Connect with us

Lifestyle

Permainan Cekang, Mainan Tradisional yang Menggunakan Ketapel

Kenali permainan tradisional Cekang dari Tana Tidung, Kalimantan Utara, mulai dari asal-usul, alat, cara bermain, hingga manfaat budayanya.

Logompn

Published

on

Permainan Cekang, Mainan Tradisional yang Menggunakan Ketapel
Permainan Cekang, Mainan Tradisional yang Menggunakan Ketapel. Gambar: YouTube/UBUNTUNG 9G

MPN Indonesia 17 Juli 2026 - Hai, Sobat MPN! Siapa di sini yang doyan main game? Pasti hampir semua dari kita pernah ngerasain asiknya bermain game, baik yang modern maupun yang tradisional.

Nah, kali ini kita bakal bahas salah satu permainan tradisional Kalimantan yang mungkin belum banyak kalian tahu, yaitu permainan cekang.

Di Kalimantan sendiri ada banyak banget permainan tradisional Sob, mulai dari permainan Gasing, permainan Pindah Bintang, hingga permainan Egrang.

Permainan tradisional tuh punya peran penting dalam budaya kita, lho. Selain sebagai hiburan, permainan ini juga jadi media buat menanamkan nilai-nilai luhur ke generasi muda.

Bayangin deh, dari permainan tradisional kita bisa belajar banyak hal, mulai dari kerjasama, kejujuran, sampai menghargai alam dan lingkungan sekitar.

Tapi, sayangnya, dengan teknologi yang semakin canggih, banyak permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.

Makanya penting banget buat kita melestarikan dan ngenalin lagi permainan-permainan ini ke anak-anak jaman sekarang.

Nah, sekarang siap-siap deh buat nostalgia ke masa kecil dan ngerasain lagi serunya main permainan tradisional yang satu ini! Yuk, kita mulai perjalanan ini!

Berasal dari Tana Tidung, Kalimantan Utara

Permainan Cekang, Mainan Tradisional yang Menggunakan Ketapel (1)
Ilustrasi permainan cekang. Gambar: Ilustrasi Canva

Permainan seru ini berasal dari Kalimantan Utara, tepatnya di daerah Tana Tidung. Di sana, permainan ini sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak. Mereka biasanya main Cekang saat sore hari atau waktu lagi libur sekolah.

Baca Juga:  Benarkah Monas dan Gedung DPR Simbolkan Lingga-Yoni? Ini Faktanya!

Kenapa namanya Cekang? Nah, ini menarik! Nama “Cekang” diambil dari alat utama yang dipakai dalam permainan ini, yaitu ketapel.

Di daerah lain, misalnya Jawa, permainan ini dikenal dengan nama gedangan atau pisangan. Jadi, sebenarnya permainan ini punya variasi nama di berbagai daerah di Indonesia.

Permainan Cekang ini punya sejarah panjang dan erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Tana Tidung.

Dulu, anak-anak di sana sering main Cekang untuk menghabiskan waktu luang sambil menunggu orang tua mereka pulang dari ladang atau hutan.

Selain buat hiburan, permainan ini juga jadi ajang latihan ketangkasan dan kecepatan bagi anak-anak.

Alat yang Dibutuhkan hanya Ketapel dan Peluru dari Buah

Permainan Cekang, Mainan Tradisional yang Menggunakan Ketapel (2)
Ilustrasi permainan cekang. Gambar: Ilustrasi Canva

Alat utama yang wajib ada tentu saja ketapel atau yang biasa disebut cekang. Ketapel ini dibuat dari cabang ranting pohon mangrove yang dibentuk sedemikian rupa. Jangan lupa juga karet sebagai pemantulnya.

Terus, ada juga buah yang digunakan sebagai peluru. Biasanya, anak-anak menggunakan buah pisangan atau buah bonsai.

Buah ini gampang ditemukan di sekitar pohon mangrove yang tumbuh di atas air bercampur lumpur. Jadi, sebelum main, anak-anak harus berpetualang dulu mencari buah-buahan ini.

Gimana cara buat ketapel dan dapatkan buahnya? Tenang, sederhana, kok! Anak-anak biasanya cari ranting pohon mangrove yang kuat, lalu membentuknya jadi ketapel.

Setelah itu, mereka pasang karet sebagai pemantul buah pisangan atau bonsai yang dilipat serupa anak panah.

Nah, buah pisangan atau bonsai ini nanti dipakai buat nembak cecak di dinding rumah. Seru dan menantang, kan?!

