Connect with us

Internasional

Trump Tunda Project Freedom demi Damai dengan Iran

Presiden Donald Trump menunda Project Freedom setelah mengklaim adanya kemajuan signifikan menuju kesepakatan final dengan Iran.

Logompn

Published

on

Trump Tunda Project Freedom demi Damai dengan Iran
Trump Tunda Project Freedom demi Damai dengan Iran. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Mei 2026 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda Project Freedom setelah mengklaim adanya kemajuan signifikan menuju kesepakatan final dengan Iran.

Keputusan itu diumumkan Trump melalui unggahan di Truth Social sebagai respons atas permintaan Pakistan dan sejumlah negara lain, di tengah eskalasi konflik internasional yang melibatkan Washington dan Teheran sejak 28 Februari.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa penghentian sementara Project Freedom dilakukan untuk membuka ruang diplomasi tanpa mencabut tekanan yang telah berjalan.

“Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer luar biasa yang telah kita raih selama kampanye melawan negara Iran,” kata Trump, dikutip MPN Indonesia dari laman Fox News, Rabu (6/5).

“Selain itu, fakta bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran, kita telah sepakat bersama sementara blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Project Freedom (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah kesepakatan tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani atau tidak,” sambungnya.

Respons Iran

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan sikap negaranya setelah berbicara dengan Perdana Menteri Irak.

Dalam unggahan yang dibagikan di X pada Selasa (5/5), Pezeshkian menyatakan bahwa tidak ada kekuatan asing yang dapat memaksa Iran untuk menyerah.

“Kami umat Islam telah berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, tidak ada orang lain yang dapat membuat kami berserah diri,” kata Pezeshkian.

Ia juga menyampaikan isi percakapannya dengan Perdana Menteri Irak yang mendesak AS tarik mundur kekuatan militernya.

“Dalam percakapan saya dengan PM Irak @AliFalihAlzaidy, saya mendesak AS untuk menarik ancaman militer dari wilayah kami, pengikut mazhab Syiah tidak dapat dipaksa dengan kekerasan. #Iran #Irak,” katanya.

Baca Juga:  Israel dan Lebanon bakal Negosiasi Pekan Depan di AS

(ADN/NID/RAD)

Trending