Connect with us

Lifestyle

10 Cara Simpan Daging Kurban di Kulkas agar Tahan Lama

Berikut 10 cara menyimpan daging kurban yang benar agar tahan lama dan kualitasnya tidak menurun.

Logompn

Published

on

10 Cara Simpan Daging Kurban di Kulkas agar Tahan Lama
10 Cara Simpan Daging Kurban di Kulkas agar Tahan Lama. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 24 Mei 2026 - Momen Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan melimpahnya stok daging kurban, baik sapi maupun kambing.

Namun, tidak sedikit keluarga yang memilih untuk tidak langsung mengolah seluruh daging tersebut karena keterbatasan waktu atau belum menentukan menu masakan.

Agar kondisi daging tetap aman, higienis, dan layak konsumsi dalam jangka panjang, masyarakat perlu memahami manajemen penyimpanan daging yang tepat demi menjaga kualitas nutrisi serta mencegah kontaminasi bakteri.

1. Segera Simpan Daging di Kulkas

Daging kurban segar yang baru dipotong sangat rentan terhadap pembusukan. Dikutip MPN Indonesia dari laman Holycow, jangan membiarkan daging mentah berada di suhu ruang lebih dari 2 jam.

Mempercepat proses pemindahan daging ke area dingin akan menjaga cold chain (rantai dingin) tetap berjalan, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak.

2. Biarkan Suhu Daging Turun Alami

Daging yang baru disembelih mengalami proses rigor mortis (kekakuan otot). Oleh sebab itu dianjurkan untuk membiarkannya di tempat bersih terlebih dulu sebelum memasukkan ke kulkas.

Hal ini berguna untuk mencegah tekstur daging menjadi keras dan kualitasnya menurun.

3. Bersihkan Daging Tanpa Mencuci

Berbeda dengan daging supermarket, daging kurban sering kali terpapar kotoran karena proses penyembelihan di area terbuka. Pisahkan bagian yang kotor dan potong jika diperlukan.

Dikutip MPN Indonesia dari Tempo, menurut Peneliti BRIN, Tri Ujilestari, daging tidak boleh dicuci jika ingin disimpan di kulkas karena air dapat memicu risiko cross contamination (kontaminasi silang) dan membuat bakteri menyerap ke dalam serat.

Baca Juga:  Harga Tembus Rp100 Jutaan per Ekor, Warga Gaza Rayakan Iduladha Tanpa Hewan Kurban

Oleh sebab itu, daging kurban cukup dilap bagian yang kotor menggunakan tisu dapur.

4. Potong Daging Per Porsi Sajian

Sebelum masuk wadah, potonglah daging menjadi ukuran-ukuran kecil sesuai kebutuhan sekali masak.

Langkah ini mempermudah proses pembekuan dan pencairan di kemudian hari.

Selain itu, pisahkan potongan berdasarkan jenisnya (seperti iga, paha, atau dada) agar memudahkan pengelolaan tanpa perlu membuka seluruh stok.

5. Gunakan Kemasan Kedap Udara

Bungkus daging secara rapat menggunakan plastik food grade, kantong ziplock, kontainer kedap udara, atau teknologi kemasan plastik vakum (vacuum sealer) untuk mengeluarkan udara sebanyak mungkin.

Kemasan yang rapat mempertahankan kelembapan alami, mencegah oksidasi, serta menghindari risiko freezer burn (kerusakan akibat pembekuan).

6. Beri Label Tanggal

Pasang label berisi catatan tanggal penyimpanan dan jenis daging pada setiap wadah.

Langkah ini bertujuan untuk mempermudah penerapan sistem First In, First Out (FIFO), yaitu memastikan daging yang masuk pertama kali akan diolah lebih awal agar tidak disimpan melebihi batas masa simpannya.

7. Lakukan Pendinginan Bertahap

Jangan langsung menjebloskan daging segar ke dalam freezer karena dapat memicu pembentukan kristal es besar yang merusak struktur serat daging.

Masukkan daging terlebih dahulu ke dalam lemari es biasa (chiller) selama 1–2 jam agar suhunya turun secara bertahap, baru kemudian siap dipindahkan ke area pembekuan.

8. Atur Stabilitas Suhu Kulkas

Untuk penyimpanan jangka pendek (1–2 hari), daging bisa diletakkan di chiller dengan suhu 0 hingga 4°C.

Sedangkan untuk jangka panjang (hingga 6 bulan), pastikan suhu freezer stabil minimal di angka -18°C.

Letakkan daging mentah di rak paling bawah freezer sebagai area terdingin yang paling aman, serta hindari mengisi kulkas terlalu penuh agar sirkulasi udara dingin tidak terganggu.

Baca Juga:  Libur Iduladha 2025, Jasa Marga Layani 1,5 Juta Kendaraan di Ruas Tol

9. Hindari Proses Pembekuan Ulang (Re-Freeze)

Perubahan suhu yang berulang akibat daging keluar-masuk kulkas sangat mempercepat pertumbuhan bakteri dan merusak tekstur.

Oleh karena itu, hindari membekukan kembali (re-freeze) daging yang sudah dicairkan.

Mengeluarkan daging dalam porsi kecil sekali masak adalah kunci utama untuk menghindari kesalahan ini.

10. Jaga Kebersihan Kulkas

Kulkas yang kotor dan basah dapat menjadi sarang sempurna bagi bakteri. Bersihkan kulkas secara menyeluruh setiap 2–3 bulan sekali, serta lakukan pembersihan ringan secara mingguan.

Pastikan juga Anda selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menangani daging, serta gunakan pisau dan talenan yang bersih dan berbeda khusus untuk daging mentah.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending