Connect with us

Internasional

Rusia Denda Google USD20 Desilion, Lebih Gede dari Total Duit Semua Manusia!

Pengadilan Rusia jatuhkan denda fantastis pada Google sebesar USD 20 desilion terkait pemblokiran kanal YouTube Rusia.

Actress 1299250

Published

on

Rusia Denda Google USD20 Desilion, Lebih Gede dari Total Duit Semua Manusia!
Rusia Denda Google USD20 Desilion, Lebih Gede dari Total Duit Semua Manusia!. Gambar : Ilustrasi Canva/jv.wikipedia.org

MPN Indonesia 4 November 2024 - Pengadilan Rusia baru-baru ini menjatuhkan denda fantastis kepada Google sebesar USD 20 desilion—jumlah luar biasa yang mencapai 20 dengan 33 nol di belakangnya.

Angka ini mencetak sejarah sebagai denda terbesar yang pernah dijatuhkan, melebihi total nilai pasar Google yang sekitar USD 2 triliun dan bahkan melampaui PDB global senilai sekitar USD 100 triliun.

Alasan di Balik Denda: Pemblokiran Kanal YouTube

Denda besar tersebut dijatuhkan setelah Google dianggap mengabaikan perintah pengadilan Rusia untuk mengembalikan akses ke 17 kanal YouTube milik stasiun TV lokal Rusia.

Berdasarkan laporan PC Mag, Jumat (1/11), pemblokiran kanal ini menjadi pemicu utama gugatan tersebut.

Konflik ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 2020, ketika YouTube memblokir kanal Tsargrad TV, yang dikaitkan dengan individu yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat.

Sejak saat itu, pengadilan Rusia memberlakukan denda harian sebesar 100.000 rubel atau sekitar USD 1.025, yang kemudian meningkat karena tidak dipatuhi oleh Google.

Seiring eskalasi konflik Rusia-Ukraina pada 2022, YouTube memperluas larangan terhadap kanal-kanal yang terkait dengan Rusia, yang mendorong gugatan dari kanal YouTube Rusia untuk membuka kembali akses.

“Google dipanggil oleh pengadilan Rusia sesuai Pasal 13.41 Kode Pelanggaran Administratif terkait penghapusan kanal di YouTube,” ujar Ivan Morozov, pengacara yang mewakili pihak Rusia, kepada kantor berita TASS.

Perintah Tambahan dan Potensi Ketegangan Lanjutan

Selain menjatuhkan denda, pengadilan Rusia juga menginstruksikan Google untuk memulihkan akses kanal yang telah diblokir.

Baca Juga:  Vladimir Putin Ajak RI Kembangkan Nuklir untuk Sektor Kesehatan dan Pertanian

Jika Google tidak membayar denda tersebut dalam sembilan bulan, maka besaran denda akan terus berlipat ganda setiap harinya.

Situasi ini dapat memperburuk ketegangan antara Rusia dan Google, terutama karena Google telah menghentikan operasionalnya di Rusia sejak 2022 setelah asetnya senilai lebih dari USD 100 juta disita pemerintah Rusia.

Situasi ini akhirnya memaksa Google untuk mengajukan kebangkrutan di negara tersebut.

Kebijakan Privasi Android: Upaya Google Lindungi Data Pengguna

Di sisi lain, Google mengumumkan kebijakan baru terkait privasi pada perangkat Android yang berlaku secara global mulai awal 2025.

Hanya aplikasi dengan fungsi utama yang membutuhkan akses media, seperti foto dan video, yang nantinya akan diizinkan mengakses seluruh galeri perangkat pengguna.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari langkah Google untuk meningkatkan keamanan dan melindungi privasi pengguna Android di tengah ancaman siber yang kian meningkat.

Salah satu fitur kunci dalam kebijakan baru ini adalah Android Photo Picker, yang diperkenalkan pada Android 13.

Fitur ini membatasi akses aplikasi terhadap media pengguna dengan memungkinkan pengguna memilih foto atau video tertentu yang dapat diakses oleh aplikasi, tanpa memberikan akses penuh ke galeri perangkat.

Hingga saat ini, banyak aplikasi yang mengakses galeri secara keseluruhan meskipun tidak semua aplikasi memerlukannya, sehingga menimbulkan risiko privasi bagi pengguna.

Batas Waktu bagi Pengembang: Taat Kebijakan Privasi Google

Sebagai bagian dari kebijakan ini, Google memberikan tenggat waktu hingga 31 Oktober 2024 bagi pengembang aplikasi untuk memberikan alasan mengapa aplikasi mereka memerlukan akses ke seluruh media pengguna.

Pengembang juga diwajibkan mengisi formulir pernyataan yang memastikan aplikasi mereka mematuhi kebijakan privasi baru dari Google.

Melalui API Android Photo Picker, aplikasi hanya akan memiliki akses terbatas pada media tertentu dengan izin satu kali atau dalam periode terbatas, yang pada akhirnya meningkatkan kontrol pengguna terhadap data pribadi mereka.

Baca Juga:  Lebih Nyaman! Bar Alamat Chrome Android Kini Bisa di Posisi Bawah

Trending