Cara Bermain Cekang

Permainan Cekang, Mainan Tradisional yang Menggunakan Ketapel (3)
Ilustrasi permainan cekang. Gambar: Ilustrasi Canva

Oke, Sobat MPN, sekarang kita masuk ke bagian yang paling ditunggu-tunggu, yaitu cara main Permainan Cekang. Biar makin seru, yuk ikutin langkah-langkah berikut ini:
Persiapan

Baca Juga:  Mengenal Kopi Luwak, Berasal dari Kotoran Hewan

Pastikan semua alat dan bahan sudah siap. Ketapel (cekang) sudah dirakit dengan karet yang kuat, dan buah pisangan atau bonsai sudah dikumpulkan.

1. Aturan Dasar

Tentukan area bermainnya. Biasanya, permainan ini dilakukan di halaman rumah yang luas atau di dekat hutan mangrove. Tentukan juga target yang bakal ditembak, misalnya cecak di dinding rumah.

2. Teknik Menembak

Pegang ketapel dengan satu tangan, tarik karet dengan tangan yang lain sambil menempatkan buah pisangan atau bonsai di tengahnya.

Bidik ke arah target dan lepaskan karet untuk menembakkan buah. Cek kemampuan dan ketangkasan kalian dalam menembak cecak di dinding!

3. Tips dan Trik

Untuk meningkatkan akurasi, usahakan memegang ketapel dengan stabil dan jangan terburu-buru saat menarik karet.

Fokus pada target dan pastikan posisi buah pisangan atau bonsai tepat di tengah karet. Latihan terus supaya makin jago, ya!

Permainan Cekang Mengandung Berbagai Manfaat dan Nilai Budaya

Permainan Cekang, Mainan Tradisional yang Menggunakan Ketapel (4)
Ilustrasi permainan cekang. Gambar: Ilustrasi Canva

Permainan Cekang bukan cuma seru, tapi juga punya banyak manfaat, Sobat MPN. Ini dia beberapa manfaat dan nilai-nilai yang bisa kita ambil dari permainan ini:

1. Manfaat Fisik

Bermain Cekang melatih koordinasi tangan dan mata, serta meningkatkan kekuatan tangan dan lengan.

Selain itu, bergerak mencari buah di area bakau juga bikin badan lebih aktif dan sehat.

2. Manfaat Sosial

Permainan ini mengajarkan kerjasama dan sportivitas. Anak-anak belajar bagaimana berkompetisi secara sehat dan jujur. Selain itu, mereka juga belajar berbagi alat dan bahan dengan teman-teman.

3. Nilai Budaya dan Kearifan Lokal

Lewat permainan Cekang, anak-anak jadi lebih mengenal lingkungan sekitar mereka, terutama hutan mangrove.

Mereka belajar menghargai alam dan pentingnya melestarikan lingkungan. Tak hanya itu, Permainan Cekang juga mengajarkan kita untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Baca Juga:  20 Aturan Aneh di Korea Utara, Dilarang Pakai Celana Jeans dan Senyum

Dengan bermain permainan tradisional, kita turut serta dalam menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Jadi, ayo Sobat MPN, jangan ragu buat coba permainan seru ini dan ajak teman-teman kalian juga!

Kesimpulan

Nah, sobat suka fakta, kita sudah sampai di penghujung artikel. Dari pembahasan tadi, kita bisa lihat bahwa Permainan Cekang bukan cuma permainan biasa.

Selain seru, permainan ini juga mengandung banyak nilai positif dan kaya akan budaya lokal.

Mulai dari sejarahnya yang panjang, cara bermain yang unik, sampai manfaat-manfaat yang bisa kita dapatkan.

Dengan melestarikan permainan tradisional seperti Cekang, kita gak cuma menjaga warisan budaya, tapi juga mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kebugaran fisik. Jadi, yuk, kita bareng-bareng melestarikan permainan ini.

Ajak teman-teman, keluarga, dan siapa pun untuk ikut main dan kenal lebih dekat dengan Permainan Cekang.

Semoga artikel ini bisa menginspirasi kalian buat lebih mengenal dan mencintai permainan tradisional.

Referensi

  • Aturan Permainan. (2021). Daftar Permainan Tradisional Provinsi Kalimantan Utara. https://aturanpermainan.blogspot.com/2021/11/daftar-permainan-tradisional-provinsi-kaltara.html
  • Mamasewa. (2021). 8 Permainan Tradisional Kalimantan yang Masih Terjaga. https://mamasewa.com/blog/8-permainan-tradisional-kalimantan-yang-masih-terjaga/
  • Wikipedia. (2021). Lawang Sekepeng. https://id.wikipedia.org/wiki/Lawang_Sekepeng

(ADN/NID/RAD)

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita15 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti24 minutes ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi31 minutes ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal41 minutes ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga1 hour ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional1 hour ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga3 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral3 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga3 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga3 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga4 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh
Berita4 hours ago

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026 Makna dan Filosofi Logo Resmi
Berita4 hours ago

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026: Makna dan Filosofi Logo Resmi

Trending