Connect with us

Internasional

Trump Tunda Kenaikan Tarif Impor Selama 90 Hari, Indonesia Masih Punya Peluang Negosiasi

Donald Trump menunda kenaikan tarif impor selama 90 hari untuk sebagian negara. Indonesia punya peluang membuka kembali ruang negosiasi.

Logompn

Published

on

Trump tunda kenaikan tarif impor selama 90 hari, indonesia masih punya peluang negosiasi
Presiden AS Donald Trump menunda tarif timbal balik selama 90 hari untuk puluhan negara. Gambar : Instagram/@whitehouse

MPN Indonesia 11 April 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Rabu (9/4) mengumumkan penundaan penerapan tarif timbal balik terhadap puluhan negara selama 90 hari. Kebijakan ini tidak mencakup China dan bertujuan memberikan ruang negosiasi bagi negara-negara mitra dagang Amerika Serikat.

Penangguhan ini dilakukan di tengah gejolak pasar keuangan dan meningkatnya tekanan terhadap hubungan dagang global.

Penundaan Tarif Diberlakukan Secara Selektif

Donald Trump menyatakan bahwa seluruh negara yang baru saja dikenakan tarif timbal balik akan kembali ke tarif universal sebesar 10% untuk sementara waktu. 

Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi China. Justru, tarif impor terhadap produk China dinaikkan dari 104% menjadi 125% sebagai respons terhadap langkah balasan tarif sebesar 84% dari Beijing.

“Berdasarkan kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan Tiongkok kepada pasar dunia, dengan ini saya menaikkan tarif yang dibebankan kepada Tiongkok oleh AS menjadi 125%, berlaku segera,” ujar Trump, dikutip MPN Indonesia dari Truth Social pada Jumat (11/4).

Sementara itu, Meksiko dan Kanada tetap dikenakan tarif 25% jika mereka belum mematuhi ketentuan dalam Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA).

Motivasi Penundaan: Dampak Pasar dan Negosiasi Global

Pengumuman ini muncul di tengah ketidakpastian pasar yang memuncak sejak pengenaan tarif diumumkan pada awal April. Volatilitas tinggi di pasar saham AS menyebabkan indeks utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq melonjak signifikan setelah berita penundaan tersebut tersebar. 

Dow Jones naik hampir 3.000 poin, S&P 500 meningkat 9,5%, dan Nasdaq melonjak 12,2%.

Baca Juga:  Donald Trump Sebut Xi Jinping Tawarkan Bantuan untuk Buka Selat Hormuz

Donald Trump mengakui bahwa dinamika pasar ikut mempengaruhi keputusannya. “Saya melihat tadi malam bahwa orang-orang menjadi sedikit mual,” imbuhnya. 

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menambahkan bahwa penundaan ini telah menjadi bagian dari strategi yang dirancang sejak awal untuk mendorong negara-negara lain ke meja perundingan.

Strategi Negosiasi dan Keterlibatan Langsung Trump

Scott Bessent menegaskan bahwa Presiden Donald Trump akan terlibat secara langsung dalam proses negosiasi selama masa jeda ini.

Pemerintah AS disebut akan melanjutkan diskusi dengan perwakilan dari lebih dari 75 negara, termasuk delegasi dari Vietnam yang dijadwalkan bertemu pada hari yang sama dengan pengumuman.

“Pesan yang ingin disampaikan kepada negara lain adalah, jangan membalas dan Anda akan diberi imbalan,” kata Scott Bessent. 

Langkah ini dinilai sebagai upaya menciptakan daya ungkit negosiasi maksimum, termasuk dalam dinamika ekspor impor yang kini menjadi bagian penting dalam politik internasional.

Reaksi Global dan Implikasi Politik Internasional

Kebijakan ini menciptakan ketidakpastian di kalangan pelaku bisnis dan pemerintah negara lain. Namun, sejumlah negara menyambut baik penangguhan ini, karena membuka ruang dialog tanpa tekanan tarif yang segera. 

Meski demikian, negara-negara seperti China tetap bertahan pada sikap tegas dan tidak menunjukkan sinyal untuk melakukan konsesi dalam waktu dekat.

“Negara-negara lain akan menyambut baik penangguhan pelaksanaan selama 90 hari, jika itu berlangsung tetapi guncangan dari pergerakan zig-zag yang konstan menciptakan lebih banyak ketidakpastian yang dibenci oleh bisnis dan pemerintah,” ujar Daniel Russel, dikutip MPN Indonesia dari dari Asia Society Policy Institute pada Kamis (11/4).

Walau penangguhan ini bersifat sementara, negara-negara mitra dagang AS kini memiliki waktu untuk mengevaluasi posisi mereka dan merancang strategi negosiasi. 

Baca Juga:  CEO Intel Tulis Pesan Haru usai Diminta Trump Mundur: Saya Mencintai Negara Ini

Bagi negara seperti Indonesia, masa penangguhan ini memberikan peluang untuk membuka kembali dialog perdagangan dengan Amerika Serikat dan menegosiasikan ketentuan tarif dalam skema ekspor impor yang lebih menguntungkan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending