Connect with us

Lifestyle

Kenapa Nafsu Makan Naik Jelang Menstruasi? Ini Penjelasan Medis!

Perubahan nafsu makan yang meningkat menjelang menstruasi merupakan kondisi yang umum terjadi dan dipengaruhi oleh fluktuasi hormon.

Logompn

Published

on

Kenapa nafsu makan naik jelang menstruasi ini penjelasan medis!
Kenapa Nafsu Makan Naik Jelang Menstruasi? Ini Penjelasan Medis! | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 23 Agustus 2025 - Perubahan nafsu makan yang meningkat menjelang menstruasi merupakan kondisi yang umum terjadi dan dipengaruhi oleh fluktuasi hormon dalam tubuh.

Dikutip MPN Indonesia dari Healthline, periode ini biasanya dimulai sekitar 7 hingga 10 hari sebelum menstruasi, seiring dengan munculnya gejala sindrom pramenstruasi (PMS).

Perubahan hormonal tersebut mencakup peningkatan hormon progesteron dan penurunan hormon estrogen yang dapat memicu keinginan makan secara berlebihan.

Kondisi ini juga berkaitan dengan menurunnya kadar serotonin, yaitu zat kimia dalam otak yang berkaitan dengan perasaan senang.

Ketika serotonin menurun, tubuh cenderung mencari makanan manis atau tinggi karbohidrat untuk memicu peningkatan serotonin kembali.

Di sisi lain, hormon kortisol atau hormon stres juga mengalami peningkatan pada fase ini, yang memengaruhi emosi dan membuat individu lebih rentan mengalami perubahan mood atau mood swing.

Mekanisme Hormon yang Memengaruhi Nafsu Makan

Perubahan kadar estrogen dan progesteron memiliki peran utama dalam memengaruhi sistem pengaturan rasa lapar.

Estrogen yang rendah menjelang menstruasi menyebabkan sensitivitas insulin meningkat, sehingga tubuh lebih cepat menyerap gula dari makanan.

Hal ini mendorong tubuh untuk mencari sumber gula tambahan guna menjaga kestabilan energi.

Progesteron yang meningkat turut menstimulasi nafsu makan sebagai bentuk persiapan tubuh menghadapi menstruasi.

Selain itu, hormon serotonin yang membantu meningkatkan suasana hati akan menurun saat PMS.

Mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dan gula dapat memicu pelepasan serotonin, sehingga menciptakan perasaan nyaman.

Oleh karena itu, keinginan mengonsumsi makanan manis menjelang menstruasi bukan semata kebiasaan emosional, tetapi respons tubuh terhadap perubahan kimia dalam otak.

Baca Juga:  Wanita Harus Sering Menangis agar Tak Terkena Kanker dan Autoimun, Benarkah?

Perubahan nafsu makan juga bisa terjadi dalam bentuk kehilangan selera makan, terutama saat menstruasi dimulai.

Ini biasanya dipicu oleh dismenore atau nyeri haid yang menyebabkan rasa sakit di perut. Kondisi ini bisa menekan nafsu makan, meskipun makanan sudah tersedia di hadapan.

Potensi Gangguan Makan dan Cara Mengatasinya

Beberapa individu mengalami gejala yang lebih berat berupa keinginan makan berlebihan secara kompulsif, yang dapat menjadi tanda premenstrual dysphoric disorder (PMDD), sebuah bentuk PMS yang lebih parah.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 14 persen individu dengan siklus haid tidak teratur berisiko lebih tinggi mengalami binge eating menjelang menstruasi.

Untuk menjaga kesehatan fisik, penting untuk tetap mengontrol jenis makanan yang dikonsumsi.

Disarankan mengganti makanan tinggi gula dengan buah-buahan manis alami, serta menghindari makanan cepat saji.

Pilihan lain yang lebih sehat mencakup daging, ikan, dan sayuran, serta menghindari olahan gorengan.

Kompleks karbohidrat seperti oats, brown rice, dan lentil dapat menjadi alternatif yang lebih stabil untuk kadar gula darah dan suasana hati.

Craving terhadap cokelat adalah salah satu yang paling umum. Dark chocolate dianjurkan karena kaya antioksidan dan mineral, serta cukup mengonsumsi satu hingga dua potong kecil untuk mendapatkan manfaatnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending