Connect with us

Internasional

Sebanyak 555 Orang Tewas Imbas Konflik di Timur Tengah

IRCS laporkan 555 korban tewas usai serangan AS-Israel. IRGC balas serang pangkalan militer AS.

Logompn

Published

on

Sebanyak 555 Orang Tewas Imbas Konflik di Timur Tengah
Sebanyak 555 Orang Tewas Imbas Konflik di Timur Tengah. Gambar: Anadolu Agency

MPN Indonesia 3 Maret 2026 - Sebanyak 555 orang dilaporkan tewas di Iran setelah serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu pagi (28/2).

Serangan yang terjadi di 131 wilayah di Iran ini menjadi bagian dari konflik internasional yang terus memanas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Serangkaian ledakan juga dilaporkan terjadi di berbagai negara Timur Tengah selama tiga hari berturut-turut, termasuk di Israel dan negara-negara tempat pangkalan militer AS berada.

Iranian Red Crescent Society (IRCS) menyatakan bahwa 555 warga tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan tersebut.

“Menyusul serangan teroris Zionis-Amerika yang dilakukan di berbagai wilayah negara kami, 131 kota telah terkena dampaknya hingga saat ini dan, sayangnya, 555 warga negara kami telah tewas,” tulis lembaga kemanusiaan tersebut di Telegram, dikutip MPN Indonesia melalui Arab News pada Selasa, (3/3).

Serangan paling mematikan terjadi di kota Minab, Iran Selatan, ketika sebuah sekolah dasar putri diserang pada Minggu (1/3), menewaskan sekitar 180 anak kecil berdasarkan keterangan Hossein Kermanpour, Kepala Humas Kementerian Kesehatan Iran.

Iran merespons serangan ini dengan meluncurkan rudal dan drone ke berbagai pangkalan militer di Timur Tengah yang ditempati pasukan AS serta ke beberapa lokasi di Israel.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa mereka telah menyerang 27 pangkalan militer AS dan beberapa fasilitas militer Israel, termasuk di Tel Aviv.

Serangan Terjadi di 12 Negara dan Tewaskan Ratusan Orang

Data korban akibat konflik internasional ini tersebar di 12 negara hingga Senin (2/3) pukul 13.00 GMT. Selain 555 orang tewas di Iran, jumlah korban jiwa lainnya meliputi:

  • Israel: 10 orang tewas, termasuk sembilan akibat serangan rudal balistik Iran di Beit Shemesh, dan satu wanita tewas di Tel Aviv akibat pecahan peluru. Lebih dari ratusan orang terluka, dan sedikitnya 40 bangunan di Tel Aviv rusak.
  • Tentara AS: 4 tentara tewas dan 4 lainnya luka-luka. Tiga dari mereka tewas di Kuwait, dan satu tewas dalam operasi lainnya sejak awal serangan.
  • Lebanon: 31 orang tewas dan 149 luka-luka akibat serangan udara Israel.
  • Uni Emirat Arab (UEA): 3 orang tewas, termasuk warga Pakistan dan warga Asia lainnya, serta 58 orang luka-luka akibat pecahan rudal dan drone yang jatuh di Abu Dhabi dan Dubai.
  • Irak: 2 pejuang tewas dan 5 terluka dalam serangan ke pangkalan Jurf al-Sakher oleh AS dan Israel.
  • Kuwait: 1 orang tewas dan 32 luka-luka. Serangan rudal dan drone menargetkan Pangkalan Udara Ali al-Salem dan Bandara Internasional Kuwait.
  • Bahrain: 1 pekerja Asia tewas dan 4 luka-luka akibat puing rudal yang jatuh di Kota Industri Salman.
  • Oman: 1 pekerja asing tewas dan 5 orang luka-luka setelah dua serangan drone di Pelabuhan Duqm dan perairan Musandam.
  • Qatar: 16 orang luka-luka akibat pecahan puing dan rudal. Dua rudal balistik menghantam Pangkalan Militer Al Udeid, tempat pasukan AS ditempatkan.
  • Yordania dan Arab Saudi: tidak melaporkan korban jiwa atau luka. Namun, Yordania mencegat 49 drone dan rudal balistik, sementara Arab Saudi menjadi target serangan Iran di Riyadh dan Provinsi Timur.
Baca Juga:  Pertamina Jamin Stok BBM Aman meski Iran Tutup Selat Hormuz

Infrastruktur Militer AS jadi Target Utama

Iran sebelumnya telah memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS jika diserang.

IRGC mengklaim telah menyerang 27 pangkalan tempat pasukan Amerika Serikat berada.

Pangkalan-pangkalan ini tersebar di Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan UEA.

Bahkan sebuah drone Iran dilaporkan menghantam landasan pacu militer Inggris di Siprus.

Menurut data pertengahan 2025, terdapat sekitar 40.000–50.000 tentara AS yang ditempatkan di wilayah Timur Tengah.

Negara-negara dengan kehadiran militer AS terbesar antara lain Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA, dan Arab Saudi.

Kematian Pemimpin Iran dan Tanggapan Internasional

Dalam serangan awal pada Sabtu (28/2), Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas bersama 48 pemimpin Iran lainnya, termasuk anggota keluarganya dan komandan militer tinggi.

Hal ini dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News.

“Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat,” ujarnya.

“Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal,” tambah Trump.

Pernyataannya memicu kecaman dari Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengirim surat kepada Sekjen PBB dan Dewan Keamanan.

“Serangan seperti itu akan memiliki konsekuensi yang mendalam dan luas, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab para pelakunya,” ujarnya.

Dampak Sipil dan Kerusakan Fasilitas Umum

Selain korban jiwa, sejumlah infrastruktur sipil terdampak.

Sebuah rumah sakit di Teheran utara, termasuk bangsal neonatalnya, mengalami kerusakan akibat serangan.

Di Qatar, semua sekolah dialihkan ke pembelajaran daring dan penerbangan ditangguhkan.

Bandara di beberapa negara mengalami kerusakan akibat drone dan rudal.

Baca Juga:  Kursi Dubes RI untuk AS Masih Kosong, Komisi I DPR Desak Prabowo Bertindak Cepat

Serangan ini juga menyebabkan kerusakan pada distrik perumahan dan fasilitas umum di berbagai negara.

Di Bahrain, bangunan rusak di distrik Seef, sementara di Tel Aviv, Israel, terjadi kerusakan luas akibat proyektil.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending