Connect with us

Internasional

Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata tanpa Syarat

Thailand dan Kamboja resmi menyepakati gencatan senjata segera dan tanpa syarat pada Senin (28/7) pukul 24.00 waktu setempat.

Logompn

Published

on

Thailand dan kamboja sepakat gencatan senjata tanpa syarat
(Kiri ke kanan) Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, PM Malaysia Anwar Ibrahim, Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai | Gambar: Ig/@anwaribrahim_my

MPN Indonesia 29 Juli 2025 - Thailand dan Kamboja resmi menyepakati gencatan senjata segera dan tanpa syarat pada Senin (28/7) pukul 24.00 waktu setempat, setelah lima hari pertempuran di perbatasan kedua negara.

Kesepakatan ini dicapai melalui perundingan damai yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, menyusul eskalasi konflik bersenjata yang telah menewaskan sedikitnya 33 orang dan menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan pengumuman tersebut didampingi oleh Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai.

“Ini adalah langkah awal yang vital menuju de-eskalasi dan pemulihan perdamaian dan keamanan,” ujar Anwar Ibrahim, dikutip MPN Indonesia dari BBC.

Sebelumnya, Thailand sempat menolak mediasi, namun akhirnya bersedia berunding setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi tarif tidak akan dilanjutkan sebelum pertempuran dihentikan.

Ketegangan Memuncak pada Mei

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja memuncak pada Mei setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrokan di perbatasan.

Pertempuran terjadi di wilayah perbatasan yang disengketakan antara Provinsi Preah Vihear di Kamboja dan Provinsi Ubon Ratchathani di Thailand.

Insiden semakin memanas pekan lalu ketika seorang tentara Thailand kehilangan kakinya akibat ledakan ranjau darat.

Dampak Konflik

Akibat konflik tersebut, Thailand menutup beberapa pos lintas batas ke Kamboja serta mengusir duta besar Kamboja dan menarik pulang duta besarnya sendiri.

Sementara itu, Kamboja memberlakukan larangan impor dari Thailand terhadap beberapa komoditas seperti buah-buahan, listrik, dan layanan internet.

Media Kamboja juga melaporkan ratusan ribu pekerja migran telah kembali dari Thailand sejak Mei.

Pada Kamis (17/7) pagi sebelum gencatan senjata disepakati, kedua belah pihak saling menembakkan peluru dan roket.

Baca Juga:  Sudah Punya 10 Hotel, Keluarga Miliarder Thailand bakal Tambah 7 Proyek Baru

Militer Thailand melaporkan bahwa banyak korban di pihaknya adalah warga sipil yang tinggal di desa-desa yang terkena serangan roket.

Di pihak Kamboja, tercatat 13 korban jiwa, termasuk delapan di antaranya warga sipil.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending