Internasional
Rusia Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Milik AS pakai Rudal S-300
Militer Rusia mengklaim menembak jatuh jet tempur F-16 Ukraina menggunakan sistem rudal S-300. Ukraina belum mengonfirmasi klaim tersebut.
MPN Indonesia 13 Januari 2026 - Militer Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh satu unit jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS) yang dioperasikan Angkatan Bersenjata Ukraina.
Insiden ini disebut terjadi dalam operasi tempur unit pertahanan udara Rusia dengan menggunakan sistem rudal permukaan-ke-udara S-300.
Klaim tersebut disampaikan oleh seorang komandan militer Rusia dengan nama sandi “Sever” dalam wawancara yang disiarkan saluran televisi pemerintah Russia 1 pada Minggu (11/1).
Namun, otoritas Rusia belum merinci waktu dan lokasi pasti kejadian tersebut.
Klaim Penembakan Jet F-16
Dalam wawancara itu, Sever menyebut unitnya melepaskan dua rudal ke arah jet tempur F-16.
Rudal pertama diklaim merusak badan pesawat, sementara rudal kedua memberikan serangan penentu yang membuat pesawat jatuh.
“Ini adalah target paling menarik yang pernah dihadapi unit kami,” ujar Sever dalam wawancara bersama jurnalis Vladimir Solovyov, dikutip MPN Indonesia RT pada Selasa (13/1).
Ia menambahkan bahwa operasi tersebut dipersiapkan dalam waktu lama dengan pelacakan intensif terhadap target.
“Kami butuh waktu lama untuk mempersiapkan operasi ini. Kami melacaknya dan telah mengantisipasinya. Musuh sombong bahwa pesawat ini tidak bisa dihancurkan. Kenyataannya, mereka jatuh dari langit sama seperti pesawat lainnya,” kata Sever.
Jet F-16 dan Sikap Ukraina
Jet tempur F-16 Fighting Falcon merupakan pesawat tempur generasi keempat buatan Amerika Serikat yang mulai dikirimkan ke Ukraina oleh negara-negara Barat sejak Agustus 2024.
Hingga kini, Ukraina telah menerima sekitar 44 unit dari total 87 unit yang dijanjikan oleh mitra Eropa, termasuk Belanda, Denmark, dan Norwegia.
Meski Rusia mengklaim telah menjatuhkan satu unit F-16, militer Ukraina belum mengonfirmasi pernyataan tersebut.
Sebelumnya, sejumlah laporan serupa dari media Rusia telah dinyatakan sebagai disinformasi oleh Pusat Penanggulangan Disinformasi di bawah Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina (NSDC).
Pihak Ukraina menegaskan bahwa Angkatan Udara Ukraina masih mengoperasikan jet F-16, terutama untuk misi pertahanan udara dalam mencegat rudal dan drone, bukan hanya untuk pertempuran udara langsung.
Perang Informasi di Tengah Konflik
Klaim penembakan jet F-16 ini muncul di tengah konflik informasi yang berjalan seiring dengan pertempuran militer antara Rusia dan Ukraina sejak invasi penuh Moskow pada Februari 2022.
Hingga kini, belum ada verifikasi independen atas klaim Rusia tersebut.
Keberadaan F-16 dinilai penting bagi Ukraina untuk memperkuat pertahanan udara dan menggantikan sistem peninggalan era Soviet.
Ukraina sebelumnya mengakui kehilangan empat unit F-16 dalam berbagai misi tempur sejak pengiriman dimulai.
Di tengah situasi tersebut, Kyiv terus berupaya memperkuat kekuatan udaranya, termasuk menjajaki rencana pembelian tambahan jet tempur dari Prancis.
Sementara itu, ketegangan antara Rusia dan negara-negara pendukung Ukraina, termasuk Amerika Serikat, terus meningkat seiring berlanjutnya dukungan alutsista dan eskalasi konflik di berbagai lini.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
