setelah penangkapan, Maduro dikawal dua agen DEA dan diborgol saat melewati kantor mereka di New York, sebagaimana terlihat dalam video yang diunggah akun Gedung Putih pada Sabtu malam.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine menyatakan bahwa penggerebekan dilakukan atas permintaan Departemen Kehakiman.

Rubio menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan fungsi penegakan hukum dengan dukungan Departemen Perang.

Ia juga menyebut Maduro sebagai buronan dengan hadiah US$50 juta atas kepalanya.

Senator Tom Cotton menulis, “Nicolás Maduro bukan hanya seorang diktator yang tidak sah; ia juga menjalankan operasi perdagangan narkoba berskala besar.”

Ia menyatakan telah berbicara dengan Rubio, yang mengonfirmasi bahwa Maduro kini berada dalam tahanan AS dan akan diadili atas kejahatannya.

Cotton juga menyebut bahwa pemerintahan sementara Venezuela harus menentukan sikap, apakah akan melanjutkan perdagangan narkoba dan kolusi dengan Iran serta Kuba, atau kembali berperilaku sebagai negara normal.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan operasi ini menunjukkan Donald Trump “menepati apa yang ia katakan.”

“Presiden menawarkan berbagai jalan keluar, tetapi sangat jelas sepanjang proses ini, perdagangan narkoba harus dihentikan, dan minyak yang dicuri harus dikembalikan kepada Amerika Serikat,” tegasnya.

Baca Juga:  Jet Pribadi Jatuh dan Meledak di Texas, Miliarder Tewas

Dalam unggahan lain, Vance menambahkan, “Dan pengumuman layanan publik bagi semua orang yang mengatakan ini ‘ilegal’: Maduro memiliki banyak dakwaan di Amerika Serikat atas narkoterorisme. Anda tidak bisa menghindari keadilan atas perdagangan narkoba di Amerika Serikat hanya karena Anda tinggal di sebuah istana di Caracas.”

Sebaliknya, sejumlah politisi Demokrat mengecam tindakan Donald Trump.

Dikutip dari Al Jazeera, Rashida Tlaib menyebut, “Pengeboman Venezuela yang ilegal dan tidak beralasan oleh Trump serta penculikan presidennya merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan Konstitusi AS.”

Senator Andy Kim mengatakan, “Saya tidak mempercayai mereka saat itu, dan sekarang kita melihat bahwa mereka secara terang-terangan berbohong kepada Kongres.”

Ia menilai Donald Trump menolak proses persetujuan konflik bersenjata yang diwajibkan Konstitusi.

Senator Reuben Gallego menyatakan, “Perang ini ilegal, dan memalukan bahwa kita berubah dari polisi dunia menjadi perundung dunia.”

Jim McGovern menegaskan, “Tanpa otorisasi dari Kongres, Trump baru saja meluncurkan serangan yang tidak dibenarkan dan ilegal terhadap Venezuela.”

Anggota DPR Betty McCollum menambahkan, “Tindakan yang diambil hari ini oleh pemerintahan Trump secara terang-terangan ilegal. Venezuela tidak menimbulkan ancaman keamanan nasional yang mendesak bagi Amerika Serikat.”

(ADN/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga4 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita23 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita30 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita55 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending