Connect with us

Internasional

Presiden Rusia Putin Disorot usai Cium Al Quran Berlapis Emas dalam Peresmian Masjid di Chechnya

Vladimir Putin mencium Al Quran berlapis emas saat peresmian Masjid Nabi Isa di Chechen.

Actress 1299250

Published

on

Presiden Rusia Putin Disorot usai Cium Al Quran Berlapis Emas dalam Peresmian Masjid di Chechnya
Presiden Rusia, Vladimir Putin. Gambar : Instagram/@russian_kremlin

MPN Indonesia 23 Agustus 2024 - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menjadi pusat perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya mencium salinan Al Quran berlapis emas viral di media sosial.

Momen ini terjadi dalam kunjungannya ke Chechen pada 21 Agustus 2024, tepat saat peresmian Masjid Nabi Isa di Grozny, ibu kota Republik Chechen.

Vladimir Putin Cium Al Quran Emas di Acara Peresmian

Dalam video yang dibagikan oleh RT Arabic, Putin terlihat didampingi oleh pemimpin Chechen, Ramzan Kadyrov, serta mufti tertinggi Chechen, Salah Mezhiev.

Pada acara peresmian tersebut, Putin menerima Al Quran yang berlapis emas dari Kadyrov.

Setelah menerimanya, ia langsung mencium kitab suci tersebut dan memeluknya.

Sikap penghormatan ini diikuti dengan sesi foto bersama Kadyrov dan Mezhiev.

Acara ini mendapat perhatian besar, tidak hanya di Rusia, tetapi juga di kalangan internasional.

Kunjungan Putin ke Chechen

Kunjungan Vladimir Putin ke Chechen bukan hanya dalam rangka peresmian masjid, tetapi juga untuk memeriksa pasukan dan relawan Chechen yang tengah berperan dalam operasi militer Rusia.

Di Universitas Pasukan Khusus Rusia yang berlokasi di Gudermes, Putin memberikan penghormatan kepada para prajurit Chechen.

Ia menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi dan keberanian mereka dalam membela negara.

“Selama kami memiliki orang-orang seperti Anda, kami benar-benar, benar-benar tak terkalahkan,” ujar Putin, seperti yang dilansir oleh Al Jazeera.

Dalam pernyataannya, Putin mengakui bahwa meskipun menembak di lapangan tembak berbeda dari menghadapi situasi perang nyata, para prajurit Chechen tetap menunjukkan keberanian yang luar biasa dalam mempertaruhkan nyawa untuk membela Rusia.

Baca Juga:  Tiba di Moskow, Prabowo akan Bahas Geopolitik bersama Putin

Pernyataan ini memperkuat hubungan diplomatik antara Rusia dan pasukan Chechen, di mana Ramzan Kadyrov telah lama dianggap sebagai sekutu setia Kremlin.

Dukungan Kadyrov terhadap Putin terbukti dengan pengiriman lebih dari 47 ribu pasukan Chechen sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina.

Kadyrov kerap menggambarkan dirinya sebagai prajurit setia Putin dan menjadi figur kunci dalam menjaga stabilitas hubungan diplomasi internasional antara Chechen dan pemerintah pusat Rusia.

Ramzan Kadyrov: Sekutu Utama Kremlin

Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechen yang telah lama menjadi sekutu setia Vladimir Putin, memainkan peran penting dalam kunjungan ini.

Kadyrov sering kali menampilkan dirinya sebagai pengikut loyal dari Putin.

Dukungan militer yang ia kirimkan ke Ukraina sejak invasi Rusia dimulai mencerminkan komitmennya terhadap kebijakan Kremlin.

Dalam kunjungannya ke Chechen, Putin tidak hanya memberikan apresiasi kepada pasukan Chechen, tetapi juga memperkuat hubungan politik dengan Kadyrov.

Hubungan keduanya telah terjalin erat selama bertahun-tahun, dengan Kadyrov sering menjadi mediator antara pemerintah pusat Rusia dan masyarakat Muslim di Chechen.

Kunjungan di Tengah Krisis Ukraina

Kunjungan Vladimir Putin ke Chechen berlangsung di tengah situasi krisis di Ukraina.

Saat ini, pasukan Ukraina melancarkan serangan balasan di wilayah perbatasan Kursk, yang berdampak pada penangkapan lebih dari 100 tentara Rusia dalam beberapa pekan terakhir.

Di tengah tekanan tersebut, Putin memilih untuk menunjukkan dukungannya kepada pasukan Chechen, yang telah berperan signifikan dalam operasi militer Rusia.

Trending