Connect with us

Internasional

Trump Kenakan Tarif Impor 30% untuk Meksiko dan Uni Eropa

Presiden AS, Donald Trump menetapkan tarif impor sebesar 30% terhadap produk dari Meksiko dan Uni Eropa, yang akan berlaku mulai 1 Agustus mendatang.

Logompn

Published

on

Trump kenakan tarif impor 30% untuk meksiko dan uni eropa
Trump Kenakan Tarif Impor 30% untuk Meksiko dan Uni Eropa | Gambar: Instagram/@whitehouse

MPN Indonesia 14 Juli 2025 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor sebesar 30% terhadap produk dari Meksiko dan Uni Eropa, yang akan berlaku mulai 1 Agustus mendatang.

Keputusan tarif ini merupakan bagian dari serangkaian kebijakan tarif agresif yang kembali diberlakukan oleh Donald Trump sejak awal masa jabatan keduanya pada Januari.

Trump melalui surat resmi yang diunggah ke media sosial Truth Social pada Sabtu (12/7), mengumumkan kebijakan ini kepada Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen.

“Amerika Serikat telah sepakat untuk terus bekerja dengan Uni Eropa, meskipun kami memiliki salah satu defisit perdagangan terbesar dengan Anda. Namun, kami telah memutuskan untuk melanjutkan, tetapi hanya dengan perdagangan yang lebih seimbang dan adil,” tulis Trump dalam suratnya, dikutip MPN Indonesia, Senin (14/7).

Tak hanya Uni Eropa, Trump juga mencatat Meksiko untuk bergabung dalam daftar negara yang terus bertambah ke dalam kebijakan barunya ini.

“Meksiko telah membantu saya mengamankan perbatasan, tetapi, apa yang telah dilakukan Meksiko tidaklah cukup,” tulis Trump dalam suratnya kepada Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum.

Trump juga menyatakan bahwa seluruh impor dari kedua wilayah tersebut akan dikenakan tarif 30%, kecuali tarif sektoral yang tetap berlaku, seperti tarif otomotif sebesar 25%.

Reaksi dan Dampak Tarif terhadap Perdagangan Internasional

Langkah Trump tersebut menambah ketegangan dalam hubungan dagang antara Amerika Serikat dan dua mitra dagang utamanya.

Uni Eropa, yang mencatat nilai perdagangan dua arah dengan AS hampir mencapai US$976 miliar pada 2024, menyatakan bahwa tarif baru ini akan berdampak serius pada rantai pasokan dan konsumen di kedua wilayah.

Melansir situs CNN, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu (12/7), von der Leyen menanggapi permintaan Trump bahwa pihaknya akan terus berusaha untuk mencapai kesepakatan bahkan akan mengambil tindakan balasan untuk melindungi kepentingan Uni Eropa.

Baca Juga:  Trump Kutuk Serangan Udara Rusia ke Ukraina, Sebut Putin 'Gila'

“Uni Eropa tetap siap melanjutkan upaya untuk mencapai kesepakatan sebelum batas waktu 1 Agustus. Uni Eropa akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan Uni Eropa, termasuk adopsi tindakan balasan yang proporsional jika diperlukan,” katanya, dikutip MPN Indonesia, Senin (14/7).

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyuarakan hal serupa di platform X, menyerukan percepatan penyusunan tindakan balasan yang kredibel.

Menurut von der Leyen, tindakan balasan Uni Eropa akan mencakup produk ekspor dan impor AS senilai US$24,54 miliar dan akan mulai berlaku awal Agustus, jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Di sisi lain, Meksiko yang merupakan mitra dagang dengan nilai hampir US$840 miliar perdagangan dua arah dengan AS, juga menyatakan penolakannya.

Menteri Ekonomi Meksiko Marcelo Ebrard menyampaikan bahwa delegasi Meksiko telah menyatakan kepada pihak AS bahwa tarif tersebut merupakan perlakuan yang tidak adil. Meksiko dan AS masih berupaya mencari alternatif untuk melindungi bisnis dan lapangan kerja di kedua sisi perbatasan.

Dari kegiatan negosiasi tersebut, Sheinbaum dalam pidato di Guaymas pada Sabtu (12/7), menegaskan bahwa dirinya yakin bisa mencapai kesepakatan yang lebih baik dengan AS.

“Surat itu jelas menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk mencapai kesepakatan agar tarif ini tidak diberlakukan,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari CNN, Senin (14/7).

(ADN/NID/RAD)

Trending