Connect with us

Lifestyle

Bagaimana Cara agar Tidak Terkena Virus Nipah?

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis berbahaya, kenali cara penularan, gejala, dan pencegahannya.

Logompn

Published

on

Bagaimana cara agar tidak terkena virus nipah
Ilustrasi pencegahan virus Nipah. Gambar: Ilustrasi Canva.

MPN Indonesia 29 Januari 2026 - Virus Nipah, penyakit menular zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, kembali menjadi sorotan menyusul kekhawatiran atas penyebarannya di beberapa wilayah Asia, termasuk India.

Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti kelelawar buah dan babi, makanan yang terkontaminasi, serta dari manusia ke manusia.

Sampai dengan Selasa (27/1), pencegahan menjadi langkah utama karena belum tersedia pengobatan spesifik yang efektif.

Penularan virus Nipah terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi atau mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Menurut Continental Hospitals, penyebab utama wabah termasuk konsumsi buah-buahan mentah yang tercemar air liur atau urin kelelawar, getah pohon kurma mentah, serta kontak dengan hewan sakit.

Penyakit ini menyebabkan gejala mulai dari demam hingga peradangan otak, dan tingkat kematiannya bisa tinggi jika tidak segera ditangani secara medis.

Langkah-langkah pencegahan telah disampaikan oleh sejumlah pihak, termasuk tenaga kesehatan.

Pencegahan melibatkan pengendalian faktor risiko yang bisa dimulai dari rumah hingga fasilitas layanan kesehatan.

Upaya ini penting agar masyarakat dapat terlindungi dari risiko penyakit menular seperti virus Nipah.

Cara Mencegah Penularan Virus Nipah

Pencegahan virus Nipah dimulai dari menghindari konsumsi nira atau aren langsung dari pohon.

Menurut Kemenkes, hal tersebut disebabkan karena kelelawar dapat mengontaminasi sadapan nira pada malam hari.

Selain itu, buah perlu dicuci dan dikupas dengan menyeluruh, serta tidak dikonsumsi jika terdapat tanda gigitan kelelawar.

Konsumsi daging hewan ternak juga harus dalam keadaan matang.

Baca Juga:  Menkes: Kasus Covid-19 Meningkat, tapi Varian yang Tak Mematikan

Masyarakat dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan umum, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai hand sanitizer, menggunakan masker jika mengalami gejala, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Kontak langsung dengan hewan ternak, seperti babi dan kuda yang diduga terinfeksi virus Nipah harus dihindari.

Jika terpaksa melakukan kontak, penggunaan alat pelindung diri (APD) sangat dianjurkan.

Petugas pemotong hewan wajib mengenakan sarung tangan dan APD saat menyembelih atau memotong hewan yang terinfeksi. Hewan yang terinfeksi tidak boleh dikonsumsi.

Bagi tenaga kesehatan, keluarga pasien, dan petugas laboratorium yang menangani spesimen dari pasien yang terinfeksi, langkah pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) harus diterapkan secara ketat untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Gejala Virus Nipah yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal yang timbul meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan.

Jika tidak segera ditangani, gejala dapat berkembang menjadi kesulitan bernapas, kantuk berlebihan, kebingungan, kejang, serta penurunan kesadaran.

Penyebab Penularan Virus

Virus Nipah dapat menular melalui:

  • Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi
  • Konsumsi makanan atau minuman terkontaminasi air liur atau urin kelelawar
  • Kontak dekat dengan orang terinfeksi
  • Paparan cairan tubuh seperti air liur, darah, urin, dan sekresi pernapasan

Penularan juga dapat terjadi di fasilitas kesehatan jika tidak ada pengendalian infeksi yang memadai.

Tindakan saat Terpapar Virus Nipah

Jika seseorang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah dan memiliki riwayat paparan, tindakan yang harus dilakukan adalah:

  • Tidak mengobati diri sendiri
  • Menjauhi orang lain untuk mencegah penyebaran
  • Segera mengunjungi rumah sakit
  • Memberi tahu petugas medis tentang kemungkinan paparan

Diagnosis dini menjadi kunci untuk meningkatkan peluang pemulihan dan mencegah penularan lanjutan.

Baca Juga:  Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Waspada Campak untuk Tenaga Medis dan Kesehatan

Kesadaran masyarakat terhadap virus Nipah dan penerapan kebiasaan hidup bersih sangat berperan dalam mencegah wabah.

Otoritas kesehatan terus memantau perkembangan dan mengeluarkan peringatan jika diperlukan.

Kolaborasi masyarakat sangat penting untuk melaporkan gejala secara dini dan mengikuti saran medis agar penyebaran virus dapat ditekan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending