Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Bawa 18 Siswi SMKN Garut ke Salon usai Kena Razia Rambut

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi bantuan kepada 18 siswi SMKN 2 Garut setelah rambut mereka diduga dipotong secara paksa oleh guru.

Logompn

Published

on

Dedi Mulyadi Bawa 18 Siswi SMKN Garut ke Salon usai Kena Razia Rambut
Dedi Mulyadi Bawa 18 Siswi SMKN Garut ke Salon usai Kena Razia Rambut. Gambar: Instagram/@dedimulyadi71

Jawa Barat, MPN Indonesia 7 Mei 2026 - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi bantuan kepada 18 siswi SMKN 2 Garut setelah rambut mereka diduga dipotong secara paksa oleh guru Bimbingan Konseling (BK).

Dedi Mulyadi menyatakan telah bertemu dengan orang tua para siswi yang terdampak.

“Siswa yang di Garut yang dipotong oleh guru BK-nya. Kemarin orang tua siswanya sudah ketemu dengan saya,” kata Dedi di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (6/5), dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com.

Para Siswi Diajak ke Salon

Dedi mengatakan pihaknya sudah memberi bantuan pada para siswi tersebut dengan membawa ke salon untuk merapikan rambut mereka.

“Anak-anaknya sudah merapikan rambutnya di salon, kemarin sudah saya kirim mereka ke salon untuk merapikan rambutnya,” ucap Dedi.

Dedi Mulyadi menyebut jumlah siswi SMKN 2 Garut yang terdampak pemotongan rambut tersebut sebanyak 18 orang.

“Seluruhnya ada 18 orang,” pungkas Dedi.

Kronologi Kejadian

Peristiwa potong rambut di SMKN 2 Garut bermula saat sejumlah siswi kembali ke kelas setelah mengikuti pelajaran olahraga pada akhir April lalu.

Saat itu, seorang guru masuk ke kelas membawa gunting dan langsung melakukan razia terhadap rambut yang dianggap berwarna, termasuk kepada siswi yang mengenakan kerudung.

Kuasa hukum para siswi, Asep Muhidin, menyampaikan bahwa insiden itu terungkap setelah sejumlah siswi mengadu kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stainus Garut.

“Alasannya ada laporan masyarakat soal warna rambut, tetapi kami pertanyakan dasar laporannya. Kenapa tidak melibatkan orang tua, itu lebih etis,” ujarnya.

Gelombang protes dari orang tua pun muncul setelah video kejadian tersebut beredar luas dan menjadi perhatian dalam berita lokal serta peristiwa di daerah Garut.

Baca Juga:  Prabowo Kecam Tindakan Keji yang Gugurkan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Pernyataan Sekolah

Kepala SMKN 2 Garut, Nur Al Purqon, membenarkan adanya aktivitas pemotongan rambut berwarna di lingkungan sekolah.

Ia menyatakan tindakan itu dilakukan karena adanya laporan dari wali kelas dan masyarakat.

“Terjadi pemotongan rambut anak yang diwarnai karena tim BK itu akumulasi dari laporan dari wali kelas dan laporan dari masyarakat bahwa anak SMK katanya rambutnya berwarna bebas,” ujarnya saat ditemui awak media di kantornya, Selasa (5/5).

Ia juga menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan pihak sekolah telah meminta maaf kepada orang tua siswi.

“Kami juga meminta maaf kepada siswi itu, sambil anak tersebut mau diperbaiki rambutnya karena sudah dipotong,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Trending