Connect with us

Internasional

Trump Hentikan Bantuan Senjata Utama AS ke Ukraina, Rusia Dapat Angin Segar

AS hentikan pengiriman senjata utama ke Ukraina sejak Trump kembali menjabat. Kebijakan ini ubah arah dukungan AS dalam konflik Rusia-Ukraina.

Logompn

Published

on

Trump hentikan bantuan senjata utama as ke ukraina, rusia dapat angin segar
Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Ukraina, Vladimir Zelensky. Gambar : Reuters/Shannon Stapleton

MPN Indonesia 3 Juli 2025 - Amerika Serikat (AS) menghentikan pengiriman sejumlah senjata utama ke Ukraina sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat pada Januari 2025.

Keputusan ini diambil di tengah invasi Rusia yang masih berlangsung sejak Februari 2022, dan menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS terhadap konflik tersebut.

Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Anna Kelly, menjelaskan bahwa penghentian aliran senjata ini dilakukan atas dasar kepentingan nasional AS.

“Keputusan ini dibuat untuk mengutamakan kepentingan Amerika menyusul tinjauan DOD (Kementerian Pertahanan) atas dukungan dan bantuan militer negara kita kepada negara lain di seluruh dunia,” ujar Kelly dalam pernyataan tertulis kepada AFP, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (3/7).

Pihak Pentagon belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan spesifik di balik keputusan ini.

Cadangan Amunisi Menipis, Pengiriman Senjata Dibatalkan

Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan cadangan amunisi nasional menurun.

Akibatnya, sejumlah pengiriman senjata yang telah direncanakan untuk Ukraina dibatalkan.

Senjata yang batal dikirim antara lain rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot, artileri presisi, dan rudal Hellfire.

Meski begitu, Kelly menegaskan bahwa hal ini tidak menandakan penurunan kekuatan militer AS.

“Kekuatan Angkatan Bersenjata AS tak perlu diragukan lagi, tanyakan saja ke Iran,” jelasnya.

Trump Ubah Arah Kebijakan, Bantuan untuk Ukraina Dikurangi

Penghentian bantuan senjata ini menjadi bagian dari perubahan prioritas di bawah kepemimpinan Trump.

Di masa pemerintahan sebelumnya, AS memberikan bantuan besar kepada Ukraina untuk melawan agresi Rusia. Namun kini, kebijakan tersebut mengalami pengurangan secara bertahap.

Baca Juga:  Gencatan Senjata Laut Hitam Disepakati, Perang Rusia-Ukraina Mulai Mereda?

Juru Bicara Kementerian Pertahanan AS, Sean Parnell, menyatakan bahwa militer AS kini berada dalam kondisi terbaik.

“Militer Amerika tidak pernah lebih siap dan lebih mampu berkat kepemimpinan Presiden Trump dan Menteri (Pete) Hegseth,” katanya.

Permintaan Zelensky Ditanggapi Hati-Hati

Dalam KTT NATO pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta tambahan sistem pertahanan udara Patriot kepada Trump. Namun, permintaan itu tidak langsung disetujui.

“Kita akan lihat apakah kita bisa menyediakan,” kata Trump, menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati dibandingkan era Biden.

Rusia Berpotensi Diuntungkan dari Kebijakan Baru AS

Penghentian bantuan ini memicu kekhawatiran baru, terutama karena Rusia terus melancarkan serangan dalam beberapa pekan terakhir.

Berkurangnya dukungan militer dari AS dinilai memberikan celah bagi Rusia untuk meningkatkan tekanan terhadap Ukraina.

Meski AS tetap menyatakan diri sebagai negara dengan kekuatan militer dominan, keputusan ini dapat memengaruhi keseimbangan konflik dan mempersulit upaya internasional dalam mendukung Ukraina, termasuk dalam isu kejahatan perang selama invasi.

(ADN/NID/RAD)

Trending