Connect with us

Politik

Bahlil Wanti-Wanti soal Harga BBM RI di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia

Bahlil peringatkan potensi kenaikan subsidi energi di tengah konflik Timur Tengah.

Logompn

Published

on

Bahlil Wanti Wanti soal Harga BBM RI di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia
Bahlil Wanti-Wanti soal Harga BBM RI di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia. Gambar: YouTube/KementerianESDM

MPN Indonesia 4 Maret 2026 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kewaspadaan terhadap melonjaknya subsidi energi akibat kenaikan harga minyak dunia.

Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa (3/3), menyusul konflik geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz.

Bahlil mengungkapkan bahwa harga minyak dunia telah menembus level US$78–US$80 per barel, melebihi asumsi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel.

Bahlil menyebutkan, kondisi ini berdampak langsung terhadap beban subsidi dan kompensasi energi yang harus ditanggung pemerintah.

“Ini yang akan kita harus hati-hati, ini berdampak pada kenaikan subsidi yang akan ditanggung oleh negara. Di sisi lain, dengan kenaikan harga ICP, itu juga negara mendapatkan pendapatan,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (4/3).

Kementerian ESDM saat ini tengah menghitung selisih antara potensi tambahan pendapatan negara dan peningkatan biaya subsidi energi.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun harga minyak dunia naik, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak otomatis mengalami perubahan.

“BBM dalam negeri itu kan dibagi menjadi dua, ada harga yang subsidi, ada harga yang diserahkan kepada pasar. Kalau subsidi bensin Pertalite, kalau naik gimanapun harganya sama, sebelum perubahan harga pemerintah,” tegasnya.

Dampak konflik Iran–Israel–AS terhadap Harga Minyak

Kenaikan harga minyak mentah global dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

Iran secara resmi menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang setiap kapal yang melintasi jalur perairan strategis tersebut.

Tindakan ini merupakan respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, dalam operasi yang dinamakan Trump Operasi Epic Furry.

Baca Juga:  Tanggapi Purbaya soal Harga Asli LPG 3 Kg, Bahlil: Menkeu Salah Baca Data

Iran membalas dengan menembakkan rudal ke Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara-negara Teluk seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Hizbullah, kelompok militer pro-Iran di Lebanon, juga menyatakan dukungannya terhadap Iran dan berencana membalas kematian Khamenei.

Skema Harga BBM Subsidi dan Non-subsidi di RI

Menanggapi dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap BBM domestik, Bahlil menjelaskan bahwa harga BBM dibagi menjadi dua jenis, yakni subsidi dan non-subsidi.

Untuk BBM non-subsidi, penyesuaian harga mengikuti mekanisme pasar yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 22.

“Kalau non-subsidi ini kan sesuai dengan harga pasar sebelumnya berdasarkan Permen 22. Kalau subsidi, kalau nggak ada kebijakan baru maka harga akan sama, termasuk untuk Solar,” jelasnya.

Sementara itu, Kementerian ESDM juga sedang mengevaluasi selisih antara potensi penerimaan dari sektor minyak dan gas serta biaya subsidi energi yang meningkat.

“Karena kan kita berkontribusi kan kurang lebih sekitar 600.000 lebih barrel per day. Nah, selisih ini yang sedang kita hitung. Arahan Bapak Presiden kepada kami adalah kita harus sangat berhati-hati untuk menghitung semuanya dengan tetap memastikan ketersediaan BBM dalam negeri untuk memberikan kepastian kepada pelayanan kepada masyarakat,” kata Bahlil.

(AKM/NID/RAD)

Trending