Connect with us

Lifestyle

Apa Itu Homeless Media? Intip Perannya dalam Menyebarkan Informasi

Istilah homeless media pertama kali diperkenalkan oleh Kennedy (2017) untuk menggambarkan media yang beroperasi tanpa situs web resmi.

Logompn

Published

on

Apa Itu Homeless Media Intip Perannya dalam Menyebarkan Informasi
Apa Itu Homeless Media? Intip Perannya dalam Menyebarkan Informasi. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 7 Mei 2026 - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengatakan telah menggandeng New Media Forum sebagai mitra strategis untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

Kepala Bakom RI, M Qodari, menjelaskan bahwa jaringan dalam New Media Forum diisi oleh pelaku industri kreatif digital.

“New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media,” ujar Qodari dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (6/5).

Platform-platform yang tergabung sepenuhnya beroperasi melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, X, dan YouTube, tanpa memiliki situs web atau aplikasi mandiri.

Model ini berbeda dengan media siber arus utama yang memiliki infrastruktur digital sendiri dan terikat regulasi pers.

Apa Itu Homeless Media?

Istilah homeless media pertama kali diperkenalkan oleh Kennedy (2017) untuk menggambarkan media yang beroperasi tanpa situs web resmi dan mengandalkan platform media sosial sebagai basis utama penyebaran konten.

Dalam Jurnal Ilmu Komunikasi berjudul Homeless Media sebagai Sarana Informasi di Instagram: Preferensi Generasi Z dalam Pemilihannya, dijelaskan bahwa homeless media merujuk pada bentuk jurnalisme digital yang fokus menyebarkan informasi melalui media sosial (Giobriandi, 2023).

Geger Riyanto dalam penelitian berjudul Memahami Homeless Media: Kajian atas Berita Lokal Informal Berbasis Media Sosial di Lima Kota di Indonesia (2024) menyatakan bahwa homeless media adalah media berita yang tidak memiliki “rumah” atau platform resmi seperti situs web.

Salah satu karakteristik utamanya adalah ketidakjelasan identitas dan struktur pengelolaan (Riyanto, 2024).

Dalam praktiknya, homeless media berkembang seiring pergeseran konsumsi informasi masyarakat dari media cetak seperti koran dan majalah menuju media online berbasis situs web, hingga akhirnya ke media sosial.

Baca Juga:  Dr. Tirta Mulai Batasi Kegiatan di Media Sosial, Ini Alasannya

Disebut sebagai “media tanpa rumah” karena tidak memiliki website maupun server sendiri, sehingga apabila platform media sosial yang digunakan berhenti beroperasi, aktivitas medianya juga terhenti.

Fenomena ini juga dipicu oleh kemudahan perizinan. Pembuat akun cukup membuat profil di media sosial tanpa melalui proses perizinan sebagaimana pendirian media online konvensional.

Sejak 2021, pertumbuhan akun informasi berbasis media sosial di Indonesia mengalami peningkatan, terutama didorong perubahan perilaku konsumsi media Generasi Z yang lebih aktif menggunakan media sosial.

Gaya penyampaian informasi yang singkat, menggunakan bahasa sederhana, serta visual yang relevan menjadi ciri khas yang menarik perhatian kelompok ini.

Peran Homeless Media

Dalam penyebaran informasi, homeless media memiliki sejumlah peran di era digital.

Pertama, memungkinkan demokratisasi informasi karena siapa pun dapat mengakses dan menyebarkan informasi tanpa bergantung pada institusi media tradisional (Jenkins, 2006).

Kedua, penyebaran informasi berlangsung cepat melalui mekanisme viralitas dan algoritma media sosial (Boyd, 2014).

Ketiga, homeless media meningkatkan keterlibatan publik. Generasi Z cenderung aktif mengomentari, membagikan, dan mendiskusikan informasi yang diperoleh melalui media sosial (Pew Research Center, 2022).

Keempat, media ini membuka ruang bagi jurnalisme warga, memungkinkan individu menyampaikan sudut pandang alternatif yang tidak selalu terakomodasi media arus utama (Wardle, 2018).

Kelima, homeless media menyediakan ruang bagi kelompok minoritas atau pihak yang kurang terwakili untuk berbicara dan berbagi pengalaman (Twenge, 2017).

Kekurangan Homeless Media

Dalam upaya menyampaikan informasi secara cepat, sebagian homeless media dinilai mengabaikan proses verifikasi sehingga berisiko menyebarkan informasi yang tidak akurat atau hoaks.

Selain itu, pengelola akun sering kali tidak mengungkapkan identitas, yang dapat menimbulkan persoalan hukum apabila terjadi kesalahan informasi.

Baca Juga:  Komdigi bakal Panggil TikTok dan Meta Buntut Rusuh Demo di DPR

Banyak akun juga tidak menerapkan standar jurnalistik serta tidak memiliki perlindungan hukum yang jelas karena ketiadaan status legal formal.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending