Politik
Tiru Dubai dan Singapura, Pemerintah akan Bangun Indonesia Financial Center di Bali
Indonesia berencana membangun pusat keuangan global di Bali. Danantara menyiapkan skema regulasi, insentif, dan struktur pengelolaan IFC.
Bali, MPN Indonesia 6 Mei 2026 - Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai membahas rencana pembangunan Indonesia Financial Center (IFC) di Bali dengan mengacu pada model pusat keuangan global seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Singapura.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pembahasan awal mengenai financial center tersebut telah dilakukan dan akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
“Kami nanti akan dipanggil Bapak Presiden untuk membicarakan pendirian Indonesia Financial Center (IFC). Rencananya kami sedang meninjau lokasi-lokasinya, kemarin sudah melihat di Bali,” kata Rosan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/5).
“Kami membahas hal-hal yang perlu dilakukan, baik dari segi regulasi, hukum, insentif, dan lain-lain. Termasuk juga PR yang mesti ditindaklanjuti dari segi OJK-nya,” lanjutnya.
Tahap Awal Penyusunan Skema dan Keterlibatan Danantara
Rencana pembangunan Indonesia Financial Center oleh danantara saat ini difokuskan pada penyusunan skema awal, termasuk aspek regulasi, hukum, dan insentif.
Pemerintah belum menetapkan bentuk insentif yang akan diberikan dalam proyek ini.
Pembahasan dilakukan secara lintas lembaga untuk memastikan kesiapan kebijakan pemerintah sebelum implementasi lebih lanjut.
Rosan juga menegaskan bahwa pembahasan IFC masih bersifat awal dan pemerintah akan melakukan perbandingan dengan sejumlah financial center yang telah berjalan di berbagai negara.
“Nah, makanya tadi kita baru bicara awal karena ini baru pertemuan yang pertama. Nanti kita juga akan melihat perbandingan dengan financial center yang sudah ada di Dubai, Abu Dhabi, Singapura, dan negara lainnya,” ujarnya.
Pemerintah berencana membentuk badan otoritas khusus yang akan mengelola kawasan IFC.
Dalam struktur tersebut, danantara akan terlibat langsung sebagai pihak yang bertindak sebagai pembangun kawasan financial center.
“Nanti itu akan ada badan otoritas sendiri. Dalam hal ini, kami (Danantara) akan bertindak sebagai pembangun kawasan financial center itu sendiri,” sebut Rosan.
Kinerja Ekonomi dan Kontribusi Investasi
Pembahasan pembangunan IFC berlangsung di tengah kinerja ekonomi domestik yang mencatat pertumbuhan pada kuartal I 2026.
“Pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,61% (YoY),” sebut Rosan.
Dari sisi investasi, kontribusinya mencapai 32 persen dari total pertumbuhan 5,61 persen tersebut atau sekitar 1,8 persen.
Angka ini berada di atas rata-rata kontribusi investasi sebelumnya yang berada pada kisaran 28 hingga 29 persen.
“Kalau dari porsi saya (investasi), sektor ini menyumbang 32% dari total pertumbuhan 5,61% tersebut (atau sekitar 1,8%),” kata Rosan.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut berada di atas target yang telah ditetapkan.
“Biasanya investasi menyumbangkan kurang lebih 28-29%, jadi capaian 32% di kuartal pertama ini. Investasi kita tercatat sudah mencapai di atas target,” jelas Rosan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
