Connect with us

Internasional

Setelah 12 Tahun Menikah, Wanita Gugat Cerai Suami karena Ramalan ChatGPT

Wanita di Yunani menggugat cerai suaminya setelah menikah 12 tahun, dipicu oleh interpretasi ChatGPT.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 16t115214.588
Setelah 12 Tahun Menikah, Wanita Gugat Cerai Suami karena ChatGPT | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Mei 2025 - Seorang wanita di Yunani menggugat cerai suaminya setelah menikah selama 12 tahun, dipicu oleh interpretasi ChatGPT terhadap ampas kopi yang menunjukkan tanda-tanda perselingkuhan.

Dikutip MPN Indonesia dari Wccftech, peristiwa ini terjadi ketika wanita tersebut menggunakan tradisi kuno membaca nasib melalui ampas kopi, atau tasseografi. Namun ia meminta bantuan ChatGPT untuk menafsirkannya.

Berawal dari Tren Medsos

Kejadian ini terungkap usai sang suami membagikan kisahnya langsung saat hadir di acara TV pagi Yunani, To Proino

Masalah bermula ketika sang istri mengetahui tren di media sosial yang mana bisa meminta ChatGPT untuk meramal nasib lewat bubuk kopi di cangkir.

Istrinya pun mencoba tren tersebut. Setelah membuat kopi untuk berdua, ia memotret residu bubuk kopi yang tersisa di cangkir dan mengirimkannya ke ChatGPT.

Ramalan ChatGPT

Chatbot kecerdasan buatan ini memberikan tanggapan terperinci yang mengindikasikan adanya ketidaksetiaan dari pihak suami.

Dalam interpretasinya, ChatGPT menyebutkan bahwa ada pikiran dari sang suami yang dapat mengancam keutuhan keluarga, dan bahkan menyebutkan inisial nama wanita lain, yaitu “E”.

Respons ini membuat sang istri mencurigai adanya hubungan di luar pernikahan.

Setelah konfrontasi dengan suaminya yang membantah tuduhan tersebut, sang istri tetap pada kepercayaannya berdasarkan ramalan ChatGPT itu.

Gugat Cerai Suami

Saat menceritakan kisahnya, si pria tersebut merasa ramalan ChatGPT konyol, ia pun menanggapi dengan santai.

Namun, istrinya tersebut justru menanggapi serius. Bahkan sang istri tetap mengirimkan dokumen hukum secara resmi.

“Saya tertawa karena menurut saya itu konyol,” kata si pria.

“Tapi dia memercayainya sepenuhnya. Dia menyuruh saya pergi, bilang ke anak-anak kami akan bercerai, dan tiba-tiba pengacara saya menelpon. Saat itu saya sadar situasinya di luar kendali,” imbuhnya.

Baca Juga:  Komdigi Klaim AI Ciptakan 90 Juta Lapangan Pekerjaan Baru

Saat ini, pengacara suaminya tengah memperjuangkan kasus ini dengan dalih bahwa hasil interpretasi berbasis kecerdasan buatan tidak memiliki dasar hukum yang sah.

(ADN/NID/RAD)

Trending