Connect with us

Internasional

Para Pekerja di Korea Utara Tinggalkan Ruangan Saat Pidato Kim Jong Un

Sejumlah pekerja Korea Utara dilaporkan meninggalkan ruangan saat pidato Kim Jong Un diputar di pabrik.

Logompn

Published

on

Para pekerja di korea utara tinggalkan ruangan saat pidato kim jong un
Potret Kim Jong Un membawakan pidato. Gambar: laman DailyNK.

MPN Indonesia 13 Januari 2026 - Sejumlah pekerja di Korea Utara dilaporkan meninggalkan ruangan saat sesi pembacaan pidato pemimpin tertinggi Kim Jong Un yang disampaikan di pabrik-pabrik pada Jumat (2/1).

Insiden tersebut terjadi di pusat kota Hoeryong, Provinsi Hamgyong Utara, setelah pidato yang dimuat di surat kabar resmi Rodong Sinmun dibacakan melalui pengeras suara dalam sesi pagi di tempat kerja.

Para pekerja mengaku terganggu dengan isi pidato yang menuntut pengorbanan lebih besar di tahun 2025.

Menurut laporan dari sumber lokal yang dikutip oleh Daily NK, para buruh merasa resah terhadap tuntutan untuk terus menunjukkan loyalitas dan patriotisme tanpa kompensasi.

“Alasan para pekerja tiba-tiba pergi setelah sesi pembacaan adalah karena mereka merasa terganggu oleh isi pidato tersebut. Sebagian besar pekerja berusaha keras untuk tetap tenang selama sesi tersebut, khawatir mereka akan diperintahkan untuk bergabung dengan lebih banyak proyek konstruksi atau meningkatkan produksi lagi,” ujar sumber tersebut, dikutip oleh MPN Indonesia pada Selasa (13/1).

Isi pidato yang dianggap memicu respons negatif berbunyi, seperti berikut:

“Kami memasuki tahun 2025 dengan berat hati karena dihadapkan dengan tugas-tugas besar yang kami yakini tidak lain adalah patriotisme dan loyalitas rakyat kami, dan merekalah kekuatan pendorong sejati yang menggerakkan perjuangan kami yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang tahun.”

Pernyataan ini memunculkan kekhawatiran akan berlanjutnya kerja wajib tanpa imbalan yang telah menjadi beban bagi masyarakat.

Respons Negatif dari Publik

Reaksi negatif tidak hanya terjadi di tempat kerja biasa, tetapi juga di Hoeryong, kota yang memiliki makna simbolis sebagai tempat kelahiran Kim Jong Suk, istri Kim Il Sung, dan ibu Kim Jong Il.

Baca Juga:  China Bagikan Susu Gratis untuk Dongkrak Angka Kelahiran

“Hoeryong, sebagai tempat kelahiran Kim Jong Suk, dianggap sebagai tempat tinggal yang lebih baik dibandingkan kota dan kabupaten sekitarnya. Fakta bahwa pidato tersebut mendapat reaksi seperti ini di sana menunjukkan adanya frustrasi dan kelelahan terhadap proyek kerja wajib yang terus berulang,” tulis sumber DailyNK.

Sikap sinis para pekerja juga tercermin dari cara mereka mengabaikan instruksi yang biasanya disampaikan setelah sesi pembacaan.

Di salah satu pabrik, para pekerja langsung meninggalkan ruangan sebelum instruksi harian dari manajer atau pemimpin tim diberikan sehingga sesi harus diakhiri tanpa pengarahan lebih lanjut.

Sebagian buruh bahkan menyampaikan ketidaknyamanan mendalam terhadap isi pidato Kim Jong Un yang menurut mereka kembali mengingatkan pada kesulitan sepanjang tahun 2025.

“Intinya adalah tuntutan untuk terus menunjukkan patriotisme dan loyalitas. Masyarakat sudah tidak senang karena terus-menerus dipanggil untuk bekerja tanpa kompensasi atau imbalan apa pun. Jadi mereka kesal karena hal ini diputarbalikkan sebagai kekuatan rakyat dan bahwa mereka diharapkan untuk terus memberikan kontribusi dan pengorbanan seperti itu di masa depan,” tulis sumber tersebut.

Kontras dengan Laporan Media Resmi Korea Utara

Reaksi di lapangan ini bertolak belakang dengan pemberitaan media pemerintah Korea Utara.

Rodong Sinmun melaporkan bahwa masyarakat menyambut pidato Tahun Baru Kim Jong Un dengan antusias.

“Gunung dan sungai di seluruh negeri bergelora menyambut pidato Tahun Baru,” tulis media tersebut.

Surat kabar itu juga mengeklaim bahwa masyarakat dari berbagai kalangan, seperti pekerja, petani, kaum muda, ilmuwan, serta atlet yang menanggapi pidato dengan emosi dan air mata.

“Hati rakyat di negeri ini kini dipenuhi keinginan untuk setia menerima kepemimpinan pria yang paling mencintai rakyat dan mengagungkan kebesaran serta kebaikan mereka dan hasrat untuk membalasnya dengan terlibat lebih berani dalam perjuangan mendorong pembangunan sosialisme versi kita di semua bidang,” tulis Rodong Sinmun.

Baca Juga:  Serang Petugas Imigrasi Malaysia, Turis China Dijatuhi Hukuman Penjara

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending